Kota Mana yang Memiliki Jumlah Jutawan Terbanyak? Analisis Distribusi Kekayaan Global 2025

Pernah bertanya-tanya kota mana yang memiliki jumlah jutawan terbanyak? Menurut Laporan Kota Terkaya di Dunia 2025 oleh Henley & Partners, jawaban mengungkap banyak hal tentang pusat kekuatan ekonomi global. Analisis komprehensif ini memeriksa populasi, jutawan penduduk, centimillionaire ($100M+), dan miliarder di pusat kota paling makmur di dunia—menunjukkan kepada kita di mana kekayaan terkonsentrasi sebenarnya.

New York City menduduki posisi teratas, dengan 384.500 jutawan dari total penduduk 8,5 juta. Yang mencolok bukan hanya jumlahnya yang besar, tetapi trajektori pertumbuhannya: pemilik kekayaan ini bertumbuh 45% antara 2014 dan 2024. Bay Area mengikuti dengan 342.400 jutawan, tetapi dengan ekspansi yang bahkan lebih mengesankan, mencatat pertumbuhan sebesar 98% selama dekade yang sama. Bersama-sama, kedua metro Amerika ini menunjukkan mengapa kota dengan jumlah jutawan terbanyak cenderung menjadi pusat inovasi dan keuangan.

Dominasi Tak T terbantahkan Amerika dalam Konsentrasi Jutawan

Amerika Serikat mengklaim 22% dari 50 kota jutawan teratas secara global, mengisi 11 dari posisi teratas. Di luar pemimpin pasar, Los Angeles berada di peringkat kelima dengan 220.600 jutawan (pertumbuhan 35%), sementara Chicago menempati posisi kesepuluh dengan 127.100. Houston, Dallas, Austin, Seattle, Boston, Miami, dan Washington D.C. melengkapi penampilan mengesankan Amerika—masing-masing mewakili ekosistem ekonomi yang berbeda namun menarik populasi beraset tinggi yang signifikan.

Dominasi Amerika ini mencerminkan beberapa faktor: pasar keuangan yang mapan, konsentrasi industri teknologi, apresiasi properti, dan puluhan tahun akumulasi modal. Kota-kota dengan jumlah jutawan terbanyak di Amerika cenderung berkumpul di sekitar pusat keuangan warisan atau pusat teknologi yang sedang berkembang.

Pusat Kekayaan Asia: Perbatasan Pertumbuhan Baru

Kisah kekayaan Asia menceritakan narasi berbeda—satu pertumbuhan yang sangat pesat. Tokyo mempertahankan posisi ketiga terbesar dengan 292.300 jutawan, meskipun tingkat pertumbuhannya 4% kalah dibanding pesaing yang sedang berkembang. Singapura menempatkan dirinya sebagai pusat pengelolaan kekayaan Asia dengan 242.400 jutawan dan pertumbuhan 62%, sekaligus memiliki salah satu konsentrasi tertinggi relatif terhadap ukuran populasi (6 juta penduduk).

Kisah nyata muncul di kota-kota tingkat satu di China. Beijing menampung 114.300 jutawan dengan pertumbuhan 72%, sementara Shanghai memiliki 110.500 dengan pertumbuhan 67%. Yang paling mencolok, Shenzhen—dulu desa nelayan—sekarang memiliki 50.800 jutawan dengan tingkat pertumbuhan yang mencengangkan 142% sejak 2014. Hong Kong mempertahankan 154.900 jutawan meskipun kondisi yang menantang. Mumbai, pusat keuangan India, menunjukkan pertumbuhan 69% dengan 51.200 jutawan, mencerminkan munculnya ekonomi Asia Selatan.

Kota-kota dengan jumlah jutawan terbanyak di Asia semakin mencerminkan pergeseran ekonomi regional. Pertumbuhan Hangzhou sebesar 108% dan Guangzhou sebesar 88% menunjukkan bahwa konsentrasi jutawan sedang bermigrasi ke pusat manufaktur dan perdagangan daripada tetap di kota-kota ibu kota saja.

