最近 pasar memiliki pengamatan menarik: meskipun cryptocurrency sedang naik, kenaikannya tidak se-efisien saham「lebih menguntungkan」.
Strategi komoditas dari Bloomberg Intelligence baru-baru ini mengungkapkan fakta yang menyakitkan. Menggunakan indeks cryptocurrency Bloomberg Galaxy (BGCI) sebagai contoh, dari akhir 2017 hingga 30 Desember tahun ini, kenaikan kumulatif sekitar 90%, terdengar cukup bagus. Tapi dibandingkan dengan kenaikan total kapitalisasi pasar saham global, keduanya sebenarnya hampir sama. Masalahnya—volatilitas tahunan cryptocurrency sekitar 7 kali lebih tinggi.
Apa artinya ini? Menurut trader: Anda menanggung risiko 7 kali lebih besar, tetapi tidak mendapatkan imbal hasil lebih dari itu. Ini bukan sekadar “tidak menguntungkan”, melainkan mengirim sinyal yang lebih berbahaya: siklus kenaikan cepat aset risiko saat ini mungkin sudah mendekati akhir.
Para analis industri yang berpengalaman juga memperhatikan fenomena ini. Aset berisiko tinggi biasanya mendapatkan premi saat pasar sedang panas, tetapi ketika rasio risiko-imbalan berbalik, itu sering menandakan bahwa momentum pertumbuhan mulai melemah. Bagi investor, ini adalah peringatan yang patut dipikirkan—tidak semua kenaikan layak dikejar.
Dari sudut pandang makro, fenomena “volatilitas tinggi dengan imbal hasil rendah” di pasar cryptocurrency ini sedang menjadi indikator titik balik. Ketika aset risiko mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan, peralihan siklus mungkin tidak akan lama lagi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Ketidakseimbangan rasio risiko-imbalan aset kripto, kenaikan cepat aset risiko dalam putaran ini mungkin memasuki hitungan mundur
最近 pasar memiliki pengamatan menarik: meskipun cryptocurrency sedang naik, kenaikannya tidak se-efisien saham「lebih menguntungkan」.
Strategi komoditas dari Bloomberg Intelligence baru-baru ini mengungkapkan fakta yang menyakitkan. Menggunakan indeks cryptocurrency Bloomberg Galaxy (BGCI) sebagai contoh, dari akhir 2017 hingga 30 Desember tahun ini, kenaikan kumulatif sekitar 90%, terdengar cukup bagus. Tapi dibandingkan dengan kenaikan total kapitalisasi pasar saham global, keduanya sebenarnya hampir sama. Masalahnya—volatilitas tahunan cryptocurrency sekitar 7 kali lebih tinggi.
Apa artinya ini? Menurut trader: Anda menanggung risiko 7 kali lebih besar, tetapi tidak mendapatkan imbal hasil lebih dari itu. Ini bukan sekadar “tidak menguntungkan”, melainkan mengirim sinyal yang lebih berbahaya: siklus kenaikan cepat aset risiko saat ini mungkin sudah mendekati akhir.
Para analis industri yang berpengalaman juga memperhatikan fenomena ini. Aset berisiko tinggi biasanya mendapatkan premi saat pasar sedang panas, tetapi ketika rasio risiko-imbalan berbalik, itu sering menandakan bahwa momentum pertumbuhan mulai melemah. Bagi investor, ini adalah peringatan yang patut dipikirkan—tidak semua kenaikan layak dikejar.
Dari sudut pandang makro, fenomena “volatilitas tinggi dengan imbal hasil rendah” di pasar cryptocurrency ini sedang menjadi indikator titik balik. Ketika aset risiko mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan, peralihan siklus mungkin tidak akan lama lagi.