Sektor jasa Prancis mengalami masa sulit pada awal 2026, menandai pembalikan dari bulan-bulan stabilitas. Menurut data yang dirilis oleh S&P Global, sektor jasa mengalami kontraksi yang cukup signifikan bulan lalu, menimbulkan pertanyaan tentang momentum ekonomi menjelang tahun ini. Namun, di balik angka utama ini terdapat gambaran yang lebih bernuansa, dengan para pemimpin bisnis menyatakan optimisme hati-hati tentang masa depan.
Data PMI Januari Menunjukkan Penurunan Pertama Sejak Oktober
Indeks Manajer Pembelian untuk sektor jasa Prancis turun menjadi 48,4 pada Januari, dari bacaan 50,1 di bulan Desember. Penurunan ini menandai kali pertama sektor jasa turun di bawah ambang 50 poin—garis pemisah antara ekspansi dan kontraksi—sejak Oktober. Perkiraan awal bahkan lebih lemah di angka 47,9 sebelum angka akhir dirilis. Secara lebih luas, PMI komposit, yang melacak baik manufaktur maupun jasa, menurun menjadi 49,1.
Penurunan ini mencerminkan hambatan nyata yang dihadapi bisnis. Pesanan telah menipis secara signifikan, dan pelanggan mendekati keputusan pengeluaran dengan kehati-hatian yang besar. Faktor-faktor ini bersamaan menciptakan kontraksi pertama di sektor jasa setelah bulan-bulan stabilitas relatif.
Resolusi Anggaran Meningkatkan Optimisme Meski Tantangan Jangka Pendek
Yang paling menonjol, bagaimanapun, adalah pergeseran yang mencolok dalam ekspektasi bisnis. Jonas Feldhusen, seorang ekonom di Hamburg Commercial Bank, menyoroti kontras ini: “Sektor jasa Prancis menghadapi hambatan besar di awal tahun, dengan buku pesanan tipis dan permintaan yang hati-hati. Namun yang sangat menarik adalah peningkatan dramatis dalam kepercayaan bisnis terhadap prospek ke depan.”
Perubahan sentimen ini berasal dari perkembangan politik penting: persetujuan anggaran 2026 Prancis minggu ini. Menurut pengamat pasar dan pembuat kebijakan, penyelesaian kebuntuan fiskal yang sudah lama berlangsung ini seharusnya mengurangi ketidakpastian yang selama ini membebani konsumsi dan keputusan investasi. Feldhusen mencatat bahwa bisnis percaya bahwa resolusi anggaran akan menciptakan kondisi untuk permintaan dan pertumbuhan pengeluaran yang kembali meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
Ketidaksesuaian antara data saat ini dan ekspektasi masa depan mencerminkan pasar di titik balik—menghadapi tantangan hari ini tetapi berpotensi pulih jika dukungan kebijakan terwujud sesuai harapan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kendala di Sektor Jasa di Prancis Diredam oleh Meningkatnya Kepercayaan Bisnis
Sektor jasa Prancis mengalami masa sulit pada awal 2026, menandai pembalikan dari bulan-bulan stabilitas. Menurut data yang dirilis oleh S&P Global, sektor jasa mengalami kontraksi yang cukup signifikan bulan lalu, menimbulkan pertanyaan tentang momentum ekonomi menjelang tahun ini. Namun, di balik angka utama ini terdapat gambaran yang lebih bernuansa, dengan para pemimpin bisnis menyatakan optimisme hati-hati tentang masa depan.
Data PMI Januari Menunjukkan Penurunan Pertama Sejak Oktober
Indeks Manajer Pembelian untuk sektor jasa Prancis turun menjadi 48,4 pada Januari, dari bacaan 50,1 di bulan Desember. Penurunan ini menandai kali pertama sektor jasa turun di bawah ambang 50 poin—garis pemisah antara ekspansi dan kontraksi—sejak Oktober. Perkiraan awal bahkan lebih lemah di angka 47,9 sebelum angka akhir dirilis. Secara lebih luas, PMI komposit, yang melacak baik manufaktur maupun jasa, menurun menjadi 49,1.
Penurunan ini mencerminkan hambatan nyata yang dihadapi bisnis. Pesanan telah menipis secara signifikan, dan pelanggan mendekati keputusan pengeluaran dengan kehati-hatian yang besar. Faktor-faktor ini bersamaan menciptakan kontraksi pertama di sektor jasa setelah bulan-bulan stabilitas relatif.
Resolusi Anggaran Meningkatkan Optimisme Meski Tantangan Jangka Pendek
Yang paling menonjol, bagaimanapun, adalah pergeseran yang mencolok dalam ekspektasi bisnis. Jonas Feldhusen, seorang ekonom di Hamburg Commercial Bank, menyoroti kontras ini: “Sektor jasa Prancis menghadapi hambatan besar di awal tahun, dengan buku pesanan tipis dan permintaan yang hati-hati. Namun yang sangat menarik adalah peningkatan dramatis dalam kepercayaan bisnis terhadap prospek ke depan.”
Perubahan sentimen ini berasal dari perkembangan politik penting: persetujuan anggaran 2026 Prancis minggu ini. Menurut pengamat pasar dan pembuat kebijakan, penyelesaian kebuntuan fiskal yang sudah lama berlangsung ini seharusnya mengurangi ketidakpastian yang selama ini membebani konsumsi dan keputusan investasi. Feldhusen mencatat bahwa bisnis percaya bahwa resolusi anggaran akan menciptakan kondisi untuk permintaan dan pertumbuhan pengeluaran yang kembali meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
Ketidaksesuaian antara data saat ini dan ekspektasi masa depan mencerminkan pasar di titik balik—menghadapi tantangan hari ini tetapi berpotensi pulih jika dukungan kebijakan terwujud sesuai harapan.