【Trading Practice】Mengucapkan selamat tinggal pada identitas " penjudi", menjadi "pemilik kasino": Analisis mendalam fitur baru Binance dan panduan praktik penjual opsi
Pendahuluan: Potongan penting dalam infrastruktur keuangan dunia kripto
Dalam dua hari terakhir, terjadi sebuah peristiwa yang tampaknya tidak signifikan, tetapi sebenarnya berpotensi mengubah nasib banyak trader ritel—Binance secara resmi meningkatkan platform opsi mereka, memungkinkan pengguna biasa untuk “menulis opsi” (Writing Options/Shorting Options).
Banyak orang mungkin belum menyadari apa arti ini. Sebelumnya, sebagian besar produk opsi sederhana di bursa hanya mengizinkan pengguna menjadi “pembeli” (Buyer). Artinya, Anda hanya bisa membeli tiket lotere, entah menang besar (keuntungan cepat), atau kehilangan semuanya (nol). Ini secara esensial adalah bentuk perjudian dengan odds tinggi dan tingkat kemenangan rendah.
Dengan membuka hak “menjual”, berarti Anda bisa berada di sisi lain meja, menjadi “penjual tiket lotere”, yaitu “penjual opsi” atau “penjual”.
Di Wall Street, investor institusi mampu melewati pasar bullish dan bearish bukan karena prediksi yang tepat, tetapi karena menjual “volatilitas” untuk mendapatkan premi yang stabil. Ini dikenal sebagai mode “menangkap sewa”.
Analisis mendalam ini akan membongkar: mengapa “menjual opsi” adalah pelajaran wajib bagi trader ritel untuk naik tingkat menjadi trader profesional? Bagaimana memanfaatkan fitur ini di Binance untuk membangun strategi “keuntungan pasti”? Dan dalam kondisi apa Anda bisa bangkrut karena fitur ini?
Bab 1: Lompatan pola pikir—dari “Pemburu” ke “Petani”
1.1 Pembeli vs Penjual: Perjudian nilai harapan matematis
Sebelum masuk ke praktik, kita harus memahami logika dasar.
Pembeli opsi (Long Option):
Mentalitas: Pemburu.
Perilaku: Membayar premi, bertaruh akan ada pergerakan besar di masa depan.
Model keuntungan-rugi: Kerugian terbatas (hanya premi), potensi keuntungan tak terbatas (secara teori).
Tingkat kemenangan: Sangat rendah. Karena harus benar dalam arah, waktu, dan mengalahkan “depresiasi waktu”.
Penjual opsi (Short Option):
Mentalitas: Petani / pemilik sewa.
Perilaku: Mengumpulkan premi dari pembeli, berjanji untuk membeli atau menjual pada harga tertentu di masa depan.
Model keuntungan-rugi: Keuntungan terbatas (hanya premi), kerugian bisa besar (jika dijual tanpa lindung nilai).
Tingkat kemenangan: Sangat tinggi. Selama pasar tidak bergerak ekstrem, atau waktu berjalan, Anda tetap bisa untung.
1.2 Rahasia utama: Waktu adalah musuh pembeli, teman penjual
Model penetapan harga opsi (Black-Scholes) memiliki sebuah huruf Yunani bernama Theta (θ). Ini mewakili “penurunan nilai waktu”.
Jika Anda membeli opsi call, misalnya, dan harga kripto tetap datar, setiap hari nilai opsi Anda akan secara otomatis menyusut karena Theta. Hingga tanggal kedaluwarsa, jika harga tidak naik, nilai opsi akan menjadi nol.
Inti keuntungan penjual adalah “menyerap Theta”. Selama pasar datar, sedikit naik, sedikit turun, bahkan jika kenaikan tidak cukup cepat, penjual tetap untung. Inilah mengapa institusi lebih suka menjadi penjual—karena dalam pasar penuh ketidakpastian ini, “waktu yang berlalu” adalah satu-satunya hal yang pasti.
