Banyak orang mengira hal tersulit dalam berinvestasi saham adalah memilih saham, padahal bukan.
Yang paling sulit adalah bertahan. Mao Tai, Ningde, BYD, hampir semua orang pernah membelinya, tapi hampir tidak ada yang memegang dari awal sampai akhir. Mengapa? Karena sifat manusia memiliki bug. Kerugian floating 5% saja sudah panik, 10% sudah meragukan logika, dua bulan sideways saja sudah self-doubt. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa rasa sakit karena kerugian adalah 2.5 kali lipat dari kebahagiaan karena keuntungan, ini bukan masalahmu, melainkan cacat desain otak manusia. Naik 20% saja sudah ingin mengamankan keuntungan, takut laba kembali hilang. Akibatnya, yang kamu dapatkan hanyalah uang saku, sementara orang lain mendapatkan peluang besar zaman. Yang paling mematikan adalah masa sideways. Beberapa minggu tidak naik, berbulan-bulan bergejolak, 90% orang mati sebelum gelombang kenaikan utama datang dalam masa diam. Manusia membutuhkan rangsangan langsung, sedangkan memegang saham adalah menunda kepuasan. Ada juga yang terlalu pintar, selalu ingin menjual tinggi dan membeli rendah. Akibatnya, sekali jual terlalu cepat, seumur hidup tertinggal. Pasar saham tidak pernah menjadi kompetisi IQ, melainkan arena latihan sifat manusia. Uang besar yang sesungguhnya bukan berasal dari operasi, melainkan dari ketekunan bertahan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Banyak orang mengira hal tersulit dalam berinvestasi saham adalah memilih saham, padahal bukan.
Yang paling sulit adalah bertahan.
Mao Tai, Ningde, BYD, hampir semua orang pernah membelinya, tapi hampir tidak ada yang memegang dari awal sampai akhir.
Mengapa?
Karena sifat manusia memiliki bug.
Kerugian floating 5% saja sudah panik, 10% sudah meragukan logika, dua bulan sideways saja sudah self-doubt. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa rasa sakit karena kerugian adalah 2.5 kali lipat dari kebahagiaan karena keuntungan, ini bukan masalahmu, melainkan cacat desain otak manusia.
Naik 20% saja sudah ingin mengamankan keuntungan, takut laba kembali hilang. Akibatnya, yang kamu dapatkan hanyalah uang saku, sementara orang lain mendapatkan peluang besar zaman.
Yang paling mematikan adalah masa sideways. Beberapa minggu tidak naik, berbulan-bulan bergejolak, 90% orang mati sebelum gelombang kenaikan utama datang dalam masa diam. Manusia membutuhkan rangsangan langsung, sedangkan memegang saham adalah menunda kepuasan.
Ada juga yang terlalu pintar, selalu ingin menjual tinggi dan membeli rendah. Akibatnya, sekali jual terlalu cepat, seumur hidup tertinggal.
Pasar saham tidak pernah menjadi kompetisi IQ, melainkan arena latihan sifat manusia.
Uang besar yang sesungguhnya bukan berasal dari operasi, melainkan dari ketekunan bertahan.