Ingin menguasai cara bermain futures, pertama-tama harus memahami bahwa: futures bukan sekadar permainan beli-jual yang sederhana, melainkan sebuah perang investasi yang membutuhkan disiplin, sistem, dan kesadaran risiko. Panduan ini akan membawamu dari nol, secara mendalam dan mudah dipahami, memahami logika inti perdagangan futures, langkah-langkah praktis, serta bahaya risiko, agar kamu dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum masuk pasar.
Apa itu futures? Kenali dalam 5 menit
Futures pada dasarnya adalah sebuah kontrak. Kedua belah pihak menempatkan harga di bursa, satu membeli dan satu menjual, dengan kesepakatan untuk melakukan transaksi di masa depan pada tanggal tertentu dengan harga yang disepakati hari ini. Kedengarannya sederhana, tetapi komitmen “masa depan” ini adalah inti dari permainan futures.
Objek perdagangan futures bisa berupa komoditas (minyak, emas, gandum), nilai tukar, indeks saham, obligasi, dan aset keuangan lainnya. Kedua belah pihak tidak perlu melakukan pengiriman langsung, cukup menyetor margin tertentu sebagai jaminan, sehingga dapat mengendalikan nilai kontrak yang jauh melebihi dana sendiri—itulah kekuatan leverage, sekaligus sumber risiko.
Perbandingan sederhana:
Membeli saham: mengeluarkan 100.000 TWD untuk membeli saham, hanya bisa mengendalikan aset senilai 100.000 TWD
Membeli futures: cukup setor margin 5.000 TWD, bisa mengendalikan kontrak senilai 50.0000 TWD
Karakter ini yang membuat futures menarik banyak investor, tetapi juga menyebabkan banyak orang mengalami kerugian.
5 karakter futures yang harus diketahui pemula sebelum masuk
Sebelum belajar cara bermain futures, harus ingat lima poin ini, karena mereka menentukan apakah kamu cocok untuk trading futures:
1. Perdagangan margin + leverage memperbesar
Kamu hanya perlu membayar margin awal (biasanya 5%-15% dari nilai kontrak) untuk melakukan transaksi. Keuntungannya adalah efisiensi modal tinggi, tetapi kerugiannya juga diperbesar—kerugian 50% bisa memicu margin call atau bahkan likuidasi paksa.
2. Bisa trading posisi long dan short
Di pasar saham, melakukan short sulit (butuh pinjam saham), tapi di futures, short sama mudahnya dengan long. Jika bullish, beli (long); jika bearish, jual (short). Fleksibilitasnya jauh melampaui saham.
3. Kontrak memiliki tanggal kedaluwarsa
Futures tidak bisa dipertahankan tanpa batas waktu; saat kontrak mencapai tanggal jatuh tempo, harus tutup posisi. Artinya, kamu harus memperhatikan waktu kedaluwarsa, tidak bisa disimpan seperti saham jangka panjang.
4. Fleksibel trading harian
Berbeda dengan saham yang harus menunggu T+2, futures bisa dibeli dan dijual dalam hari yang sama, bahkan dalam hitungan detik. Fleksibilitas ini menjadi alasan banyak orang tertarik masuk ke pasar futures.
5. Biaya transaksi jauh lebih rendah daripada saham
Biaya trading futures murah, sangat menarik untuk trader aktif, tetapi juga bisa memicu pemula over-trading dan akhirnya merugi.
Memilih broker futures dan membuka akun|Bursa, jenis produk, dan interpretasi margin
Bursa futures utama dunia
Bursa futures menentukan produk apa yang bisa kamu tradingkan. Di Taiwan, tempat utama adalah Taiwan Futures Exchange, dengan produk utama indeks saham Taiwan. Jika ingin trading futures internasional (indeks AS, minyak, emas, dll), harus memilih bursa internasional seperti CME (Chicago Mercantile Exchange), NYMEX (New York Mercantile Exchange), COMEX (Commodity Exchange), dan lain-lain.
