Simple understanding, Dollar Index seperti “alat pemantau kondisi” dolar,它用 sebuah angka memberitahu: kekuatan relatif dolar di antara mata uang dunia.
Secara spesifik, USDX melacak perubahan nilai tukar dolar terhadap enam mata uang utama internasional (Euro, Yen, Pound, Dolar Kanada, Krona Swedia, Franc Swiss). Pemilihan keenam mata uang ini bukan sembarangan, mereka mewakili mitra dagang dan ekonomi paling aktif di dunia.
Perhitungan USDX menggunakan metode rata-rata geometrik berbobot, dengan basis 100. Ini artinya:
Indeks >100: dolar menguat dibanding basis
Indeks <100: dolar melemah dibanding basis
Misalnya indeks dari 100 turun ke 76, berarti dolar melemah sekitar 23%; sebaliknya dari 100 naik ke 176, berarti menguat 76%.
Menguatnya dolar vs Melemahnya dolar: apa yang terjadi di pasar?
Dunia saat dolar menguat
Ketika USDX naik, artinya dolar lebih bernilai terhadap mata uang lain. Dampak langsungnya:
Barang yang dihargai dalam dolar jadi lebih murah—minyak mentah internasional, emas, produk pertanian, dan komoditas lain dihitung dalam dolar, penguatan dolar menekan harga barang ini. Dana global karena dolar lebih bernilai akan mengalir ke AS. Produk ekspor AS jadi kurang kompetitif karena membeli produk AS dengan mata uang asing jadi lebih mahal.
Dunia saat dolar melemah
USDX turun menandakan dolar melemah relatif, kepercayaan investor terhadap dolar berkurang. Saat ini dana keluar dari dolar, mengalir ke pasar dan aset lain. Aset non-dolar jadi lebih menarik—emas, saham pasar berkembang, aset kripto mulai aktif. Peluang eksportir AS meningkat karena produk AS jadi lebih murah.
Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan. Kenapa? Karena harga emas dihitung dalam dolar:
Dolar kuat → biaya beli emas tinggi → permintaan turun → harga emas turun
Dolar lemah → biaya beli emas rendah → permintaan naik → harga emas naik
Tentu saja, harga emas juga dipengaruhi perang, inflasi, geopolitik, tapi USDX adalah salah satu faktor penggerak utama.
Hubungan USDX dan saham AS yang kompleks
Hubungan ini cukup rumit, tidak sekadar positif atau negatif:
Kadang dolar menguat menarik dana ke AS, saham juga naik. Tapi jika dolar terlalu menguat, bisa mengurangi daya saing ekspor AS, malah menekan pasar saham secara keseluruhan.
Contoh: Pada krisis pasar global Maret 2020, USDX melonjak ke 103 karena permintaan safe haven. Tapi kemudian Federal Reserve melakukan pelonggaran besar-besaran, dolar melemah lagi ke 93.78. Selama periode ini, saham AS sempat turun dan naik, hubungan USDX dan saham tidak selalu linier.
Dansa terbalik antara USDX dan komoditas utama
Minyak, logam, produk pertanian dihitung dan diselesaikan dalam dolar. Penguatan dolar → harga komoditas dalam dolar jadi lebih murah → permintaan turun. Sebaliknya, saat dolar melemah, harga komoditas cenderung naik. Ini sebabnya banyak pasar komoditas mengalami tren bullish saat dolar bearish.
Faktor apa saja yang mempengaruhi pergerakan USDX?
Kebijakan suku bunga Federal Reserve — penggerak utama
Ini hampir selalu menjadi pemicu sensitif USDX:
Fed naikkan suku bunga → bunga dolar lebih tinggi → dana global mengalir ke AS cari hasil tinggi → dolar menguat
Fed turunkan suku bunga → daya tarik dolar berkurang → dana keluar → dolar melemah
Setiap rapat kebijakan Fed biasanya menyebabkan fluktuasi besar di USDX. Pasar sudah “priced in” (mengantisipasi) ekspektasi kebijakan Fed.
Data ekonomi AS
Data seperti non-farm payrolls, tingkat pengangguran, CPI, GDP langsung mencerminkan kondisi ekonomi:
Data kuat → kepercayaan terhadap ekonomi AS tinggi → dolar menguat
Data lemah → kepercayaan turun → dolar melemah
Data ini dirilis tiap bulan dan bisa memicu fluktuasi jangka pendek USDX.
Geopolitik dan sentimen safe haven
Perang, ketidakstabilan politik, krisis keuangan bisa memicu sentimen safe haven global. Dalam kondisi ini, dolar sebagai aset paling aman biasanya dibeli besar-besaran, USDX naik. Jadi, “semakin kacau, semakin beli dolar” kadang memang benar.
Pergerakan mata uang lain
Ini sering diabaikan. USDX adalah nilai relatif dolar terhadap enam mata uang. Bahkan tanpa berita apa-apa, jika Euro melemah karena resesi Eropa, Yen melemah karena pelonggaran BOJ, USDX otomatis naik. Dengan kata lain: Mata uang lain melemah, USDX tampak lebih kuat.
Pelajaran praktis untuk trader dari USDX
Pemilik aset dolar: Perhatikan USDX, saat naik nilai aset dolar akan bertambah (dihitung dalam mata uang lain), saat turun nilainya akan berkurang.
Trader komoditas: Komoditas dan USDX berlawanan arah, saat dolar kuat perhatikan level resistance, saat dolar lemah perhatikan support.
Investor internasional: USDX naik bisa menandakan tekanan di aset non-dolar (termasuk pasar berkembang), perlu manajemen risiko.
Trader forex: USDX dan pasangan mata uang tertentu punya hubungan erat, arah USDX biasanya mencerminkan tren dolar secara keseluruhan.
