Laporan kuartal 4 tahun 2025 yang baru saja dikirim Goldman Sachs ke SEC telah menciptakan gelombang diskusi yang hangat di komunitas investasi. Sebagai manajer aset terbesar keenam di dunia, setiap langkah dari lembaga ini selalu menjadi pengarah bagi pasar keuangan global. Menjaga dan memperluas portofolio kripto hingga mencapai 2,36 miliar USD merupakan bukti nyata dari kematangan aset digital ini.
Analisis struktur portofolio: Bitcoin dan Ethereum tetap menjadi “tulang punggung”
Meskipun terjadi penyesuaian kecil di kuartal terakhir tahun ini, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) tetap mendominasi dalam portofolio investasi kripto Goldman Sachs. Secara spesifik, mereka memegang sekitar 1,1 miliar USD Bitcoin dan hampir 1 miliar USD Ethereum melalui ETF.
Penyesuaian kecil ini tidak berarti penarikan. Faktanya, ini adalah kegiatan rebalancing portofolio yang umum dilakukan oleh lembaga keuangan besar untuk mengoptimalkan keuntungan, setelah kedua aset ini mengalami pertumbuhan yang kuat sebelumnya. Bitcoin dan Ethereum tetap dianggap sebagai dua pilar teraman, berfungsi sebagai “momen jangkar” bagi seluruh portofolio aset digital.
Kemunculan posisi baru: XRP dan Solana (SOL)
Hal paling menarik dalam laporan ini adalah Goldman Sachs menambah posisi baru senilai sekitar 260 juta USD ke ETF XRP dan Solana. Ini menunjukkan perubahan yang jelas dalam pola pikir pengelola dana di Wall Street.
Alih-alih hanya fokus pada “raksasa” Bitcoin, mereka mulai mencari peluang di ekosistem yang memiliki kecepatan transaksi tinggi dan potensi aplikasi nyata seperti Solana, atau potensi penyelesaian pembayaran lintas batas dari XRP. Diversifikasi ini membantu total proporsi kripto dalam portofolio Goldman tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan, meskipun pilar utama mengalami pengurangan.
Visi jangka panjang untuk investor ritel
Meskipun angka 2,36 miliar USD terdengar sangat besar, angka ini hanya sekitar 0,33% dari total portofolio yang dikelola Goldman Sachs. Ini adalah angka yang sangat rendah, menunjukkan ruang besar bagi lembaga besar untuk terus menanamkan modal ke kripto di masa depan.
Para investor ritel perlu mengambil pelajaran penting:
Pantau arus dana besar: Ketika lembaga seperti Goldman Sachs mulai melakukan diversifikasi ke Altcoin (XRP, SOL), ini bisa menjadi sinyal datangnya musim Altcoin yang akan datang.
Disiplin dalam alokasi modal: Jangan pernah menaruh seluruh modal dalam satu waktu. Pelajari cara meningkatkan proporsi portofolio secara bertahap, seperti yang dilakukan Goldman dengan peningkatan 15% dibanding kuartal sebelumnya.
Visi jangka panjang: Jangan terlalu khawatir dengan koreksi jangka pendek pada BTC atau ETH. Selama para pemain besar tetap mendukung dan mendampingi pasar, tren jangka panjang tetap sangat positif.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Goldman Sachs menginvestasikan 2,36 miliar USD ke ETF Crypto: Tonggak besar aliran dana institusional pada tahun 2026
Laporan kuartal 4 tahun 2025 yang baru saja dikirim Goldman Sachs ke SEC telah menciptakan gelombang diskusi yang hangat di komunitas investasi. Sebagai manajer aset terbesar keenam di dunia, setiap langkah dari lembaga ini selalu menjadi pengarah bagi pasar keuangan global. Menjaga dan memperluas portofolio kripto hingga mencapai 2,36 miliar USD merupakan bukti nyata dari kematangan aset digital ini.
Analisis struktur portofolio: Bitcoin dan Ethereum tetap menjadi “tulang punggung”
Meskipun terjadi penyesuaian kecil di kuartal terakhir tahun ini, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) tetap mendominasi dalam portofolio investasi kripto Goldman Sachs. Secara spesifik, mereka memegang sekitar 1,1 miliar USD Bitcoin dan hampir 1 miliar USD Ethereum melalui ETF.
Penyesuaian kecil ini tidak berarti penarikan. Faktanya, ini adalah kegiatan rebalancing portofolio yang umum dilakukan oleh lembaga keuangan besar untuk mengoptimalkan keuntungan, setelah kedua aset ini mengalami pertumbuhan yang kuat sebelumnya. Bitcoin dan Ethereum tetap dianggap sebagai dua pilar teraman, berfungsi sebagai “momen jangkar” bagi seluruh portofolio aset digital.
Kemunculan posisi baru: XRP dan Solana (SOL)
Hal paling menarik dalam laporan ini adalah Goldman Sachs menambah posisi baru senilai sekitar 260 juta USD ke ETF XRP dan Solana. Ini menunjukkan perubahan yang jelas dalam pola pikir pengelola dana di Wall Street.
Alih-alih hanya fokus pada “raksasa” Bitcoin, mereka mulai mencari peluang di ekosistem yang memiliki kecepatan transaksi tinggi dan potensi aplikasi nyata seperti Solana, atau potensi penyelesaian pembayaran lintas batas dari XRP. Diversifikasi ini membantu total proporsi kripto dalam portofolio Goldman tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan, meskipun pilar utama mengalami pengurangan.
Visi jangka panjang untuk investor ritel
Meskipun angka 2,36 miliar USD terdengar sangat besar, angka ini hanya sekitar 0,33% dari total portofolio yang dikelola Goldman Sachs. Ini adalah angka yang sangat rendah, menunjukkan ruang besar bagi lembaga besar untuk terus menanamkan modal ke kripto di masa depan.
Para investor ritel perlu mengambil pelajaran penting:
Pantau arus dana besar: Ketika lembaga seperti Goldman Sachs mulai melakukan diversifikasi ke Altcoin (XRP, SOL), ini bisa menjadi sinyal datangnya musim Altcoin yang akan datang.
Disiplin dalam alokasi modal: Jangan pernah menaruh seluruh modal dalam satu waktu. Pelajari cara meningkatkan proporsi portofolio secara bertahap, seperti yang dilakukan Goldman dengan peningkatan 15% dibanding kuartal sebelumnya.
Visi jangka panjang: Jangan terlalu khawatir dengan koreksi jangka pendek pada BTC atau ETH. Selama para pemain besar tetap mendukung dan mendampingi pasar, tren jangka panjang tetap sangat positif.