Inflasi sedang melanda, suku bunga bank tidak mampu mengikuti laju kenaikan harga barang, mengandalkan gaji saja sudah sulit untuk mengumpulkan kekayaan. Tapi di depan mata, ada ribuan instrumen investasi, seperti saham, reksa dana, valas, mata uang kripto, deposito, lalu mana yang harus dipilih? Banyak orang mengalami kerugian dalam investasi, seringkali bukan karena salah memilih alat, melainkan karena tidak memahami karakter dan tujuan investasi mereka sendiri. Artikel ini akan membantu Anda merangkum lima karakteristik instrumen investasi umum, agar Anda dapat dengan cepat menemukan jalan investasi yang paling sesuai untuk diri sendiri.
Tiga hal yang harus diselesaikan sebelum memilih instrumen investasi
Pertama: Pahami tingkat risiko yang mampu Anda tanggung
Kesalahan paling umum bagi pemula adalah tidak menyadari seberapa besar fluktuasi yang bisa mereka tanggung. Ada orang yang tidak tahan melihat aset turun, setiap hari memperhatikan perubahan harga dengan cemas, orang seperti ini sebaiknya memilih instrumen dengan fluktuasi kecil dan hasil yang stabil. Sebaliknya, jika Anda mampu menerima fluktuasi jangka pendek dan punya waktu untuk mendampingi pertumbuhan investasi jangka panjang, bisa mempertimbangkan instrumen dengan potensi lebih besar.
Ini bukan berarti risiko tinggi selalu buruk, melainkan agar instrumen investasi dan kondisi psikologis Anda cocok. Kalau tidak, peluang investasi terbaik sekalipun bisa membuat Anda ketakutan dan menjualnya.
Kedua: Sesuaikan jangka waktu investasi dengan tahap kehidupan
Beli rumah, pensiun, jalan-jalan, tujuan hidup yang berbeda membutuhkan jangka waktu investasi yang berbeda pula. Jika Anda berencana membeli uang muka rumah dalam tiga tahun, tetapi memilih skema investasi yang membutuhkan sepuluh tahun untuk terlihat hasilnya, kemungkinan besar saat Anda membutuhkan uang, aset sedang berada di titik terendah, dan saat itu menyesal sudah terlambat.
Tentukan dengan jelas jangka waktu dan target jumlah investasi Anda, agar bisa merancang portofolio instrumen yang paling cocok.
Ketiga: Kuasai tiga indikator penilaian utama instrumen investasi
Memilih instrumen investasi apa pun harus memperhatikan tiga aspek: risiko, hasil, dan likuiditas.
Risiko dan hasil berbanding lurus, ini adalah hukum pasar. Hasil tinggi pasti disertai risiko tinggi, seperti lotere yang hadiah besar tapi peluang menang sangat kecil. Banyak investor yang mengejar imbal hasil tinggi secara buta, akhirnya modal besar malah mengalami kerugian.
Likuiditas adalah seberapa cepat dana bisa diubah menjadi uang tunai saat Anda membutuhkannya. Beberapa produk memiliki periode penguncian (misalnya reksa dana tertutup), jika setelah investasi tiba-tiba membutuhkan uang dan tidak bisa dicairkan, itu akan sangat merepotkan.
Perbandingan lima instrumen investasi umum
Instrumen investasi yang paling banyak diperhatikan di pasar biasanya lima: deposito bank, valas, reksa dana, saham, mata uang kripto. Berikut ringkasan karakteristiknya dalam tabel:
Instrumen Investasi
Ambang Investasi
Risiko(Volatilitas)
Jangka Waktu
Likuiditas
Perkiraan Hasil
Kebutuhan Profesional
Deposito bank
Rendah
Rendah
Panjang
Tinggi
Rendah
Tidak
Valas
Menengah-rendah
Sedang
Menengah
Tinggi
Sedang
Menengah-rendah
Reksa dana
Rendah
Sedang
Menengah-panjang
Tinggi
Sedang
Menengah-rendah
Saham
Sedang
Tinggi
Pendek-sedang-panjang
Tinggi
Tinggi
Sedang
Mata uang kripto
Tinggi
Tinggi
Pendek-sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
1. Deposito bank: Paling aman tapi hasil paling rendah
Di era suku bunga rendah, deposito rupiah sudah sulit disebut sebagai instrumen utama, paling banter tempat parkir dana. Saat ini suku bunga deposito sekitar 1%–2%, bahkan di bawah tingkat inflasi, artinya uang yang disimpan di bank justru nilainya menurun.
