Potensi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve kini menghadapi hambatan tak terduga: ketegangan politik yang meningkat antara Presiden Trump dan Powell terkait nasib ketua Fed. Menurut laporan, bentrokan ini telah memecah hubungan di dalam kalangan Republik dan menciptakan hambatan signifikan terhadap keputusan kebijakan moneter. ## Anggota Kongres Republik Membuat Garis Perang Konflik ini telah mendorong tokoh-tokoh Republik terkemuka untuk mengambil sikap keras. Senator Tillis muncul sebagai suara utama perlawanan, secara terbuka berkomitmen untuk memblokir semua nominasi Federal Reserve sampai penyelidikan yang lebih luas selesai. Posisi ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih dalam di Kongres tentang penyalahgunaan kekuasaan eksekutif dalam urusan bank sentral. Alih-alih mundur dari konfrontasi, Trump malah memperkuat posisinya, bahkan menyiapkan rencana cadangan yang akan menunda konfirmasi senator Walsh yang diinginkan hingga 2027, saat masa jabatan Tillis berakhir. ## Kebijakan Moneter Terjebak Antara Politik dan Pasar Implikasi yang lebih luas melampaui konflik personal. Lembaga keuangan tetap sangat khawatir bahwa selama Trump tidak menghentikan tindakan hukumnya terhadap Powell, Fed akan menghadapi disfungsi internal yang dapat menunda penyesuaian suku bunga yang diperlukan. Ketegangan ini menunjukkan bagaimana ketegangan politik antar cabang pemerintahan dapat secara langsung mempengaruhi keputusan kebijakan ekonomi yang berdampak pada pasar dan kondisi keuangan sehari-hari. Kebuntuan politik yang muncul seputar kepemimpinan Fed menyoroti keseimbangan rapuh antara tekanan eksekutif dan independensi institusional, meninggalkan para investor tidak pasti tentang waktu dan arah langkah kebijakan moneter di masa depan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Konflik Trump-Powell Memicu Kerusuhan Politik Baru tentang Kepemimpinan Fed
Potensi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve kini menghadapi hambatan tak terduga: ketegangan politik yang meningkat antara Presiden Trump dan Powell terkait nasib ketua Fed. Menurut laporan, bentrokan ini telah memecah hubungan di dalam kalangan Republik dan menciptakan hambatan signifikan terhadap keputusan kebijakan moneter. ## Anggota Kongres Republik Membuat Garis Perang Konflik ini telah mendorong tokoh-tokoh Republik terkemuka untuk mengambil sikap keras. Senator Tillis muncul sebagai suara utama perlawanan, secara terbuka berkomitmen untuk memblokir semua nominasi Federal Reserve sampai penyelidikan yang lebih luas selesai. Posisi ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih dalam di Kongres tentang penyalahgunaan kekuasaan eksekutif dalam urusan bank sentral. Alih-alih mundur dari konfrontasi, Trump malah memperkuat posisinya, bahkan menyiapkan rencana cadangan yang akan menunda konfirmasi senator Walsh yang diinginkan hingga 2027, saat masa jabatan Tillis berakhir. ## Kebijakan Moneter Terjebak Antara Politik dan Pasar Implikasi yang lebih luas melampaui konflik personal. Lembaga keuangan tetap sangat khawatir bahwa selama Trump tidak menghentikan tindakan hukumnya terhadap Powell, Fed akan menghadapi disfungsi internal yang dapat menunda penyesuaian suku bunga yang diperlukan. Ketegangan ini menunjukkan bagaimana ketegangan politik antar cabang pemerintahan dapat secara langsung mempengaruhi keputusan kebijakan ekonomi yang berdampak pada pasar dan kondisi keuangan sehari-hari. Kebuntuan politik yang muncul seputar kepemimpinan Fed menyoroti keseimbangan rapuh antara tekanan eksekutif dan independensi institusional, meninggalkan para investor tidak pasti tentang waktu dan arah langkah kebijakan moneter di masa depan.