Bab 2: Strategi praktis satu—Covered Call: Teknik “menyedot” keuntungan dari hodler
Ini adalah strategi paling cocok untuk trader ritel, risiko paling rendah, dan juga favorit Warren Buffett. Jika Anda adalah hodler jangka panjang BTC atau ETH, Anda harus menguasai strategi ini.
2.1 Apa itu covered call?
Sederhananya: Anda memegang aset nyata (misalnya 1 ETH), dan sekaligus menjual opsi call dengan strike price di atas harga saat ini.
Identitas Anda: Anda punya aset, dan berjanji ke pasar: “Jika ETH naik ke harga tertentu, saya bersedia menjual ETH saya kepada Anda.”
Keuntungan Anda: Untuk mendapatkan hak beli ini, pihak lain harus membayar Anda sebuah uang tunai (premi).
2.2 Simulasi skenario (pengukuran matematis)
Misalnya kondisi saat ini:
Waktu: 17 Januari 2026
Harga ETH saat ini: $3,000
Operasi: Anda memegang 1 ETH, dan menjual 1 opsi call dengan waktu kedaluwarsa 1 bulan dan strike $3,500.
Pendapatan premi: Asumsikan harga pasar $100 ( yaitu 0.033 ETH).
Apa yang akan terjadi sebulan kemudian?
Skenario A: Harga jatuh drastis (ETH turun ke $2,000)
Hasil: Opsi tidak berlaku, tidak ada yang mau beli ETH Anda di $3,500.
Akun Anda: Masih memegang 1 ETH, tetapi nilainya berkurang. Tapi! Anda mendapatkan premi sebesar $100 . Premi ini seperti kantung udara, mengurangi kerugian Anda.
Kesimpulan: Mengalahkan memegang ETH saja.
Skenario B: Harga datar atau sedikit naik (ETH di antara $3,000 - $3,499)
Hasil: Opsi tetap tidak berlaku.
Akun Anda: ETH tetap di tangan, mungkin sedikit naik. Selain itu, Anda mendapatkan keuntungan tambahan sebesar $100.
Kesimpulan: Pendapatan meningkat! Ini disebut “menangkap sewa”. Jika tidak menjual opsi, selama sebulan ini Anda tidak mendapatkan apa-apa.
Skenario C: Harga melonjak (ETH naik ke $4,000)
Hasil: Opsi dieksekusi. Anda harus menjual ETH pada harga strike $3,500.
Akun Anda: Anda menjual ETH dan mendapatkan $3,500 + premi $100 = $3,600.
Kesimpulan: Meskipun untung dari $3,000 ke $3,600, Anda kehilangan potensi keuntungan maksimal karena harga pasar sebenarnya $4,000. Ini adalah risiko utama dari covered call: risiko “terbeli terlalu tinggi”.
2.3 Mengapa ini adalah teknik ajaib?
Bagi hodler, $3,500 sebenarnya adalah level take profit psikologis mereka.
Jika tidak naik: Saya tetap memegang ETH, mendapatkan premi.
Jika naik: Saya ambil keuntungan dan juga mendapatkan premi.
Kedua skenario ini nyaman, inilah pola pikir investasi yang sehat.
Bab 3: Strategi praktis kedua—Cash-Secured Put: “Membeli di dasar” ala Buffett
Anda ingin membeli Bitcoin di $90,000, tetapi harganya sekarang $95,000.
Trader ritel biasa apa yang dilakukan? Pasang limit order di $90,000, lalu menunggu.
Orang pintar apa yang dilakukan? Menjual Put.
3.1 Logika strategi
Menjual Put (opsi put) berarti: Anda berjanji ke pasar, “Jika harga turun ke $90,000, saya akan membeli dengan uang tunai.”
Karena Anda menyediakan “asuransi” ini, pasar harus membayar premi kepada Anda.
3.2 Simulasi skenario
Harga BTC saat ini: $95,000
Dana Anda: 90,000 USDT.
