Inilah pengamatan yang tajam: ketika pemimpin membingungkan kegembiraan media sosial dengan sentimen publik yang sebenarnya, mereka akhirnya mengarahkan kebijakan berdasarkan pemahaman yang secara mendasar menyimpang tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan orang. Kesenjangan antara apa yang sedang tren secara online dan apa yang tampak sebagai konsensus nyata bisa sangat besar—dan ketidaksesuaian itu memiliki konsekuensi nyata. Inilah sebabnya mengapa mengukur denyut nadi kepentingan pemangku kepentingan yang sebenarnya, bukan hanya suara viral, sangat penting dalam proses pengambilan keputusan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
14 Suka
Hadiah
14
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
FOMOSapien
· 5jam yang lalu
tbh inilah mengapa sekarang banyak kebijakan yang dibuat secara impulsif... jumlah retweet yang banyak = pendapat rakyat? Tertawa
Lihat AsliBalas0
GhostAddressHunter
· 01-06 23:29
Tren Twitter ≠ Opini Publik, para pemimpin belum memahami hal ini...
Lihat AsliBalas0
Whale_Whisperer
· 01-06 23:29
tbh inilah mengapa para politisi yang hanya melihat trending di Twitter akhirnya semua runtuh... kenyataan jauh lebih kompleks daripada data
Lihat AsliBalas0
WalletWhisperer
· 01-06 23:23
ngl twitter trending≠dunia nyata, para politikus ini benar-benar harus sadar diri...
Lihat AsliBalas0
GateUser-bd883c58
· 01-06 23:18
sejujurnya, inilah mengapa para politikus itu selalu tidak bisa memahami... spam tidak sama dengan opini rakyat, sangat berbeda
Lihat AsliBalas0
GateUser-0717ab66
· 01-06 23:14
Kata-kata ini menyentuh titik lemah. Benar-benar, para pemimpin yang setiap hari melihat trending topik untuk membuat keputusan harus sadar diri.
Inilah pengamatan yang tajam: ketika pemimpin membingungkan kegembiraan media sosial dengan sentimen publik yang sebenarnya, mereka akhirnya mengarahkan kebijakan berdasarkan pemahaman yang secara mendasar menyimpang tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan orang. Kesenjangan antara apa yang sedang tren secara online dan apa yang tampak sebagai konsensus nyata bisa sangat besar—dan ketidaksesuaian itu memiliki konsekuensi nyata. Inilah sebabnya mengapa mengukur denyut nadi kepentingan pemangku kepentingan yang sebenarnya, bukan hanya suara viral, sangat penting dalam proses pengambilan keputusan.