Pilihan antara pasar futures Taiwan dan internasional
Pasar futures Taiwan:
Kelebihan: familiar, pengawasan ketat, jam perdagangan sesuai jam kerja Taiwan
Kekurangan: variasi produk terbatas (utama adalah indeks Taiwan, indeks listrik, beberapa indeks saham)
Pasar futures internasional:
Kelebihan: beragam (indeks saham, minyak, produk pertanian, logam mulia, valuta), likuiditas sangat tinggi
Kekurangan: perlu akun internasional, perbedaan waktu, risiko nilai tukar
Membuka akun dan deposit|Jumlah margin spesifik
Baik memilih pasar domestik maupun internasional, proses pembukaan akun umumnya sama:
Pilih broker futures (di Taiwan ada Yuan Da, KGI, Yuanta, Fubon, Cathay, dll; internasional ada Mitrade, Interactive Brokers, TD Ameritrade, dll)
Kirim dokumen secara online
Tanda tangan perjanjian akun
Deposit margin (biasanya via transfer bank)
Dapatkan akses login ke platform trading elektronik
Contoh margin (mengacu data Yuan Da Futures 2025):
Nama Produk
Mata Uang Penyelesaian
Margin Awal
Mini Index Taiwan (FIMTX)
TWD
76,500
Index Utama Taiwan (FITX)
TWD
306,000
Indeks Nasdaq 100 (FIUN)
TWD
98,000
Minyak Brent (FIBR)
TWD
54,000
Emas (FIGD)
USD
2,330
Disarankan pemula mulai dari kontrak mini index Taiwan atau kontrak kecil lainnya, karena margin lebih rendah.
Panduan 9 langkah praktis trading futures
Langkah 1: Kenali pasar dan instrumen yang akan diperdagangkan
Sebelum masuk, harus memahami bahwa: kamu tidak hanya memperdagangkan harga, tetapi juga ekspektasi pasar. Trader futures cenderung memilih instrumen yang likuid, biasanya kontrak mendekati tanggal kedaluwarsa (kontrak jangka panjang kurang likuid, spread besar, slippage tinggi).
Langkah 2: Tentukan gaya trading—long-term vs short-term
Investor jangka panjang:
Cocok untuk hedging risiko posisi saham yang sudah dimiliki, bukan sebagai alat utama investasi. Kalau biasanya beli saham dan tahan 5 tahun, fluktuasi jangka pendek dan kewajiban pengiriman kontrak akan sangat mengganggu.
Trader jangka pendek:
Fleksibilitas trading harian, posisi long dan short, biaya rendah cocok untuk trader aktif. Tapi membutuhkan disiplin dan sistem yang ketat.
Langkah 3: Buka akun dan coba trading demo
Langkah ini sering diabaikan pemula, padahal sangat penting. Banyak broker menyediakan akun demo (dengan dana virtual), agar latihan tanpa risiko kerugian nyata. Disarankan latihan minimal 2-4 minggu, sampai strategi stabil menguntungkan, baru pertimbangkan trading nyata.
Kesalahan umum pemula: tergesa-gesa masuk dengan uang asli, padahal mental dan psikologis berbeda jauh dari trading demo, sering berujung kerugian.
Langkah 4: Pilih kontrak futures yang akan diperdagangkan
Kontrak futures terbagi menjadi enam kategori:
Indeks: S&P 500, Nasdaq 100, indeks Taiwan, VIX
Suku bunga: obligasi AS (2, 5, 10 tahun), suku bunga Eropa
Produk pertanian: gandum, jagung, kedelai, kapas, kakao, kopi
Logam: emas, perak, tembaga, platinum
Energi: minyak mentah, bahan bakar, gas alam
Produk soft: jus jeruk, gula, dll.
Paling populer adalah indeks dan minyak karena likuiditas dan volatilitasnya.