Operasi: Menjual 1 opsi put BTC dengan strike $90,000, kedaluwarsa 1 bulan.
Pendapatan premi: Asumsikan $2,000.
Apa yang akan terjadi sebulan kemudian?
Skenario A: Tidak turun (BTC tetap di $92,000 atau naik)
Hasil: Tidak ada yang mau jual BTC ke Anda di $90,000. Opsi tidak berlaku.
Keuntungan: Anda tidak mendapatkan harga dasar, tapi mendapatkan premi $2,000 secara cuma-cuma!
Pertimbangan: Jika limit order tidak terisi, Anda tidak mendapatkan apa-apa; menjual put tidak terisi, Anda punya cash flow. Imbal hasil tahunan bisa mencapai 20%-30%.
Skenario B: Harga turun melewati $85,000
Hasil: Opsi dieksekusi. Anda harus membeli 1 BTC di $90,000.
Analisis biaya: Anda membeli di $90,000, tetapi sudah menerima premi $2,000, jadi biaya efektif adalah $88,000!
Kesimpulan: Anda tidak hanya berhasil “membeli di dasar”, tetapi juga dengan biaya lebih rendah daripada membeli langsung di pasar spot.
3.3 “Senjata” beli di dasar yang sesungguhnya
Ini adalah metode Buffett membeli Coca-Cola. Jika Anda ingin membeli aset di harga tertentu, jangan pasang limit order, jual Put saja.
Dengan begitu, Anda bisa membeli di harga lebih rendah atau mendapatkan pendapatan tunai yang tinggi.
Bab 4: Siklus akhir—“Strategi Roda” (The Wheel Strategy)
Gabungkan kedua strategi di atas, dan Anda mendapatkan mesin uang paling klasik di pasar saham dan kripto.
Memegang USDT: Menjual Put out-of-the-money (OTM) untuk mendapatkan premi.
Jika tidak turun: Terus jual Put, terus dapatkan cash.
Jika turun (tereksekusi): Anda membeli BTC (aset nyata).
Memegang BTC: Saatnya menjual Call out-of-the-money (OTM) (covered call).
Jika tidak naik: Terus jual Call, terus dapatkan bunga dari posisi BTC.
Jika naik (tereksekusi): BTC Anda terjual, kembali ke USDT.
Kembali ke langkah awal.
Ini seperti siklus sempurna. Selama Anda yakin BTC akan naik jangka panjang, tetapi ada fluktuasi, strategi ini bisa membuat Anda seperti mesin cetak uang, terus “menangkap sewa” dari USDT dan BTC.
Bab 5: Detail fitur Binance dan risiko (Panduan wajib selamat)
Meskipun strateginya terdengar indah, beroperasi di Binance dengan leverage tinggi dan volatilitas besar memiliki beberapa detail penting dan risiko besar yang harus dipahami.
5.1 Sistem margin (Margin)
Menjadi penjual di Binance tidak gratis, Anda harus menahan margin.
Mode full margin: Binance biasanya memakai sistem akun tunggal. Artinya, USDT, BTC, bahkan ETH di akun kontrak Anda bisa digunakan sebagai margin.
Risiko: Jika Anda menjual opsi yang berlawanan arah (misalnya menjual Call dan harga melonjak), kerugian floating bisa membesar secara drastis. Jika margin tidak cukup, posisi Anda bisa dilikuidasi paksa! Ingat: Saat melakukan covered call, pastikan sistem mengenali bahwa Anda memegang aset nyata, sehingga sebagian besar margin bisa diabaikan.
5.2 Zona terlarang: Menjual Call tanpa lindung nilai (Naked Call)
Ini adalah cara tercepat trader ritel bangkrut.
Apa itu naked call? Anda tidak punya BTC, tetapi menjual opsi call BTC.
Akibat: Jika BTC melipatganda seperti awal 2024, kerugian tak terbatas. Contoh: menjual call di $50,000, harga naik ke $100,000. Anda berhutang $50,000. Jika naik ke $200,000, hutang Anda $150,000.