Stabilitas Eropa dan Pertumbuhan Selektif

Eropa menunjukkan trajektori yang lebih terkendali. London berada di posisi keenam dengan 215.700 jutawan tetapi mengalami penurunan -12%—sebuah refleksi dari migrasi modal terkait Brexit. Paris mempertahankan 160.100 jutawan dengan pertumbuhan modest 5%. Pusat kekayaan tradisional ini tetap memiliki populasi yang besar meskipun menghadapi tantangan geopolitik.

Performa yang lebih dinamis muncul di tempat lain: Dubai, meskipun secara teknis di Timur Tengah, tumbuh luar biasa sebesar 102% menjadi 81.200 jutawan. Moskow memiliki 30.000 jutawan tetapi mengalami penurunan -25%. Kota kembar Swiss—Zurich (77.800 jutawan, pertumbuhan 10%) dan Geneva (70.200 jutawan, pertumbuhan 26%)—terus berfungsi sebagai pusat pelestarian kekayaan global. Frankfurt, Milan, Vienna, dan Amsterdam masing-masing mempertahankan peran khas dalam arsitektur kekayaan Eropa.

Kota Pertumbuhan Cepat: Tempat Jutawan Bertambah Paling Cepat

Selain pemimpin populasi, kota-kota berkembang tertentu menunjukkan ekspansi yang sangat pesat. Dallas bertumbuh 85% menjadi 72.400 jutawan. Austin melonjak 90%, Houston 75%, dan Washington D.C. berkembang 92%—semua mencerminkan redistribusi kekayaan geografis Amerika. Vancouver bertumbuh 52%, Melbourne 36%, dan Perth 32%.

Di Asia, metrik pertumbuhan menjadi luar biasa. Pertumbuhan Hangzhou sebesar 108% dengan 32.200 jutawan menunjukkan bagaimana konsentrasi ekonomi digital menciptakan kekayaan. Pertumbuhan Shenzhen sebesar 142% mendefinisikan ulang seperti apa akumulasi kekayaan yang cepat. Angka-angka ini menunjukkan bahwa kota-kota dengan jumlah jutawan terbanyak sedang bergeser secara geografis seiring pusat kekuatan ekonomi itu sendiri bergeser.

Memahami Distribusi Jutawan Global

Laporan 2025 mengungkapkan bahwa konsentrasi jutawan mengikuti aliran modal. Disrupsi teknologi mendorong penciptaan kekayaan di Austin dan Shenzhen. Apresiasi properti terkonsentrasi di pasar mapan seperti New York dan London. Posisi strategis dalam jalur perdagangan global menetapkan kekayaan di Singapura dan Dubai. Liberalisasi keuangan menciptakan kekayaan di metro India.

Kota-kota dengan jumlah jutawan terbanyak memiliki karakteristik tertentu: infrastruktur keuangan yang maju, kejelasan regulasi, aksesibilitas properti, dan toleransi budaya terhadap akumulasi kekayaan. Namun tingkat pertumbuhan menunjukkan kekayaan semakin mobile, mengikuti peluang daripada tetap terikat pada pusat keuangan tradisional.

Data ini mencakup 384.500 jutawan di New York City, 342.400 di Bay Area, hingga pusat kekayaan yang semakin khusus di tempat seperti Lisbon (22.200 jutawan) dan Dublin (22.300 jutawan). Luasnya distribusi ini—dari kota-kota super-kaya hingga pusat kemakmuran yang sedang berkembang—mengilustrasikan bagaimana kekayaan global telah terkonsentrasi sekaligus tersebar secara bersamaan.

Baik untuk menganalisis kota mana yang memiliki jumlah jutawan terbanyak untuk tujuan investasi, pertimbangan relokasi, maupun sekadar rasa ingin tahu ekonomi, data 2025 menawarkan arahan yang jelas: kekayaan terkonsentrasi di sekitar inovasi (Bay Area), keuangan warisan (New York, London), skala manufaktur (Shenzhen, Shanghai), dan posisi strategis (Singapura, Dubai). Jawaban atas pertanyaan Anda sepenuhnya tergantung pada faktor mana yang paling Anda hargai dalam pusat kekayaan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)