Keunggulan deposito adalah risiko nol, kekurangannya adalah hasil yang sangat rendah. Jika Anda tipe konservatif yang tidak bisa menerima fluktuasi apa pun, deposito bisa melindungi modal, tapi jangan berharap kekayaan dari deposito.
2. Valas: Cocok untuk yang ingin menangkap fluktuasi nilai tukar
Nilai tukar mata uang dunia selalu berubah, apalagi setelah kenaikan suku bunga dolar AS, pergerakannya semakin volatil. Investor berpengalaman memanfaatkan selisih beli murah dan jual mahal untuk meraup keuntungan dari selisih kurs, terutama bagi yang peka terhadap tren mata uang asing.
Keunggulan valas adalah likuiditas baik dan jam transaksi panjang, kekurangannya adalah perlu pemahaman ekonomi makro yang cukup, agar tidak terjebak dalam fluktuasi kurs yang ekstrem.
3. Reksa dana: Serahkan pada manajer profesional
Reksa dana adalah uang yang diserahkan kepada manajer profesional, yang akan mengelola investasi di saham, obligasi, atau aset lain. Keuntungannya, Anda cukup memperhatikan arah besar saja, tidak perlu menganalisis satu per satu perusahaan. Kekurangannya, harus membayar biaya pengelolaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, ETF (Exchange Traded Fund) sangat populer, mengikuti indeks pasar secara pasif, mengurangi biaya manajemen aktif, tapi artinya peluang mengungguli pasar kecil. Reksa dana dan ETF masing-masing punya keunggulan dan kekurangan, pemula disarankan mulai dari ETF biaya rendah untuk mengenal pasar.
4. Saham: Imbal hasil tinggi, risiko juga tinggi
Investasi saham selain membeli dan menjual untuk mendapatkan selisih harga, juga bisa dipegang jangka panjang untuk mendapatkan dividen, dan pemain tingkat lanjut bahkan bisa melakukan short selling untuk menurun. Dibandingkan reksa dana, saham ibarat langsung mencari target di pasar tanpa perantara manajer, modal kecil tapi membutuhkan keahlian tinggi.
Banyak orang mengira saham mudah menghasilkan, tapi kenyataannya banyak yang kena “cuti” dan mengalami kerugian besar. Sebenarnya, investasi saham membutuhkan waktu riset yang banyak, pengetahuan keuangan yang solid, kemampuan pengelolaan risiko, dan kekuatan mental. Kalau salah satu aspek ini lemah, mudah tersandung.
5. Mata uang kripto: Instrumen paling volatil
Bitcoin dan mata uang kripto lain karena sifat desentralisasi dan jumlah terbatas, belakangan menarik perhatian banyak investor. Ada yang bertaruh bisa melawan inflasi, ada yang percaya potensi kenaikan jangka panjangnya.
Cara investasi mata uang kripto mirip valas, bisa dilakukan dua arah. Keunggulannya adalah potensi hasil tertinggi, kekurangannya adalah volatilitas ekstrem dan risiko besar, cocok untuk investor yang siap mental.
Bagaimana pemula harus memulai?
Daripada gegabah memasukkan semua dana ke satu instrumen, lebih baik sesuaikan dengan tahap kehidupan Anda.
Disarankan mulai dari rutin membeli reksa dana atau ETF, sambil belajar pasar dan mengumpulkan pengetahuan. Setelah memahami dasar industri atau perusahaan tertentu, Anda bisa mencoba langsung investasi saham. Jika Anda sudah paham tren kurs atau mata uang kripto, bisa mulai mencoba perlahan.
Seiring pengalaman bertambah, pertimbangkan menggunakan leverage untuk memperbesar hasil (tapi juga risiko), atau menyesuaikan alokasi aset sesuai siklus ekonomi. Pasar selalu penuh peluang, yang penting adalah menemukan ritme yang cocok untuk diri sendiri.