Peringatan: Kecuali Anda trader top, jangan pernah melakukan “naked”—selalu lakukan covered (memiliki aset sebelum menjual call).
5.3 Jebakan likuiditas
Walaupun volume opsi Binance besar, dibandingkan bursa opsi lama seperti Deribit, kedalaman order book di beberapa strike mungkin kurang.
Fenomena: Spread antara bid dan ask besar.
Saran praktis: Saat menjual, jangan pakai market order, gunakan limit order. Hitung harga yang masuk akal dan sabar menunggu transaksi.
5.4 Pilihan volatilitas implisit (IV)
Kapan waktu terbaik menjual opsi? Saat pasar panik atau sangat euforia.
IV (Implied Volatility): indikator penilaian harga opsi.
IV tinggi saat menjual: misalnya sebelum pemilihan umum, sebelum pengumuman ETF. Saat itu, suasana pasar sangat emosional, harga opsi tinggi, menjual saat ini seperti menjual payung saat hujan deras—harga paling mahal.
IV rendah saat menunggu: jika pasar sepi dan premi kecil, menjual opsi tidak efisien, lebih baik tidak dilakukan.
Bab 6: Ringkasan mendalam dan pembangunan mental
6.1 Orang yang cocok
Hodler: Memiliki banyak aset nyata, tidak mau menjual, ingin mendapatkan keuntungan dari posisi.
Investor berbasis USDT: Menganggap produk investasi 5% per tahun terlalu rendah, ingin mendapatkan 15%-30% dari menjual Put.
Trader pasar sideway: Perkiraan pasar tidak akan melonjak atau jatuh ekstrem dalam beberapa bulan ke depan.
6.2 Perangkap mental
Menjadi penjual paling sulit bukan karena teknis, tetapi karena “keserakahan”.
Setelah 10 kali berturut-turut mendapatkan keuntungan dari menjual Put, Anda akan merasa ini “makanan gratis”.
Lalu Anda mulai leverage lebih besar, menjual Put melebihi kemampuan modal.
Kemudian datang “angsa hitam” (misalnya keruntuhan FTX), pasar jatuh 30% dalam satu hari. Margin Anda langsung terkikis, keuntungan 10 kali sebelumnya hilang, bahkan berhutang ke bursa.
6.3 Prinsip utama
“Penjual adalah perusahaan asuransi, bukan penjudi.”
Perusahaan asuransi mendapatkan keuntungan dari probabilitas dan hukum angka besar, bukan dari menaruh taruhan bahwa kecelakaan tertentu tidak akan terjadi.
Kontrol leverage secara ketat: selalu anggap harga kripto akan anjlok setengahnya besok, apakah posisi Anda mampu bertahan?
Terima “terbeli terlalu tinggi”: saat melakukan covered call, jika harga melonjak, berikan selamat kepada pembeli, karena Anda sudah mendapatkan bagian yang seharusnya Anda dapatkan.
Sabar: Penjual mendapatkan uang dari waktu, bukan dari keuntungan cepat.
Penutup: Jalan wajib bagi trader ritel naik tingkat
Peluncuran fitur penjualan opsi di Binance menandai kematangan pasar derivatif kripto. Bagi trader ritel, ini adalah peluang emas untuk beralih dari “dijerat” menjadi “pengumpul nilai waktu”.
Namun, alat ini tidak baik atau buruk secara inheren, hanya otak yang teredukasi dengan pengetahuan yang mampu mengendalikannya.
Jika Anda mampu memahami artikel ini dan disiplin dalam menerapkan “covered call” dan “cash-secured put”, selamat! Anda tidak lagi menjadi “bawang” yang hanya mengikuti grafik dan spekulasi, tetapi investor matang yang mampu membangun benteng finansial dengan matematika keuangan.
Pasar saat ini, BTC di $95,000 mungkin terasa terlalu tinggi. Kalau takut kejar, mengapa tidak menjual satu Put dan menunggu pasar memberi “gaji” dari posisi ini?
