Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Bank Sentral Tiongkok Kembali Melancarkan Serangan Keras terhadap Cryptocurrency, Beberapa Departemen Bersama-sama Memperkuat Sikap Pengawasan
Risiko pengelolaan mata uang virtual kembali menjadi fokus utama pengawasan di China. Baru-baru ini, People’s Bank of China bekerja sama dengan beberapa departemen pemerintah mengadakan pertemuan koordinasi mengenai spekulasi perdagangan mata uang virtual, menegaskan kembali sikap keras terhadap bidang ini. Pernyataan kebijakan kali ini dianggap sebagai pengumuman publik paling berat sejak pelarangan total penambangan cryptocurrency pada tahun 2021.
Bank Sentral Bersama 13 Departemen, Tingkat Pengawasan Mencapai Rekor Tertinggi
Pada akhir November, People’s Bank of China mengadakan “Pertemuan Mekanisme Koordinasi Penanggulangan Spekulasi Perdagangan Mata uang Virtual”, yang melibatkan perwakilan dari 13 departemen pemerintah termasuk Kementerian Keamanan Publik, Central Cyberspace Affairs Commission, Central Financial Work Commission, dan Supreme People’s Court. Formasi ini secara penuh menunjukkan tekad China dalam mengatur mata uang virtual.
Berdasarkan pernyataan bank sentral, China telah melarang secara menyeluruh perdagangan cryptocurrency sejak 2017, dan pada 2021, memperkuat kebijakan dengan melarang sepenuhnya penambangan cryptocurrency. Selama bertahun-tahun, berbagai kementerian telah mencapai hasil nyata dalam memberantas spekulasi perdagangan mata uang virtual, dan kekacauan terkait telah diatasi secara efektif. Namun, belakangan ini, dipengaruhi oleh berbagai faktor, spekulasi mata uang virtual mulai meningkat, dan aktivitas kriminal terkait sering terjadi, menimbulkan tantangan baru dalam pengendalian risiko keuangan.
Stablecoin Menjadi Fokus Pengawasan, Potensi Pencucian Uang Menjadi Perhatian
Dalam pertemuan koordinasi ini, stablecoin menjadi salah satu fokus perhatian utama. Bank sentral China secara tegas menyatakan bahwa stablecoin memiliki banyak celah pengawasan. Pertama, stablecoin “tidak mampu memenuhi persyaratan identifikasi pelanggan dan anti pencucian uang secara efektif”, yang secara langsung mengancam keamanan sistem keuangan.
Lebih dari itu, stablecoin mudah digunakan untuk pencucian uang, penipuan pengumpulan dana, dan transfer lintas batas ilegal. Potensi risiko ini menjadikan ekosistem mata uang virtual sebagai tempat berkembang biaknya kejahatan, membahayakan keamanan properti rakyat dan ketertiban ekonomi keuangan. Bank sentral menegaskan bahwa semua unit akan terus memberantas aktivitas keuangan ilegal terkait mata uang virtual, memperkuat berbagi informasi, dan meningkatkan kemampuan pemantauan secara lebih ketat, serta menindak tegas kegiatan kriminal ilegal.
Kebijakan Hong Kong Berbeda, Kontras dengan Kebijakan China
Menariknya, sementara China tetap teguh melarang mata uang virtual, Hong Kong dalam dua tahun terakhir mengambil pendekatan yang sangat berbeda. Hong Kong secara aktif mendorong pengembangan industri cryptocurrency, membangun sistem perizinan untuk bursa dan penerbit stablecoin, dan menarik banyak perusahaan internasional untuk beroperasi.
Sikap terbuka ini juga menarik perhatian raksasa teknologi dari daratan China. Ant Group dan JD.com pernah menyatakan minat mereka untuk menerbitkan stablecoin “Offshore Renminbi” di Hong Kong, sebagai upaya memperluas bisnis. Namun, setelah Bank Sentral China dan Central Cyberspace Affairs Commission secara tegas meminta “untuk tidak melanjutkan”, kedua perusahaan tersebut saat ini telah menunda rencana terkait stablecoin.
Langkah pengendalian ini mencerminkan sikap China dalam masalah mata uang virtual. Baik perusahaan yang beroperasi di daratan maupun di Hong Kong harus mematuhi garis kebijakan Bank Sentral China. Tekad China dalam mencegah risiko mata uang virtual tidak berubah karena wilayah, dan sikap konsisten ini memberikan perlindungan kuat terhadap stabilitas tatanan keuangan.