Langkah 5: Buat sinyal trading dan mekanisme masuk pasar
Menemukan sinyal trading adalah kunci keberhasilan. Bisa melalui:
Analisis fundamental: riset ekonomi, kebijakan, berita besar. Kalau yakin saham akan naik jangka panjang, bisa beli kontraknya.
Analisis teknikal: pakai candlestick, moving average, RSI, MACD, dll. Cari titik masuk saat indikator mulai menunjukkan arah.
Arbitrase statistik: berdasarkan data historis dan pola statistik.
Langkah 6: Putuskan posisi long atau short
Strategi long (bullish):
Kalau prediksi harga akan naik, beli kontrak futures.
Contoh: yakin indeks S&P 500 akan naik karena suku bunga turun dan laba perusahaan meningkat, beli kontrak E-mini S&P 500. Kalau benar, indeks naik, kontrak menguntungkan, dan bisa tutup posisi dengan profit.
Strategi short (bearish):
Kalau prediksi harga akan turun, jual kontrak futures.
Contoh: prediksi harga minyak akan jatuh karena pasokan berlebih dan resesi ekonomi, jual kontrak minyak. Kalau benar, harga turun, posisi menguntungkan.
Langkah 7: Tetapkan stop loss dan take profit
Ini adalah langkah paling penting dan sering diabaikan.
Pentingnya stop loss:
Berbeda dengan saham yang kerugiannya terbatas, futures leverage memperbesar kerugian. Jika pasar bergerak berlawanan 10%, kerugian bisa 100% atau lebih, bahkan likuidasi otomatis. Jadi, setiap masuk posisi harus disertai stop loss.
Pentingnya take profit:
Banyak pemula tidak tahu kapan keluar, akhirnya profit hilang karena pembalikan pasar. Menetapkan target profit membantu mengunci keuntungan.
Saran pemula:
Pasang stop loss cukup long (misalnya kerugian 10-15% dari modal)
Batasi ukuran posisi (misalnya 5-10% dari total modal)
Setelah pengalaman, bisa sesuaikan lagi jarak stop dan target.
Langkah 8: Eksekusi trading
Gunakan platform elektronik broker (app atau web). Masukkan:
kode kontrak (misal FITX)
beli atau jual
jumlah lot
harga (limit order atau market)
stop loss
take profit
Langkah 9: Pantau dan tutup posisi tepat waktu
Setelah masuk, harus terus memantau:
Apakah harga bergerak sesuai prediksi?
Apakah sudah mencapai stop loss atau take profit?
Ada sinyal risiko baru yang perlu keluar lebih awal?
Jika sudah mencapai target, tutup posisi (jual atau buy back), jangan menunggu terlalu lama dan berharap pasar berbalik.
5 risiko fatal dalam trading futures
Risiko 1: Leverage adalah pedang bermata dua
Leverage memperbesar keuntungan, tapi juga kerugian. Jika pasar bergerak berlawanan 10%, kerugian bisa 100% atau lebih, otomatis likuidasi.
Contoh: Dengan margin 1 juta, beli kontrak senilai 50 juta, jika pasar turun 2% (1 juta), modal hilang semua.
Risiko 2: Tanggung jawab tak terbatas dalam futures
Beli saham: kerugian maksimal adalah modal sendiri. Tapi di futures, karena hanya setor margin, saat pasar ekstrem, kerugian bisa melebihi margin dan membuat kamu berhutang ke broker.
Sejarah menunjukkan banyak kejadian tragis: trader kerugian melebihi modal, harus bayar kekurangan.
Risiko 3: Over-trading dan biaya tinggi
Karena biaya rendah, trader sering melakukan transaksi berulang-ulang. Banyak transaksi menyebabkan biaya menumpuk dan risiko terjebak dalam posisi yang tidak menguntungkan.
Statistik: 98% trader harian akhirnya rugi.