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
【Trading Practice】Mengucapkan selamat tinggal pada identitas " penjudi", menjadi "pemilik kasino": Analisis mendalam fitur baru Binance dan panduan praktik penjual opsi
Pendahuluan: Potongan penting dalam infrastruktur keuangan dunia kripto
Dalam dua hari terakhir, terjadi sebuah peristiwa yang tampaknya tidak signifikan, tetapi sebenarnya berpotensi mengubah nasib banyak trader ritel—Binance secara resmi meningkatkan platform opsi mereka, memungkinkan pengguna biasa untuk “menulis opsi” (Writing Options/Shorting Options).
Banyak orang mungkin belum menyadari apa arti ini. Sebelumnya, sebagian besar produk opsi sederhana di bursa hanya mengizinkan pengguna menjadi “pembeli” (Buyer). Artinya, Anda hanya bisa membeli tiket lotere, entah menang besar (keuntungan cepat), atau kehilangan semuanya (nol). Ini secara esensial adalah bentuk perjudian dengan odds tinggi dan tingkat kemenangan rendah.
Dengan membuka hak “menjual”, berarti Anda bisa berada di sisi lain meja, menjadi “penjual tiket lotere”, yaitu “penjual opsi” atau “penjual”.
Di Wall Street, investor institusi mampu melewati pasar bullish dan bearish bukan karena prediksi yang tepat, tetapi karena menjual “volatilitas” untuk mendapatkan premi yang stabil. Ini dikenal sebagai mode “menangkap sewa”.
Analisis mendalam ini akan membongkar: mengapa “menjual opsi” adalah pelajaran wajib bagi trader ritel untuk naik tingkat menjadi trader profesional? Bagaimana memanfaatkan fitur ini di Binance untuk membangun strategi “keuntungan pasti”? Dan dalam kondisi apa Anda bisa bangkrut karena fitur ini?
Bab 1: Lompatan pola pikir—dari “Pemburu” ke “Petani”
1.1 Pembeli vs Penjual: Perjudian nilai harapan matematis
Sebelum masuk ke praktik, kita harus memahami logika dasar.
Pembeli opsi (Long Option):
Mentalitas: Pemburu. Perilaku: Membayar premi, bertaruh akan ada pergerakan besar di masa depan. Model keuntungan-rugi: Kerugian terbatas (hanya premi), potensi keuntungan tak terbatas (secara teori). Tingkat kemenangan: Sangat rendah. Karena harus benar dalam arah, waktu, dan mengalahkan “depresiasi waktu”.
Penjual opsi (Short Option):
Mentalitas: Petani / pemilik sewa. Perilaku: Mengumpulkan premi dari pembeli, berjanji untuk membeli atau menjual pada harga tertentu di masa depan. Model keuntungan-rugi: Keuntungan terbatas (hanya premi), kerugian bisa besar (jika dijual tanpa lindung nilai). Tingkat kemenangan: Sangat tinggi. Selama pasar tidak bergerak ekstrem, atau waktu berjalan, Anda tetap bisa untung.
1.2 Rahasia utama: Waktu adalah musuh pembeli, teman penjual
Model penetapan harga opsi (Black-Scholes) memiliki sebuah huruf Yunani bernama Theta (θ). Ini mewakili “penurunan nilai waktu”.
Jika Anda membeli opsi call, misalnya, dan harga kripto tetap datar, setiap hari nilai opsi Anda akan secara otomatis menyusut karena Theta. Hingga tanggal kedaluwarsa, jika harga tidak naik, nilai opsi akan menjadi nol.
Inti keuntungan penjual adalah “menyerap Theta”. Selama pasar datar, sedikit naik, sedikit turun, bahkan jika kenaikan tidak cukup cepat, penjual tetap untung. Inilah mengapa institusi lebih suka menjadi penjual—karena dalam pasar penuh ketidakpastian ini, “waktu yang berlalu” adalah satu-satunya hal yang pasti.