Penutup
Keberhasilan investasi tidak terletak pada memilih alat yang tepat, melainkan pada memilih alat yang sesuai dengan diri sendiri. Sebelum memutuskan berinvestasi, luangkan waktu untuk memahami risiko yang mampu Anda tanggung, jangka waktu, dan target hasil. Lalu pilih dari lima instrumen investasi umum ini, agar hasilnya maksimal. Ingat: kenali diri sendiri, buat rencana, pilih alat yang tepat, dan Anda sudah mengalahkan kebanyakan orang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perbandingan Lima Instrumen Investasi Utama|Bagaimana Pemula Bisa Menemukan yang Tepat dari Banyak Pilihan?
Inflasi sedang melanda, suku bunga bank tidak mampu mengikuti laju kenaikan harga barang, mengandalkan gaji saja sudah sulit untuk mengumpulkan kekayaan. Tapi di depan mata, ada ribuan instrumen investasi, seperti saham, reksa dana, valas, mata uang kripto, deposito, lalu mana yang harus dipilih? Banyak orang mengalami kerugian dalam investasi, seringkali bukan karena salah memilih alat, melainkan karena tidak memahami karakter dan tujuan investasi mereka sendiri. Artikel ini akan membantu Anda merangkum lima karakteristik instrumen investasi umum, agar Anda dapat dengan cepat menemukan jalan investasi yang paling sesuai untuk diri sendiri.
Tiga hal yang harus diselesaikan sebelum memilih instrumen investasi
Pertama: Pahami tingkat risiko yang mampu Anda tanggung
Kesalahan paling umum bagi pemula adalah tidak menyadari seberapa besar fluktuasi yang bisa mereka tanggung. Ada orang yang tidak tahan melihat aset turun, setiap hari memperhatikan perubahan harga dengan cemas, orang seperti ini sebaiknya memilih instrumen dengan fluktuasi kecil dan hasil yang stabil. Sebaliknya, jika Anda mampu menerima fluktuasi jangka pendek dan punya waktu untuk mendampingi pertumbuhan investasi jangka panjang, bisa mempertimbangkan instrumen dengan potensi lebih besar.
Ini bukan berarti risiko tinggi selalu buruk, melainkan agar instrumen investasi dan kondisi psikologis Anda cocok. Kalau tidak, peluang investasi terbaik sekalipun bisa membuat Anda ketakutan dan menjualnya.
Kedua: Sesuaikan jangka waktu investasi dengan tahap kehidupan
Beli rumah, pensiun, jalan-jalan, tujuan hidup yang berbeda membutuhkan jangka waktu investasi yang berbeda pula. Jika Anda berencana membeli uang muka rumah dalam tiga tahun, tetapi memilih skema investasi yang membutuhkan sepuluh tahun untuk terlihat hasilnya, kemungkinan besar saat Anda membutuhkan uang, aset sedang berada di titik terendah, dan saat itu menyesal sudah terlambat.
Tentukan dengan jelas jangka waktu dan target jumlah investasi Anda, agar bisa merancang portofolio instrumen yang paling cocok.
Ketiga: Kuasai tiga indikator penilaian utama instrumen investasi
Memilih instrumen investasi apa pun harus memperhatikan tiga aspek: risiko, hasil, dan likuiditas.
Risiko dan hasil berbanding lurus, ini adalah hukum pasar. Hasil tinggi pasti disertai risiko tinggi, seperti lotere yang hadiah besar tapi peluang menang sangat kecil. Banyak investor yang mengejar imbal hasil tinggi secara buta, akhirnya modal besar malah mengalami kerugian.
Likuiditas adalah seberapa cepat dana bisa diubah menjadi uang tunai saat Anda membutuhkannya. Beberapa produk memiliki periode penguncian (misalnya reksa dana tertutup), jika setelah investasi tiba-tiba membutuhkan uang dan tidak bisa dicairkan, itu akan sangat merepotkan.
Perbandingan lima instrumen investasi umum
Instrumen investasi yang paling banyak diperhatikan di pasar biasanya lima: deposito bank, valas, reksa dana, saham, mata uang kripto. Berikut ringkasan karakteristiknya dalam tabel:
1. Deposito bank: Paling aman tapi hasil paling rendah
Di era suku bunga rendah, deposito rupiah sudah sulit disebut sebagai instrumen utama, paling banter tempat parkir dana. Saat ini suku bunga deposito sekitar 1%–2%, bahkan di bawah tingkat inflasi, artinya uang yang disimpan di bank justru nilainya menurun.
