Memahami Mainnet: Dari Tempat Uji Coba ke Blockchain Langsung

Ketika sebuah proyek blockchain meluncurkan mainnet-nya, itu menandai tonggak penting—momen ketika protokol blockchain beralih dari pengembangan dan pengujian menjadi operasi penuh dan langsung. Pada tahap ini, transaksi cryptocurrency nyata sedang aktif disiarkan, diverifikasi, dan dicatat di buku besar terdistribusi. Berbeda dengan fase sebelumnya, setelah mainnet aktif, sistem benar-benar siap untuk partisipasi pengguna sehari-hari tanpa kekhawatiran eksperimental.

Apa Sebenarnya Arti Mainnet?

Mainnet adalah platform blockchain yang sepenuhnya dikembangkan dan beroperasi di mana transaksi cryptocurrency nyata terjadi di jaringan terdesentralisasi. Anggap saja sebagai “lingkungan produksi”—yang sebenarnya digunakan oleh pengguna akhir. Sebelum mencapai titik ini, setiap blockchain menjalani persiapan yang ekstensif. Pengembang dan programmer bekerja dalam lingkungan terkendali untuk membangun, menguji, dan menyempurnakan semua fitur teknis sebelum mereka yakin bahwa seluruh sistem aman dan berfungsi untuk penerapan di dunia nyata.

Testnet vs Mainnet: Perbedaan Utama

Sebelum meluncurkan mainnet, tim pengembang biasanya menggelar testnet—yang pada dasarnya adalah sandbox kerja di mana pengembang dapat bereksperimen, merusak, dan belajar tanpa konsekuensi. Testnet ada murni sebagai prototipe; di sinilah tim memvalidasi setiap aspek keamanan dan kinerja jaringan blockchain.

Perbedaannya mendasar: testnet adalah tempat pengujian internal dengan kondisi buatan, sementara mainnet adalah jaringan nyata yang berjalan secara langsung di mana nilai nyata mengalir melalui ekosistem. Mainnet mewakili versi akhir yang sepenuhnya terdeploy di mana setiap baris kode telah diaudit, setiap kasus tepi telah diuji, dan setiap kerentanan telah diatasi selama fase testnet.

Jalur Menuju Peluncuran Mainnet

Sebagian besar proyek blockchain mengikuti perjalanan pendanaan dan pengembangan yang serupa sebelum mencapai mainnet. Tim biasanya meluncurkan Initial Coin Offering (ICO) atau Initial Exchange Offering (IEO)—atau metode penggalangan dana lainnya—untuk mengumpulkan modal dan membangun dukungan komunitas. Dana ini secara langsung membiayai pengembangan prototipe blockchain, yang kemudian menjalani pengujian intensif selama fase testnet.

Setelah testnet terbukti stabil dan pengembang memperbaiki bug kritis, tim akhirnya merilis versi mainnet mereka. Pada tahun 2017, pendekatan ini menjadi standar: banyak startup blockchain melakukan acara crowdfunding ICO, dengan mayoritas memilih menerbitkan token ERC-20 di jaringan Ethereum. Token ini mewakili kepemilikan investor selama fase penggalangan dana. Setelah ICO selesai dan blockchain sepenuhnya dibangun, tim akan merilis mainnet mereka—lengkap dengan cryptocurrency asli mereka sendiri, bukan token ERC-20 sementara yang digunakan sebelumnya.

Penjelasan Swap Mainnet

Ketika tim meluncurkan mainnet mereka, sering kali terjadi proses penting: swap mainnet. Ini adalah saat token ERC-20 asli ditukar dengan koin native baru dari blockchain tersebut. Pengembang yang membangun di jaringan orang lain (Ethereum) selama penggalangan dana, tetapi sekarang mereka memiliki jaringan blockchain dan mata uang independen mereka sendiri.

Setelah swap mainnet selesai, token ERC-20 yang tersisa biasanya dihancurkan untuk memastikan hanya koin native baru yang beredar. Ini mencegah kebingungan dan menjaga integritas ekosistem blockchain yang baru. Swap ini menandai kemandirian penuh proyek dari Ethereum atau blockchain induk lainnya.

Lebih dari Ethereum: Platform Blockchain Lainnya

Meskipun Ethereum dan standar ERC-20 mendominasi penerbitan token, ruang blockchain mencakup banyak platform yang mendukung pembuatan token digital. Stellar, NEM, NEO, TRON, dan Waves adalah semua jaringan blockchain yang mapan yang menyediakan alternatif untuk penerbitan token dan peluncuran mainnet. Setiap platform membawa pendekatan teknis, mekanisme konsensus, dan ekosistem yang berbeda ke lanskap cryptocurrency yang lebih luas.

Proses peluncuran mainnet tetap konsisten di semua platform ini: pengembangan, pengujian di testnet, penggalangan dana, dan akhirnya deploy ke mainnet. Memahami proses ini membantu menjelaskan mengapa proyek blockchain mengikuti pola yang dapat diprediksi sebelum mencapai status mainnet operasional penuh.

ETH-4,96%
XLM-2,18%
XEM-2,52%
NEO-1,11%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)