Bab 2: Strategi praktis satu—Covered Call: Teknik “menyedot” keuntungan dari hodler
Ini adalah strategi paling cocok untuk trader ritel, risiko paling rendah, dan juga favorit Warren Buffett. Jika Anda adalah hodler jangka panjang BTC atau ETH, Anda harus menguasai strategi ini.
2.1 Apa itu covered call?
Sederhananya: Anda memegang aset nyata (misalnya 1 ETH), dan sekaligus menjual opsi call dengan strike price di atas harga saat ini.
Identitas Anda: Anda punya aset, dan berjanji ke pasar: “Jika ETH naik ke harga tertentu, saya bersedia menjual ETH saya kepada Anda.” Keuntungan Anda: Untuk mendapatkan hak beli ini, pihak lain harus membayar Anda sebuah uang tunai (premi).
2.2 Simulasi skenario (pengukuran matematis)
Misalnya kondisi saat ini:
Waktu: 17 Januari 2026 Harga ETH saat ini: $3,000 Operasi: Anda memegang 1 ETH, dan menjual 1 opsi call dengan waktu kedaluwarsa 1 bulan dan strike $3,500. Pendapatan premi: Asumsikan harga pasar $100 ( yaitu 0.033 ETH).
Apa yang akan terjadi sebulan kemudian?
Skenario A: Harga jatuh drastis (ETH turun ke $2,000)
Hasil: Opsi tidak berlaku, tidak ada yang mau beli ETH Anda di $3,500. Akun Anda: Masih memegang 1 ETH, tetapi nilainya berkurang. Tapi! Anda mendapatkan premi sebesar $100 . Premi ini seperti kantung udara, mengurangi kerugian Anda. Kesimpulan: Mengalahkan memegang ETH saja.
Skenario B: Harga datar atau sedikit naik (ETH di antara $3,000 - $3,499)
Hasil: Opsi tetap tidak berlaku. Akun Anda: ETH tetap di tangan, mungkin sedikit naik. Selain itu, Anda mendapatkan keuntungan tambahan sebesar $100. Kesimpulan: Pendapatan meningkat! Ini disebut “menangkap sewa”. Jika tidak menjual opsi, selama sebulan ini Anda tidak mendapatkan apa-apa.
Skenario C: Harga melonjak (ETH naik ke $4,000)
Hasil: Opsi dieksekusi. Anda harus menjual ETH pada harga strike $3,500. Akun Anda: Anda menjual ETH dan mendapatkan $3,500 + premi $100 = $3,600. Kesimpulan: Meskipun untung dari $3,000 ke $3,600, Anda kehilangan potensi keuntungan maksimal karena harga pasar sebenarnya $4,000. Ini adalah risiko utama dari covered call: risiko “terbeli terlalu tinggi”.
2.3 Mengapa ini adalah teknik ajaib?
Bagi hodler, $3,500 sebenarnya adalah level take profit psikologis mereka.
Jika tidak naik: Saya tetap memegang ETH, mendapatkan premi. Jika naik: Saya ambil keuntungan dan juga mendapatkan premi. Kedua skenario ini nyaman, inilah pola pikir investasi yang sehat.
Bab 3: Strategi praktis kedua—Cash-Secured Put: “Membeli di dasar” ala Buffett
Anda ingin membeli Bitcoin di $90,000, tetapi harganya sekarang $95,000. Trader ritel biasa apa yang dilakukan? Pasang limit order di $90,000, lalu menunggu. Orang pintar apa yang dilakukan? Menjual Put.
3.1 Logika strategi
Menjual Put (opsi put) berarti: Anda berjanji ke pasar, “Jika harga turun ke $90,000, saya akan membeli dengan uang tunai.” Karena Anda menyediakan “asuransi” ini, pasar harus membayar premi kepada Anda.
