Apakah Jaksa Federal Bertindak Terhadap Perintah Eksekutif Saat Melikuidasi Bitcoin dari Penyitaan Dompet Samourai?
Penanganan aset digital yang disita oleh Departemen Kehakiman baru-baru ini menimbulkan pertanyaan tentang kepatuhan terhadap arahan presiden mengenai cryptocurrency. Ketika otoritas federal menyita Bitcoin yang terkait dengan kasus Dompet Samourai, penjualan aset tersebut kemudian memicu perdebatan tentang apakah proses likuidasi sesuai dengan mandat eksekutif yang ada mengenai pengelolaan mata uang digital.
Insiden ini menyoroti ketegangan yang sedang berlangsung antara prosedur penyitaan aset tradisional dan kerangka kebijakan yang berkembang yang mengatur Bitcoin dan cryptocurrency lainnya. Kritikus berpendapat bahwa mengonversi kepemilikan crypto yang disita menjadi mata uang fiat tanpa otorisasi eksplisit dapat menghindari panduan administratif terbaru tentang bagaimana lembaga federal harus menangani aset digital.
Kasus ini menegaskan tantangan yang lebih luas yang dihadapi lembaga penegak hukum saat mereka menavigasi antara protokol penyitaan aset konvensional dan karakteristik unik dari kepemilikan berbasis blockchain, terutama ketika perintah eksekutif baru memperkenalkan pendekatan alternatif untuk mengelola cryptocurrency yang dimiliki pemerintah.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
8
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
rekt_but_resilient
· 12jam yang lalu
Pemerintah federal kembali memainkan permainan ini... terlebih dahulu menyita lalu menjual secara sembunyi-sembunyi, perintah eksekutif sama sekali tidak efektif
Lihat AsliBalas0
PuzzledScholar
· 14jam yang lalu
Saya lihat dulu... operasi Kementerian Kehakiman kali ini memang agak keterlaluan ya
Lihat AsliBalas0
ProxyCollector
· 01-09 00:31
Kembali lagi dengan pola ini? DOJ lagi jualan btc di sana, tidak lihat bagaimana perintah eksekutif ditulis.
Lihat AsliBalas0
YieldWhisperer
· 01-06 19:53
Pemerintah AS masih menggunakan metode lama dalam mengelola aset kripto, benar-benar menganggap Bitcoin sebagai aset tradisional, bikin ngakak
Lihat AsliBalas0
GasFeeBarbecue
· 01-06 19:51
Jaksa federal ini benar-benar keterlaluan, di mana perintah administratif yang dijanjikan? Langsung menjual paksa Bitcoin yang disita menjadi mata uang fiat, bukankah ini menantang kebijakan baru?
Lihat AsliBalas0
GasFeeGazer
· 01-06 19:44
Apakah Fed sedang memainkan trik ini lagi? Langsung melikuidasi Bitcoin tanpa melalui persetujuan administratif, bukankah ini ingin diam-diam menukar aset crypto menjadi mata uang fiat?
Lihat AsliBalas0
MetaReckt
· 01-06 19:36
Kembali lagi, FBI dan kelompok ini memang suka main-main di sini, perintah eksekutif pun tidak dianggap serius?
Lihat AsliBalas0
DAOdreamer
· 01-06 19:36
Muncul lagi? Pemerintah menyita koin dan melanggar perintah administratif? Tertawa.
Apakah Jaksa Federal Bertindak Terhadap Perintah Eksekutif Saat Melikuidasi Bitcoin dari Penyitaan Dompet Samourai?
Penanganan aset digital yang disita oleh Departemen Kehakiman baru-baru ini menimbulkan pertanyaan tentang kepatuhan terhadap arahan presiden mengenai cryptocurrency. Ketika otoritas federal menyita Bitcoin yang terkait dengan kasus Dompet Samourai, penjualan aset tersebut kemudian memicu perdebatan tentang apakah proses likuidasi sesuai dengan mandat eksekutif yang ada mengenai pengelolaan mata uang digital.
Insiden ini menyoroti ketegangan yang sedang berlangsung antara prosedur penyitaan aset tradisional dan kerangka kebijakan yang berkembang yang mengatur Bitcoin dan cryptocurrency lainnya. Kritikus berpendapat bahwa mengonversi kepemilikan crypto yang disita menjadi mata uang fiat tanpa otorisasi eksplisit dapat menghindari panduan administratif terbaru tentang bagaimana lembaga federal harus menangani aset digital.
Kasus ini menegaskan tantangan yang lebih luas yang dihadapi lembaga penegak hukum saat mereka menavigasi antara protokol penyitaan aset konvensional dan karakteristik unik dari kepemilikan berbasis blockchain, terutama ketika perintah eksekutif baru memperkenalkan pendekatan alternatif untuk mengelola cryptocurrency yang dimiliki pemerintah.