Virtual currency criminal cases telah menjadi perhatian dalam dua tahun terakhir. Dulu merupakan bidang yang kurang dikenal, kini menjadi fokus praktik peradilan. Terutama terkait pengenalan hukum terhadap kejahatan virtual currency, kejahatan perdagangan ilegal, dan jual beli USDT, semakin banyak sengketa hukum yang muncul. Banyak pelaku perdagangan virtual currency menghadapi satu pertanyaan: Apakah arbitrase lintas negara dengan U商 benar-benar melanggar hukum?
Mari kita lihat sebuah kasus典型——Kasus Zhao yang ditangani oleh Pengadilan Distrik Xihu, Hangzhou, Zhejiang pada tahun 2022. Pria ini dikenai tuduhan sebagai pelaku kejahatan perdagangan ilegal karena melakukan arbitrase lintas negara melalui jual beli virtual currency. Kasus ini juga masuk dalam daftar kasus典型 yang ditetapkan oleh Pengadilan Penuntut Umum Tertinggi dan Badan Pengelola Valuta Asing Nasional sebagai contoh penindakan terhadap kejahatan terkait virtual currency, sehingga memiliki bobot yang cukup tinggi.
Dari laporan kasus, dapat dilihat bahwa metode operasi Zhao adalah dengan melakukan jual beli USDT dan virtual currency lainnya untuk melakukan arbitrase lintas negara. Singkatnya, memanfaatkan selisih harga di berbagai bursa untuk mendapatkan keuntungan. Hasilnya? Operasi ini langsung dinyatakan sebagai kejahatan perdagangan ilegal.
Berdasarkan informasi yang saat ini dipublikasikan, muncul satu pertanyaan: Apakah setiap tindakan arbitrase lintas negara yang melibatkan virtual currency otomatis termasuk ke dalam kejahatan perdagangan ilegal? Di mana batas hukum dari penilaian ini? Apa lagi sengketa hukum yang perlu diklarifikasi di masa mendatang? Semua ini adalah hal yang harus dipahami oleh para pelaku industri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kasus Zhao ini benar-benar memberi peringatan kepada semua yang melakukan bisnis U.
Lihat AsliBalas0
PoetryOnChain
· 8jam yang lalu
Kasus Zhao ini membuat semua pedagang U harus waspada, urusan menambang ini memang harus dipertimbangkan dengan matang
Lihat AsliBalas0
WhaleStalker
· 8jam yang lalu
Kasus Zhao ini benar-benar membuat orang di komunitas takut...
Bagaimana bisa arbitrase dari pekerjaan kasar langsung dianggap sebagai operasi ilegal, batas hukum ini sulit dipahami
Setelah putusan di Hangzhou ini keluar, para pedagang U mulai panik
Apakah arbitrase selisih harga benar-benar ilegal, atau apakah baru dianggap ilegal saat mencapai volume tertentu...
Sekarang, arbitrase lintas batas akan menjadi sangat sulit
Bahkan Kejaksaan Agung juga menyebutkan, pasti akan ada lebih banyak badai di kemudian hari
Dengan banyaknya kontroversi dalam peradilan, para pelaku industri harus lebih berhati-hati
Masalah hambatan teknis, bagaimana menentukan apakah itu ilegal
Putusan di Zhejiang ini sangat berpengaruh, seluruh industri sedang memperhatikan
Virtual currency criminal cases telah menjadi perhatian dalam dua tahun terakhir. Dulu merupakan bidang yang kurang dikenal, kini menjadi fokus praktik peradilan. Terutama terkait pengenalan hukum terhadap kejahatan virtual currency, kejahatan perdagangan ilegal, dan jual beli USDT, semakin banyak sengketa hukum yang muncul. Banyak pelaku perdagangan virtual currency menghadapi satu pertanyaan: Apakah arbitrase lintas negara dengan U商 benar-benar melanggar hukum?
Mari kita lihat sebuah kasus典型——Kasus Zhao yang ditangani oleh Pengadilan Distrik Xihu, Hangzhou, Zhejiang pada tahun 2022. Pria ini dikenai tuduhan sebagai pelaku kejahatan perdagangan ilegal karena melakukan arbitrase lintas negara melalui jual beli virtual currency. Kasus ini juga masuk dalam daftar kasus典型 yang ditetapkan oleh Pengadilan Penuntut Umum Tertinggi dan Badan Pengelola Valuta Asing Nasional sebagai contoh penindakan terhadap kejahatan terkait virtual currency, sehingga memiliki bobot yang cukup tinggi.
Dari laporan kasus, dapat dilihat bahwa metode operasi Zhao adalah dengan melakukan jual beli USDT dan virtual currency lainnya untuk melakukan arbitrase lintas negara. Singkatnya, memanfaatkan selisih harga di berbagai bursa untuk mendapatkan keuntungan. Hasilnya? Operasi ini langsung dinyatakan sebagai kejahatan perdagangan ilegal.
Berdasarkan informasi yang saat ini dipublikasikan, muncul satu pertanyaan: Apakah setiap tindakan arbitrase lintas negara yang melibatkan virtual currency otomatis termasuk ke dalam kejahatan perdagangan ilegal? Di mana batas hukum dari penilaian ini? Apa lagi sengketa hukum yang perlu diklarifikasi di masa mendatang? Semua ini adalah hal yang harus dipahami oleh para pelaku industri.