3.2 Simulasi skenario
Harga BTC saat ini: $95,000 Dana Anda: 90,000 USDT. Operasi: Menjual 1 opsi put BTC dengan strike $90,000, kedaluwarsa 1 bulan. Pendapatan premi: Asumsikan $2,000.
Apa yang akan terjadi sebulan kemudian?
Skenario A: Tidak turun (BTC tetap di $92,000 atau naik)
Hasil: Tidak ada yang mau jual BTC ke Anda di $90,000. Opsi tidak berlaku. Keuntungan: Anda tidak mendapatkan harga dasar, tapi mendapatkan premi $2,000 secara cuma-cuma! Pertimbangan: Jika limit order tidak terisi, Anda tidak mendapatkan apa-apa; menjual put tidak terisi, Anda punya cash flow. Imbal hasil tahunan bisa mencapai 20%-30%.
Skenario B: Harga turun melewati $85,000
Hasil: Opsi dieksekusi. Anda harus membeli 1 BTC di $90,000. Analisis biaya: Anda membeli di $90,000, tetapi sudah menerima premi $2,000, jadi biaya efektif adalah $88,000! Kesimpulan: Anda tidak hanya berhasil “membeli di dasar”, tetapi juga dengan biaya lebih rendah daripada membeli langsung di pasar spot.
3.3 “Senjata” beli di dasar yang sesungguhnya
Ini adalah metode Buffett membeli Coca-Cola. Jika Anda ingin membeli aset di harga tertentu, jangan pasang limit order, jual Put saja. Dengan begitu, Anda bisa membeli di harga lebih rendah atau mendapatkan pendapatan tunai yang tinggi.
Bab 4: Siklus akhir—“Strategi Roda” (The Wheel Strategy)
Gabungkan kedua strategi di atas, dan Anda mendapatkan mesin uang paling klasik di pasar saham dan kripto.
Memegang USDT: Menjual Put out-of-the-money (OTM) untuk mendapatkan premi. Jika tidak turun: Terus jual Put, terus dapatkan cash. Jika turun (tereksekusi): Anda membeli BTC (aset nyata). Memegang BTC: Saatnya menjual Call out-of-the-money (OTM) (covered call). Jika tidak naik: Terus jual Call, terus dapatkan bunga dari posisi BTC. Jika naik (tereksekusi): BTC Anda terjual, kembali ke USDT. Kembali ke langkah awal.
Ini seperti siklus sempurna. Selama Anda yakin BTC akan naik jangka panjang, tetapi ada fluktuasi, strategi ini bisa membuat Anda seperti mesin cetak uang, terus “menangkap sewa” dari USDT dan BTC.
Bab 5: Detail fitur Binance dan risiko (Panduan wajib selamat)
Meskipun strateginya terdengar indah, beroperasi di Binance dengan leverage tinggi dan volatilitas besar memiliki beberapa detail penting dan risiko besar yang harus dipahami.
5.1 Sistem margin (Margin)
Menjadi penjual di Binance tidak gratis, Anda harus menahan margin.
Mode full margin: Binance biasanya memakai sistem akun tunggal. Artinya, USDT, BTC, bahkan ETH di akun kontrak Anda bisa digunakan sebagai margin. Risiko: Jika Anda menjual opsi yang berlawanan arah (misalnya menjual Call dan harga melonjak), kerugian floating bisa membesar secara drastis. Jika margin tidak cukup, posisi Anda bisa dilikuidasi paksa! Ingat: Saat melakukan covered call, pastikan sistem mengenali bahwa Anda memegang aset nyata, sehingga sebagian besar margin bisa diabaikan.
5.2 Zona terlarang: Menjual Call tanpa lindung nilai (Naked Call)
Ini adalah cara tercepat trader ritel bangkrut.
Apa itu naked call? Anda tidak punya BTC, tetapi menjual opsi call BTC. Akibat: Jika BTC melipatganda seperti awal 2024, kerugian tak terbatas. Contoh: menjual call di $50,000, harga naik ke $100,000. Anda berhutang $50,000. Jika naik ke $200,000, hutang Anda $150,000. Peringatan: Kecuali Anda trader top, jangan pernah melakukan “naked”—selalu lakukan covered (memiliki aset sebelum menjual call).