Keunggulan deposito adalah risiko nol, kekurangannya adalah hasil yang sangat rendah. Jika Anda tipe konservatif yang tidak bisa menerima fluktuasi apa pun, deposito bisa melindungi modal, tapi jangan berharap kekayaan dari deposito.
2. Valas: Cocok untuk yang ingin menangkap fluktuasi nilai tukar
Nilai tukar mata uang dunia selalu berubah, apalagi setelah kenaikan suku bunga dolar AS, pergerakannya semakin volatil. Investor berpengalaman memanfaatkan selisih beli murah dan jual mahal untuk meraup keuntungan dari selisih kurs, terutama bagi yang peka terhadap tren mata uang asing.
Keunggulan valas adalah likuiditas baik dan jam transaksi panjang, kekurangannya adalah perlu pemahaman ekonomi makro yang cukup, agar tidak terjebak dalam fluktuasi kurs yang ekstrem.
3. Reksa dana: Serahkan pada manajer profesional
Reksa dana adalah uang yang diserahkan kepada manajer profesional, yang akan mengelola investasi di saham, obligasi, atau aset lain. Keuntungannya, Anda cukup memperhatikan arah besar saja, tidak perlu menganalisis satu per satu perusahaan. Kekurangannya, harus membayar biaya pengelolaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, ETF (Exchange Traded Fund) sangat populer, mengikuti indeks pasar secara pasif, mengurangi biaya manajemen aktif, tapi artinya peluang mengungguli pasar kecil. Reksa dana dan ETF masing-masing punya keunggulan dan kekurangan, pemula disarankan mulai dari ETF biaya rendah untuk mengenal pasar.
4. Saham: Imbal hasil tinggi, risiko juga tinggi
Investasi saham selain membeli dan menjual untuk mendapatkan selisih harga, juga bisa dipegang jangka panjang untuk mendapatkan dividen, dan pemain tingkat lanjut bahkan bisa melakukan short selling untuk menurun. Dibandingkan reksa dana, saham ibarat langsung mencari target di pasar tanpa perantara manajer, modal kecil tapi membutuhkan keahlian tinggi.
Banyak orang mengira saham mudah menghasilkan, tapi kenyataannya banyak yang kena “cuti” dan mengalami kerugian besar. Sebenarnya, investasi saham membutuhkan waktu riset yang banyak, pengetahuan keuangan yang solid, kemampuan pengelolaan risiko, dan kekuatan mental. Kalau salah satu aspek ini lemah, mudah tersandung.
5. Mata uang kripto: Instrumen paling volatil
Bitcoin dan mata uang kripto lain karena sifat desentralisasi dan jumlah terbatas, belakangan menarik perhatian banyak investor. Ada yang bertaruh bisa melawan inflasi, ada yang percaya potensi kenaikan jangka panjangnya.
Cara investasi mata uang kripto mirip valas, bisa dilakukan dua arah. Keunggulannya adalah potensi hasil tertinggi, kekurangannya adalah volatilitas ekstrem dan risiko besar, cocok untuk investor yang siap mental.
Bagaimana pemula harus memulai?
Daripada gegabah memasukkan semua dana ke satu instrumen, lebih baik sesuaikan dengan tahap kehidupan Anda.
Disarankan mulai dari rutin membeli reksa dana atau ETF, sambil belajar pasar dan mengumpulkan pengetahuan. Setelah memahami dasar industri atau perusahaan tertentu, Anda bisa mencoba langsung investasi saham. Jika Anda sudah paham tren kurs atau mata uang kripto, bisa mulai mencoba perlahan.
Seiring pengalaman bertambah, pertimbangkan menggunakan leverage untuk memperbesar hasil (tapi juga risiko), atau menyesuaikan alokasi aset sesuai siklus ekonomi. Pasar selalu penuh peluang, yang penting adalah menemukan ritme yang cocok untuk diri sendiri.
Penutup
Keberhasilan investasi tidak terletak pada memilih alat yang tepat, melainkan pada memilih alat yang sesuai dengan diri sendiri. Sebelum memutuskan berinvestasi, luangkan waktu untuk memahami risiko yang mampu Anda tanggung, jangka waktu, dan target hasil. Lalu pilih dari lima instrumen investasi umum ini, agar hasilnya maksimal. Ingat: kenali diri sendiri, buat rencana, pilih alat yang tepat, dan Anda sudah mengalahkan kebanyakan orang.