Risiko 4: Kurang disiplin dan mental lemah
Banyak pemula tahu harus pasang stop loss, tapi saat kerugian mendekat, mereka takut dan mengurangi posisi, atau malah menahan kerugian. Akibatnya, kerugian membesar.
Disiplin dan mental kuat adalah kunci utama keberhasilan futures, bukan strategi saja.
Risiko 5: Risiko kedaluwarsa kontrak
Kontrak futures memiliki tanggal jatuh tempo, harus tutup posisi sebelum itu atau melakukan rollover (pindah ke kontrak yang lebih jauh). Banyak pemula tidak memperhatikan waktu ini, akhirnya dipaksa tutup posisi dengan harga tidak menguntungkan.
Kelebihan dan kekurangan lengkap trading futures
5 keunggulan futures
1. Leverage tinggi, efisiensi modal
Dengan margin kecil, bisa mengendalikan kontrak besar, cocok untuk yang ingin hasil besar dengan modal terbatas.
2. Posisi long dan short sama mudah
Bisa profit di pasar naik maupun turun, memberi peluang di semua kondisi pasar.
3. Fungsi hedging yang kuat
Kalau punya saham dan khawatir turun jangka pendek, bisa buka posisi short di futures untuk lindung nilai, tanpa harus jual saham.
4. Likuiditas tinggi dan transparansi
Pasar internasional sangat aktif, spread kecil, masuk dan keluar mudah, tidak seperti saham kecil yang likuiditasnya rendah.
5. Biaya transaksi murah
Biaya lebih rendah daripada saham, cocok untuk trader aktif.
5 kekurangan futures
1. Risiko sangat tinggi
Leverage, tanggung jawab tak terbatas, volatilitas tinggi, tidak cocok untuk yang risiko rendah.
2. Tingkat masuk tinggi
Walaupun margin kecil, membutuhkan pengetahuan, pengalaman, dan mental kuat. Kebanyakan trader sukses adalah profesional atau institusi.
3. Kontrak standar, kurang fleksibel
Tidak bisa sesuaikan ukuran atau tanggal kedaluwarsa, harus mengikuti standar bursa.
4. Biaya holding posisi
Perlu margin terus-menerus, jika kerugian bertambah, harus tambah margin, menambah beban psikologis dan biaya.
5. Waktu terbatas
Kontrak kedaluwarsa, tidak bisa dipakai investasi jangka panjang tanpa rollover.
CFD (Contract For Difference) — Alternatif fleksibel antara futures dan spot
Kalau merasa risiko futures terlalu tinggi atau kontraknya terlalu kaku, bisa pertimbangkan CFD.
Perbedaan utama CFD dan futures
Aspek
Futures
CFD
Tanggal kedaluwarsa
Ada, harus tutup atau rollover
Tidak ada, bisa dipertahankan tanpa batas waktu
Variasi produk
Terbatas, terutama di Taiwan
Banyak, lebih dari 400 instrumen di Mitrade
Leverage
Tetap atau tinggi
Bisa diatur (1-200x)
Spesifikasi kontrak
Standar, tidak bisa diubah
Fleksibel, mulai dari 0.01 lot
Biaya transaksi
Lebih tinggi
Lebih rendah
Tips trading CFD
1. Kendali leverage adalah kunci
Gunakan leverage secara bijak, jangan sembarangan tingkatkan. Untuk instrumen volatil tinggi, gunakan leverage rendah (5-20x); untuk yang stabil, bisa lebih tinggi.
2. Buat rencana trading lengkap
Tentukan target, stop loss, take profit, risiko maksimal per transaksi, agar bisa bertahan jangka panjang.
3. Diversifikasi risiko
Jangan taruh semua modal di satu posisi. Batasi risiko per transaksi maksimal 2-5% dari total modal.
Apa yang dibutuhkan agar sukses trading futures?