Secara umum, USDX adalah indikator utama pasar keuangan global, mencerminkan kekuatan relatif dolar dan mempengaruhi emas, minyak, saham, pasar berkembang, dan aset lainnya. Baik kamu investor saham, trader forex, maupun trader komoditas, memahami cara kerja USDX akan membantu mengatur strategi pasar dengan lebih baik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apakah pergerakan indeks dolar AS secara langsung mempengaruhi hasil investasi Anda? Pelajari logika kerja USDX dalam satu artikel
很多人每天刷财经新闻,都会看到"美元指数上升""美元指数走弱"这样的表述。但说实话,这东西到底跟我们普通投资者有什么关系?今天就来拆解一下这个神秘指标背后的逻辑。
美元指数(USDX)到底是个啥?
Simple understanding, Dollar Index seperti “alat pemantau kondisi” dolar,它用 sebuah angka memberitahu: kekuatan relatif dolar di antara mata uang dunia.
Secara spesifik, USDX melacak perubahan nilai tukar dolar terhadap enam mata uang utama internasional (Euro, Yen, Pound, Dolar Kanada, Krona Swedia, Franc Swiss). Pemilihan keenam mata uang ini bukan sembarangan, mereka mewakili mitra dagang dan ekonomi paling aktif di dunia.
Perhitungan USDX menggunakan metode rata-rata geometrik berbobot, dengan basis 100. Ini artinya:
Misalnya indeks dari 100 turun ke 76, berarti dolar melemah sekitar 23%; sebaliknya dari 100 naik ke 176, berarti menguat 76%.
Menguatnya dolar vs Melemahnya dolar: apa yang terjadi di pasar?
Dunia saat dolar menguat
Ketika USDX naik, artinya dolar lebih bernilai terhadap mata uang lain. Dampak langsungnya:
Dunia saat dolar melemah
USDX turun menandakan dolar melemah relatif, kepercayaan investor terhadap dolar berkurang. Saat ini dana keluar dari dolar, mengalir ke pasar dan aset lain. Aset non-dolar jadi lebih menarik—emas, saham pasar berkembang, aset kripto mulai aktif. Peluang eksportir AS meningkat karena produk AS jadi lebih murah.
Bagaimana USDX mempengaruhi portofolio investasi kamu?
Hubungan USDX dan emas: “timbal balik”
Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan. Kenapa? Karena harga emas dihitung dalam dolar:
Tentu saja, harga emas juga dipengaruhi perang, inflasi, geopolitik, tapi USDX adalah salah satu faktor penggerak utama.
Hubungan USDX dan saham AS yang kompleks
Hubungan ini cukup rumit, tidak sekadar positif atau negatif:
Contoh: Pada krisis pasar global Maret 2020, USDX melonjak ke 103 karena permintaan safe haven. Tapi kemudian Federal Reserve melakukan pelonggaran besar-besaran, dolar melemah lagi ke 93.78. Selama periode ini, saham AS sempat turun dan naik, hubungan USDX dan saham tidak selalu linier.
Dansa terbalik antara USDX dan komoditas utama
Minyak, logam, produk pertanian dihitung dan diselesaikan dalam dolar. Penguatan dolar → harga komoditas dalam dolar jadi lebih murah → permintaan turun. Sebaliknya, saat dolar melemah, harga komoditas cenderung naik. Ini sebabnya banyak pasar komoditas mengalami tren bullish saat dolar bearish.
Faktor apa saja yang mempengaruhi pergerakan USDX?
Kebijakan suku bunga Federal Reserve — penggerak utama
Ini hampir selalu menjadi pemicu sensitif USDX:
Setiap rapat kebijakan Fed biasanya menyebabkan fluktuasi besar di USDX. Pasar sudah “priced in” (mengantisipasi) ekspektasi kebijakan Fed.
Data ekonomi AS
Data seperti non-farm payrolls, tingkat pengangguran, CPI, GDP langsung mencerminkan kondisi ekonomi:
Data ini dirilis tiap bulan dan bisa memicu fluktuasi jangka pendek USDX.
Geopolitik dan sentimen safe haven
Perang, ketidakstabilan politik, krisis keuangan bisa memicu sentimen safe haven global. Dalam kondisi ini, dolar sebagai aset paling aman biasanya dibeli besar-besaran, USDX naik. Jadi, “semakin kacau, semakin beli dolar” kadang memang benar.
Pergerakan mata uang lain
Ini sering diabaikan. USDX adalah nilai relatif dolar terhadap enam mata uang. Bahkan tanpa berita apa-apa, jika Euro melemah karena resesi Eropa, Yen melemah karena pelonggaran BOJ, USDX otomatis naik. Dengan kata lain: Mata uang lain melemah, USDX tampak lebih kuat.
Pelajaran praktis untuk trader dari USDX
Pemilik aset dolar: Perhatikan USDX, saat naik nilai aset dolar akan bertambah (dihitung dalam mata uang lain), saat turun nilainya akan berkurang.
Trader komoditas: Komoditas dan USDX berlawanan arah, saat dolar kuat perhatikan level resistance, saat dolar lemah perhatikan support.
Investor internasional: USDX naik bisa menandakan tekanan di aset non-dolar (termasuk pasar berkembang), perlu manajemen risiko.
Trader forex: USDX dan pasangan mata uang tertentu punya hubungan erat, arah USDX biasanya mencerminkan tren dolar secara keseluruhan.
Secara umum, USDX adalah indikator utama pasar keuangan global, mencerminkan kekuatan relatif dolar dan mempengaruhi emas, minyak, saham, pasar berkembang, dan aset lainnya. Baik kamu investor saham, trader forex, maupun trader komoditas, memahami cara kerja USDX akan membantu mengatur strategi pasar dengan lebih baik.