5.3 Jebakan likuiditas
Walaupun volume opsi Binance besar, dibandingkan bursa opsi lama seperti Deribit, kedalaman order book di beberapa strike mungkin kurang.
Fenomena: Spread antara bid dan ask besar. Saran praktis: Saat menjual, jangan pakai market order, gunakan limit order. Hitung harga yang masuk akal dan sabar menunggu transaksi.
5.4 Pilihan volatilitas implisit (IV)
Kapan waktu terbaik menjual opsi? Saat pasar panik atau sangat euforia.
IV (Implied Volatility): indikator penilaian harga opsi. IV tinggi saat menjual: misalnya sebelum pemilihan umum, sebelum pengumuman ETF. Saat itu, suasana pasar sangat emosional, harga opsi tinggi, menjual saat ini seperti menjual payung saat hujan deras—harga paling mahal. IV rendah saat menunggu: jika pasar sepi dan premi kecil, menjual opsi tidak efisien, lebih baik tidak dilakukan.
Bab 6: Ringkasan mendalam dan pembangunan mental
6.1 Orang yang cocok
Hodler: Memiliki banyak aset nyata, tidak mau menjual, ingin mendapatkan keuntungan dari posisi. Investor berbasis USDT: Menganggap produk investasi 5% per tahun terlalu rendah, ingin mendapatkan 15%-30% dari menjual Put. Trader pasar sideway: Perkiraan pasar tidak akan melonjak atau jatuh ekstrem dalam beberapa bulan ke depan.
6.2 Perangkap mental
Menjadi penjual paling sulit bukan karena teknis, tetapi karena “keserakahan”.
Setelah 10 kali berturut-turut mendapatkan keuntungan dari menjual Put, Anda akan merasa ini “makanan gratis”. Lalu Anda mulai leverage lebih besar, menjual Put melebihi kemampuan modal. Kemudian datang “angsa hitam” (misalnya keruntuhan FTX), pasar jatuh 30% dalam satu hari. Margin Anda langsung terkikis, keuntungan 10 kali sebelumnya hilang, bahkan berhutang ke bursa.
6.3 Prinsip utama
“Penjual adalah perusahaan asuransi, bukan penjudi.” Perusahaan asuransi mendapatkan keuntungan dari probabilitas dan hukum angka besar, bukan dari menaruh taruhan bahwa kecelakaan tertentu tidak akan terjadi.
Kontrol leverage secara ketat: selalu anggap harga kripto akan anjlok setengahnya besok, apakah posisi Anda mampu bertahan? Terima “terbeli terlalu tinggi”: saat melakukan covered call, jika harga melonjak, berikan selamat kepada pembeli, karena Anda sudah mendapatkan bagian yang seharusnya Anda dapatkan. Sabar: Penjual mendapatkan uang dari waktu, bukan dari keuntungan cepat.
Penutup: Jalan wajib bagi trader ritel naik tingkat
Peluncuran fitur penjualan opsi di Binance menandai kematangan pasar derivatif kripto. Bagi trader ritel, ini adalah peluang emas untuk beralih dari “dijerat” menjadi “pengumpul nilai waktu”.
Namun, alat ini tidak baik atau buruk secara inheren, hanya otak yang teredukasi dengan pengetahuan yang mampu mengendalikannya.
Jika Anda mampu memahami artikel ini dan disiplin dalam menerapkan “covered call” dan “cash-secured put”, selamat! Anda tidak lagi menjadi “bawang” yang hanya mengikuti grafik dan spekulasi, tetapi investor matang yang mampu membangun benteng finansial dengan matematika keuangan.
Pasar saat ini, BTC di $95,000 mungkin terasa terlalu tinggi. Kalau takut kejar, mengapa tidak menjual satu Put dan menunggu pasar memberi “gaji” dari posisi ini?