Tanpa strategi yang lengkap, keberhasilan futures sulit dicapai. Berikut inti dari trading futures yang sukses:
1. Sistem trading lengkap
Termasuk:
Sinyal masuk: kapan beli, kapan jual
Pengendalian risiko: stop loss, ukuran posisi
Manajemen modal: distribusi dana
Aturan keluar: kapan ambil profit, kapan cut loss
Sistem ini harus diuji coba di demo dan diterapkan secara disiplin.
2. Disiplin dan mental kuat
Tahu apa yang harus dilakukan, tapi eksekusi nyata berbeda. Saat kerugian mendekat, banyak yang takut dan melanggar aturan. Inilah sebab utama 98% trader harian akhirnya rugi—bukan karena strategi buruk, tapi karena kurang disiplin.
3. Pembelajaran dan evaluasi terus-menerus
Pasar selalu berubah, sistem harus disesuaikan. Analisis catatan trading, cari kelemahan, perbaiki secara bertahap.
4. Modal cukup dan kesiapan mental
Dalam trading futures, sering terjadi kerugian beruntun dan drawdown besar. Kalau modal terlalu kecil atau mental tidak kuat, mudah menyerah di saat kritis.
Kata penutup: Nasihat terakhir dalam bermain futures
Meskipun terlihat sederhana—beli murah jual mahal—permainan futures sebenarnya menguji pengetahuan, disiplin, dan mental. Banyak pemula tergoda leverage, masuk tanpa pengelolaan risiko, lalu keluar dengan kerugian besar.
Jika kamu memutuskan masuk ke pasar futures, ingatlah:
Latihan di akun demo sampai strategi stabil dan profit, baru gunakan uang asli
Buat sistem trading dan aturan risiko yang jelas, dan patuhi dengan disiplin
Jaga kerendahan hati dan terus belajar, pasar selalu lebih kompleks dari yang kamu bayangkan
Ingat selalu: kerugian adalah hal wajar, yang penting adalah mengendalikan besar kecilnya kerugian
Futures bukan sekadar jalan pintas menuju kekayaan, tetapi jalan cepat menuju kebangkrutan—pilihan ada di tanganmu, konsekuensinya juga harus kamu tanggung.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan lengkap untuk pemula dalam permainan futures|9 langkah kunci dari pemula hingga praktik langsung
Ingin menguasai cara bermain futures, pertama-tama harus memahami bahwa: futures bukan sekadar permainan beli-jual yang sederhana, melainkan sebuah perang investasi yang membutuhkan disiplin, sistem, dan kesadaran risiko. Panduan ini akan membawamu dari nol, secara mendalam dan mudah dipahami, memahami logika inti perdagangan futures, langkah-langkah praktis, serta bahaya risiko, agar kamu dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum masuk pasar.
Apa itu futures? Kenali dalam 5 menit
Futures pada dasarnya adalah sebuah kontrak. Kedua belah pihak menempatkan harga di bursa, satu membeli dan satu menjual, dengan kesepakatan untuk melakukan transaksi di masa depan pada tanggal tertentu dengan harga yang disepakati hari ini. Kedengarannya sederhana, tetapi komitmen “masa depan” ini adalah inti dari permainan futures.
Objek perdagangan futures bisa berupa komoditas (minyak, emas, gandum), nilai tukar, indeks saham, obligasi, dan aset keuangan lainnya. Kedua belah pihak tidak perlu melakukan pengiriman langsung, cukup menyetor margin tertentu sebagai jaminan, sehingga dapat mengendalikan nilai kontrak yang jauh melebihi dana sendiri—itulah kekuatan leverage, sekaligus sumber risiko.
Perbandingan sederhana:
Karakter ini yang membuat futures menarik banyak investor, tetapi juga menyebabkan banyak orang mengalami kerugian.
5 karakter futures yang harus diketahui pemula sebelum masuk
Sebelum belajar cara bermain futures, harus ingat lima poin ini, karena mereka menentukan apakah kamu cocok untuk trading futures:
1. Perdagangan margin + leverage memperbesar Kamu hanya perlu membayar margin awal (biasanya 5%-15% dari nilai kontrak) untuk melakukan transaksi. Keuntungannya adalah efisiensi modal tinggi, tetapi kerugiannya juga diperbesar—kerugian 50% bisa memicu margin call atau bahkan likuidasi paksa.
