Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Indeks dolar AS menembus di bawah 96.55, yen Jepang melakukan serangan balik di tengah ekspektasi penurunan suku bunga dan pertemuan Federal Reserve menjadi kunci
Dolar AS Indeks DXY hari ini mengalami penurunan lebih dari 0.5%, saat ini berada di 96.55. Meskipun penurunan ini terlihat kecil, namun sebenarnya mencerminkan perubahan mendalam di pasar mata uang global. Dari penurunan mingguan sebesar 1.6% (terbesar dalam 8 bulan) hingga penurunan berkelanjutan hari ini, dolar menghadapi tekanan dari berbagai arah. Yang lebih penting lagi, keputusan suku bunga Federal Reserve akan diumumkan pada 29 Januari WIB, yang berpotensi menjadi titik balik pergerakan dolar.
Mengapa Dolar Terus Melemah
Indeks Dolar AS dari posisi tertinggi awal tahun terus menurun ke 96.55, didorong oleh tiga faktor utama.
Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Meningkat Sebagai Penyebab Utama
Ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve mengalami perubahan signifikan. Berdasarkan data terbaru, probabilitas Fed mempertahankan suku bunga federal fund di kisaran 3.50%-3.75% adalah 100%, namun perbedaan utama terletak pada waktu penurunan suku bunga. Pasar telah sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan penurunan pertama sebesar 25 basis poin pada Juli, bahkan beberapa ekonom memperkirakan penurunan bisa tertunda hingga Juni atau lebih lambat. Ekspektasi penurunan suku bunga ini langsung menekan daya tarik dolar, karena lingkungan suku bunga rendah biasanya menyebabkan depresiasi dolar.
Intervensi Yen Menghancurkan Keseimbangan
Setelah Perdana Menteri Jepang baru, Suga Yoshihide, mengambil alih, sikapnya keras dan mengancam akan melakukan intervensi terhadap nilai tukar. Yen meroket 1.7%, sempat menembus level 155. Di balik ini adalah langkah nyata pemerintah Jepang—Amerika Serikat merencanakan “intervensi yen”, mencetak dolar baru secara langsung untuk membeli yen. Intervensi kebijakan ini secara langsung melemahkan posisi relatif dolar, dan serangan balik yen juga mendorong penguatan euro, franc Swiss, dan mata uang non-AS lainnya.
Ketidakpastian Politik dan Risiko Geopolitik
Kebijakan Trump yang berulang, konflik di Timur Tengah yang berkelanjutan, krisis pelayaran di Laut Merah, dan faktor lainnya terus menciptakan ketidakpastian. Investor cenderung menghindari risiko dolar dalam situasi ini dan beralih ke aset safe haven. Ini menjelaskan mengapa emas mendekati USD 5000, dan perak menembus USD 100, sementara dolar melemah.
Reaksi Pasar terhadap Pelemahan Dolar
Penurunan nilai dolar bukanlah kejadian yang berdiri sendiri, melainkan memicu penyesuaian ulang harga aset global.
Diferensiasi ini mencerminkan logika pasar yang sesungguhnya: pelemahan dolar pada dasarnya berasal dari ekspektasi pelonggaran kebijakan Fed, yang sekaligus menekan performa aset risiko.
Rapat Federal Reserve: Titik Balik Kunci
Keputusan Fed yang akan diumumkan pada 29 Januari WIB akan menjadi penentu utama arah pergerakan dolar selanjutnya. Saat ini, pasar sangat sepakat—suku bunga akan dipertahankan. Namun, yang menjadi perhatian utama adalah pernyataan Powell:
Jika kebijakan menggunakan bahasa dovish, ini akan memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga, dan dolar kemungkinan akan terus tertekan, sementara emas dan perak berpotensi naik lagi. Jika sinyal hawkish dikeluarkan, dolar berpotensi rebound, dan lingkungan suku bunga tinggi akan menekan performa aset risiko.
Saat ini, sentimen pasar opsi yang bearish berada di level tinggi, namun spekulan secara diam-diam mengurangi posisi short, yang mengindikasikan adanya ketidaksepakatan di pasar terhadap hasil rapat Fed.
Kesimpulan
Indeks dolar dari posisi tertinggi turun ke 96.55, mencerminkan penyesuaian ulang harga pasar global terhadap ekspektasi pelonggaran kebijakan Fed, ditambah intervensi kebijakan yen dan risiko geopolitik. Emas dan perak yang menguat serta penguatan mata uang non-AS mengonfirmasi tren ini. Namun, keputusan utama ada di tangan Fed—keputusan suku bunga dan pernyataan Powell akan menentukan apakah dolar bisa bertahan di sekitar 96.55 atau terus menurun. Bagi trader, ketidakpastian saat ini menciptakan peluang, tetapi juga membawa risiko.