Membawa Aset Dunia Nyata ke dalam Blockchain: Emas vs. Infrastruktur
Bayangkan memegang sepotong emas di dompet digital Anda — langsung dapat diperdagangkan, dibagi secara fraksional, dan sepenuhnya di dalam blockchain. Itulah janji di balik Tether Gold (XAU₮). Tetapi apa yang terjadi ketika kita melampaui tokenisasi aset tunggal dan memikirkan kembali bagaimana blockchain menangani nilai dunia nyata?
XAU₮ sekilas:
Diluncurkan pada tahun 2020 oleh TG Commodities.
Setiap token mewakili 1 ons troy halus emas LBMA Good Delivery.
Kepemilikan dapat dibagi secara fraksional hingga enam tempat desimal, membuat emas menjadi mudah diakses, portabel, dan cair.
Berfungsi sebagai instrumen komoditas digital, dengan blockchain bertindak sebagai lapisan penyelesaian dan transfer untuk klaim kepemilikan yang didukung oleh cadangan fisik.
➡ Pendekatan Mavryk:
Bukan hanya komoditas tokenisasi — kami membangun infrastruktur Layer-1 untuk aset dunia nyata (RWA).
Aset beroperasi secara native di dalam blockchain sejak hari pertama.
Fokus pada menghilangkan hambatan, memungkinkan kepemilikan yang dapat diakses, likuiditas jangka panjang, dan pembentukan pasar.
Dirancang untuk mendukung berbagai spektrum aset dunia nyata, tidak terbatas pada satu komoditas.
Perbedaan utama:
XAU₮: Mengoptimalkan RWA untuk akses digital ke aset fisik.
Mavryk: Mengoptimalkan RWA untuk kepemilikan native, skalabilitas, dan pertumbuhan ekosistem jangka panjang.
Perbandingan ini bukan hanya akademis — ini menyoroti bagaimana blockchain dapat mengubah kepemilikan dunia nyata dari kepemilikan statis menjadi aset digital yang dinamis dan dapat digunakan.
Kami ingin mendengar pendapat Anda! Bagaimana Anda melihat RWA membentuk masa depan keuangan di dalam blockchain? @MavrykNetwork @KaitoAI
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Membawa Aset Dunia Nyata ke dalam Blockchain: Emas vs. Infrastruktur
Bayangkan memegang sepotong emas di dompet digital Anda — langsung dapat diperdagangkan, dibagi secara fraksional, dan sepenuhnya di dalam blockchain. Itulah janji di balik Tether Gold (XAU₮). Tetapi apa yang terjadi ketika kita melampaui tokenisasi aset tunggal dan memikirkan kembali bagaimana blockchain menangani nilai dunia nyata?
XAU₮ sekilas:
Diluncurkan pada tahun 2020 oleh TG Commodities.
Setiap token mewakili 1 ons troy halus emas LBMA Good Delivery.
Kepemilikan dapat dibagi secara fraksional hingga enam tempat desimal, membuat emas menjadi mudah diakses, portabel, dan cair.
Berfungsi sebagai instrumen komoditas digital, dengan blockchain bertindak sebagai lapisan penyelesaian dan transfer untuk klaim kepemilikan yang didukung oleh cadangan fisik.
➡ Pendekatan Mavryk:
Bukan hanya komoditas tokenisasi — kami membangun infrastruktur Layer-1 untuk aset dunia nyata (RWA).
Aset beroperasi secara native di dalam blockchain sejak hari pertama.
Fokus pada menghilangkan hambatan, memungkinkan kepemilikan yang dapat diakses, likuiditas jangka panjang, dan pembentukan pasar.
Dirancang untuk mendukung berbagai spektrum aset dunia nyata, tidak terbatas pada satu komoditas.
Perbedaan utama:
XAU₮: Mengoptimalkan RWA untuk akses digital ke aset fisik.
Mavryk: Mengoptimalkan RWA untuk kepemilikan native, skalabilitas, dan pertumbuhan ekosistem jangka panjang.
Perbandingan ini bukan hanya akademis — ini menyoroti bagaimana blockchain dapat mengubah kepemilikan dunia nyata dari kepemilikan statis menjadi aset digital yang dinamis dan dapat digunakan.
Kami ingin mendengar pendapat Anda! Bagaimana Anda melihat RWA membentuk masa depan keuangan di dalam blockchain?
@MavrykNetwork @KaitoAI