2. Bisa trading posisi long dan short Di pasar saham, melakukan short sulit (butuh pinjam saham), tapi di futures, short sama mudahnya dengan long. Jika bullish, beli (long); jika bearish, jual (short). Fleksibilitasnya jauh melampaui saham.
3. Kontrak memiliki tanggal kedaluwarsa Futures tidak bisa dipertahankan tanpa batas waktu; saat kontrak mencapai tanggal jatuh tempo, harus tutup posisi. Artinya, kamu harus memperhatikan waktu kedaluwarsa, tidak bisa disimpan seperti saham jangka panjang.
4. Fleksibel trading harian Berbeda dengan saham yang harus menunggu T+2, futures bisa dibeli dan dijual dalam hari yang sama, bahkan dalam hitungan detik. Fleksibilitas ini menjadi alasan banyak orang tertarik masuk ke pasar futures.
5. Biaya transaksi jauh lebih rendah daripada saham Biaya trading futures murah, sangat menarik untuk trader aktif, tetapi juga bisa memicu pemula over-trading dan akhirnya merugi.
Memilih broker futures dan membuka akun|Bursa, jenis produk, dan interpretasi margin
Bursa futures utama dunia
Bursa futures menentukan produk apa yang bisa kamu tradingkan. Di Taiwan, tempat utama adalah Taiwan Futures Exchange, dengan produk utama indeks saham Taiwan. Jika ingin trading futures internasional (indeks AS, minyak, emas, dll), harus memilih bursa internasional seperti CME (Chicago Mercantile Exchange), NYMEX (New York Mercantile Exchange), COMEX (Commodity Exchange), dan lain-lain.
Pilihan antara pasar futures Taiwan dan internasional
Pasar futures Taiwan:
Pasar futures internasional:
Membuka akun dan deposit|Jumlah margin spesifik
Baik memilih pasar domestik maupun internasional, proses pembukaan akun umumnya sama:
Contoh margin (mengacu data Yuan Da Futures 2025):
Disarankan pemula mulai dari kontrak mini index Taiwan atau kontrak kecil lainnya, karena margin lebih rendah.
Panduan 9 langkah praktis trading futures
Langkah 1: Kenali pasar dan instrumen yang akan diperdagangkan
Sebelum masuk, harus memahami bahwa: kamu tidak hanya memperdagangkan harga, tetapi juga ekspektasi pasar. Trader futures cenderung memilih instrumen yang likuid, biasanya kontrak mendekati tanggal kedaluwarsa (kontrak jangka panjang kurang likuid, spread besar, slippage tinggi).
Langkah 2: Tentukan gaya trading—long-term vs short-term
Investor jangka panjang: Cocok untuk hedging risiko posisi saham yang sudah dimiliki, bukan sebagai alat utama investasi. Kalau biasanya beli saham dan tahan 5 tahun, fluktuasi jangka pendek dan kewajiban pengiriman kontrak akan sangat mengganggu.
Trader jangka pendek: Fleksibilitas trading harian, posisi long dan short, biaya rendah cocok untuk trader aktif. Tapi membutuhkan disiplin dan sistem yang ketat.
Langkah 3: Buka akun dan coba trading demo
Langkah ini sering diabaikan pemula, padahal sangat penting. Banyak broker menyediakan akun demo (dengan dana virtual), agar latihan tanpa risiko kerugian nyata. Disarankan latihan minimal 2-4 minggu, sampai strategi stabil menguntungkan, baru pertimbangkan trading nyata.
Kesalahan umum pemula: tergesa-gesa masuk dengan uang asli, padahal mental dan psikologis berbeda jauh dari trading demo, sering berujung kerugian.
