Amerika Serikat kembali menunjukkan langkah baru di Mahkamah Agung. Berdasarkan sinyal terbaru, Mahkamah Agung kemungkinan akan mengeluarkan pendapat sekitar pukul 10 pagi waktu Timur AS hari Rabu, kali ini terkait kebijakan tarif global yang diterapkan oleh pemerintahan Trump. Pasar pun mulai menunjukkan gejolak lagi.
Ngomong-ngomong, Jumat lalu pasar juga memiliki ekspektasi serupa, lalu apa hasilnya? Pada 9 Januari, Mahkamah Agung secara langsung menyatakan bahwa hari itu tidak akan mengeluarkan putusan terkait tarif global berdasarkan (International Emergency Economic Powers Act) (IEEPA). Pasar menjadi sedikit bingung.
Kunci utama di sini adalah—Chief Justice John Roberts dan rekan-rekannya berulang kali menunda putusan, apa yang mungkin tersembunyi di balik itu? Posisi pengadilan mungkin sedang berubah secara diam-diam. Para analis mulai mencium adanya perubahan. Pandangan dari Evercore ISI cukup menarik: jika putusan benar-benar tertunda hingga setelah akhir Februari, situasi yang sebelumnya tampak tidak menguntungkan Trump bisa berbalik. Setiap penundaan satu minggu meningkatkan peluang kemenangan pemerintahan Trump sebesar satu poin. Meskipun saat ini institusi seperti Evercore ISI masih mempertahankan prediksi bahwa Trump mungkin kalah, mereka juga memperingatkan pasar untuk memperhatikan indikator ini.
Seberapa besar pengaruh putusan ini terhadap pasar? Pendapat para strategis terbagi dua. Ada yang khawatir penghapusan tarif akan menciptakan ketidakpastian dan memperlambat kinerja pasar saham; ada juga yang berpendapat sebaliknya, ini bisa merangsang pertumbuhan ekonomi. Ada juga skenario yang lebih mengerikan—jika pengadilan memutuskan tarif ilegal dan meminta pengembalian dana, keuangan AS akan terguncang. Trump sudah mengeluarkan pernyataan di media sosial, ini bisa melibatkan 'ratusan miliar dolar' dalam ganti rugi, dengan katanya sendiri, ini adalah 'kekacauan total'.
Sekarang yang penting adalah kapan Mahkamah Agung akan memutuskan. Analis dari Evercore ISI seperti Sarah Bianchi berpendapat, karena pengadilan menyadari pentingnya kasus ini, mereka seharusnya segera membuat keputusan. Tapi jika sampai akhir Februari belum ada putusan, itu akan menjadi sinyal positif bagi Trump dan pendukung tarif.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Amerika Serikat kembali menunjukkan langkah baru di Mahkamah Agung. Berdasarkan sinyal terbaru, Mahkamah Agung kemungkinan akan mengeluarkan pendapat sekitar pukul 10 pagi waktu Timur AS hari Rabu, kali ini terkait kebijakan tarif global yang diterapkan oleh pemerintahan Trump. Pasar pun mulai menunjukkan gejolak lagi.
Ngomong-ngomong, Jumat lalu pasar juga memiliki ekspektasi serupa, lalu apa hasilnya? Pada 9 Januari, Mahkamah Agung secara langsung menyatakan bahwa hari itu tidak akan mengeluarkan putusan terkait tarif global berdasarkan (International Emergency Economic Powers Act) (IEEPA). Pasar menjadi sedikit bingung.
Kunci utama di sini adalah—Chief Justice John Roberts dan rekan-rekannya berulang kali menunda putusan, apa yang mungkin tersembunyi di balik itu? Posisi pengadilan mungkin sedang berubah secara diam-diam. Para analis mulai mencium adanya perubahan. Pandangan dari Evercore ISI cukup menarik: jika putusan benar-benar tertunda hingga setelah akhir Februari, situasi yang sebelumnya tampak tidak menguntungkan Trump bisa berbalik. Setiap penundaan satu minggu meningkatkan peluang kemenangan pemerintahan Trump sebesar satu poin. Meskipun saat ini institusi seperti Evercore ISI masih mempertahankan prediksi bahwa Trump mungkin kalah, mereka juga memperingatkan pasar untuk memperhatikan indikator ini.
Seberapa besar pengaruh putusan ini terhadap pasar? Pendapat para strategis terbagi dua. Ada yang khawatir penghapusan tarif akan menciptakan ketidakpastian dan memperlambat kinerja pasar saham; ada juga yang berpendapat sebaliknya, ini bisa merangsang pertumbuhan ekonomi. Ada juga skenario yang lebih mengerikan—jika pengadilan memutuskan tarif ilegal dan meminta pengembalian dana, keuangan AS akan terguncang. Trump sudah mengeluarkan pernyataan di media sosial, ini bisa melibatkan 'ratusan miliar dolar' dalam ganti rugi, dengan katanya sendiri, ini adalah 'kekacauan total'.
Sekarang yang penting adalah kapan Mahkamah Agung akan memutuskan. Analis dari Evercore ISI seperti Sarah Bianchi berpendapat, karena pengadilan menyadari pentingnya kasus ini, mereka seharusnya segera membuat keputusan. Tapi jika sampai akhir Februari belum ada putusan, itu akan menjadi sinyal positif bagi Trump dan pendukung tarif.