Langkah 4: Pilih kontrak futures yang akan diperdagangkan
Kontrak futures terbagi menjadi enam kategori:
Paling populer adalah indeks dan minyak karena likuiditas dan volatilitasnya.
Langkah 5: Buat sinyal trading dan mekanisme masuk pasar
Menemukan sinyal trading adalah kunci keberhasilan. Bisa melalui:
Langkah 6: Putuskan posisi long atau short
Strategi long (bullish): Kalau prediksi harga akan naik, beli kontrak futures.
Contoh: yakin indeks S&P 500 akan naik karena suku bunga turun dan laba perusahaan meningkat, beli kontrak E-mini S&P 500. Kalau benar, indeks naik, kontrak menguntungkan, dan bisa tutup posisi dengan profit.
Strategi short (bearish): Kalau prediksi harga akan turun, jual kontrak futures.
Contoh: prediksi harga minyak akan jatuh karena pasokan berlebih dan resesi ekonomi, jual kontrak minyak. Kalau benar, harga turun, posisi menguntungkan.
Langkah 7: Tetapkan stop loss dan take profit
Ini adalah langkah paling penting dan sering diabaikan.
Pentingnya stop loss: Berbeda dengan saham yang kerugiannya terbatas, futures leverage memperbesar kerugian. Jika pasar bergerak berlawanan 10%, kerugian bisa 100% atau lebih, bahkan likuidasi otomatis. Jadi, setiap masuk posisi harus disertai stop loss.
Pentingnya take profit: Banyak pemula tidak tahu kapan keluar, akhirnya profit hilang karena pembalikan pasar. Menetapkan target profit membantu mengunci keuntungan.
Saran pemula:
Langkah 8: Eksekusi trading
Gunakan platform elektronik broker (app atau web). Masukkan:
Langkah 9: Pantau dan tutup posisi tepat waktu
Setelah masuk, harus terus memantau:
Jika sudah mencapai target, tutup posisi (jual atau buy back), jangan menunggu terlalu lama dan berharap pasar berbalik.
5 risiko fatal dalam trading futures
Risiko 1: Leverage adalah pedang bermata dua
Leverage memperbesar keuntungan, tapi juga kerugian. Jika pasar bergerak berlawanan 10%, kerugian bisa 100% atau lebih, otomatis likuidasi.
Contoh: Dengan margin 1 juta, beli kontrak senilai 50 juta, jika pasar turun 2% (1 juta), modal hilang semua.
Risiko 2: Tanggung jawab tak terbatas dalam futures
Beli saham: kerugian maksimal adalah modal sendiri. Tapi di futures, karena hanya setor margin, saat pasar ekstrem, kerugian bisa melebihi margin dan membuat kamu berhutang ke broker.
Sejarah menunjukkan banyak kejadian tragis: trader kerugian melebihi modal, harus bayar kekurangan.
Risiko 3: Over-trading dan biaya tinggi
Karena biaya rendah, trader sering melakukan transaksi berulang-ulang. Banyak transaksi menyebabkan biaya menumpuk dan risiko terjebak dalam posisi yang tidak menguntungkan.
Statistik: 98% trader harian akhirnya rugi.
Risiko 4: Kurang disiplin dan mental lemah
Banyak pemula tahu harus pasang stop loss, tapi saat kerugian mendekat, mereka takut dan mengurangi posisi, atau malah menahan kerugian. Akibatnya, kerugian membesar.
Disiplin dan mental kuat adalah kunci utama keberhasilan futures, bukan strategi saja.
Risiko 5: Risiko kedaluwarsa kontrak
Kontrak futures memiliki tanggal jatuh tempo, harus tutup posisi sebelum itu atau melakukan rollover (pindah ke kontrak yang lebih jauh). Banyak pemula tidak memperhatikan waktu ini, akhirnya dipaksa tutup posisi dengan harga tidak menguntungkan.
Kelebihan dan kekurangan lengkap trading futures
5 keunggulan futures
1. Leverage tinggi, efisiensi modal Dengan margin kecil, bisa mengendalikan kontrak besar, cocok untuk yang ingin hasil besar dengan modal terbatas.
2. Posisi long dan short sama mudah Bisa profit di pasar naik maupun turun, memberi peluang di semua kondisi pasar.
3. Fungsi hedging yang kuat Kalau punya saham dan khawatir turun jangka pendek, bisa buka posisi short di futures untuk lindung nilai, tanpa harus jual saham.
4. Likuiditas tinggi dan transparansi Pasar internasional sangat aktif, spread kecil, masuk dan keluar mudah, tidak seperti saham kecil yang likuiditasnya rendah.
5. Biaya transaksi murah Biaya lebih rendah daripada saham, cocok untuk trader aktif.
5 kekurangan futures
1. Risiko sangat tinggi Leverage, tanggung jawab tak terbatas, volatilitas tinggi, tidak cocok untuk yang risiko rendah.
2. Tingkat masuk tinggi Walaupun margin kecil, membutuhkan pengetahuan, pengalaman, dan mental kuat. Kebanyakan trader sukses adalah profesional atau institusi.
3. Kontrak standar, kurang fleksibel Tidak bisa sesuaikan ukuran atau tanggal kedaluwarsa, harus mengikuti standar bursa.
4. Biaya holding posisi Perlu margin terus-menerus, jika kerugian bertambah, harus tambah margin, menambah beban psikologis dan biaya.
5. Waktu terbatas Kontrak kedaluwarsa, tidak bisa dipakai investasi jangka panjang tanpa rollover.
CFD (Contract For Difference) — Alternatif fleksibel antara futures dan spot
Kalau merasa risiko futures terlalu tinggi atau kontraknya terlalu kaku, bisa pertimbangkan CFD.
Perbedaan utama CFD dan futures
Tips trading CFD
1. Kendali leverage adalah kunci Gunakan leverage secara bijak, jangan sembarangan tingkatkan. Untuk instrumen volatil tinggi, gunakan leverage rendah (5-20x); untuk yang stabil, bisa lebih tinggi.
2. Buat rencana trading lengkap Tentukan target, stop loss, take profit, risiko maksimal per transaksi, agar bisa bertahan jangka panjang.
3. Diversifikasi risiko Jangan taruh semua modal di satu posisi. Batasi risiko per transaksi maksimal 2-5% dari total modal.
Apa yang dibutuhkan agar sukses trading futures?
Tanpa strategi yang lengkap, keberhasilan futures sulit dicapai. Berikut inti dari trading futures yang sukses:
1. Sistem trading lengkap
Termasuk:
Sistem ini harus diuji coba di demo dan diterapkan secara disiplin.
2. Disiplin dan mental kuat
Tahu apa yang harus dilakukan, tapi eksekusi nyata berbeda. Saat kerugian mendekat, banyak yang takut dan melanggar aturan. Inilah sebab utama 98% trader harian akhirnya rugi—bukan karena strategi buruk, tapi karena kurang disiplin.
3. Pembelajaran dan evaluasi terus-menerus
Pasar selalu berubah, sistem harus disesuaikan. Analisis catatan trading, cari kelemahan, perbaiki secara bertahap.
4. Modal cukup dan kesiapan mental
Dalam trading futures, sering terjadi kerugian beruntun dan drawdown besar. Kalau modal terlalu kecil atau mental tidak kuat, mudah menyerah di saat kritis.
Kata penutup: Nasihat terakhir dalam bermain futures
Meskipun terlihat sederhana—beli murah jual mahal—permainan futures sebenarnya menguji pengetahuan, disiplin, dan mental. Banyak pemula tergoda leverage, masuk tanpa pengelolaan risiko, lalu keluar dengan kerugian besar.
Jika kamu memutuskan masuk ke pasar futures, ingatlah:
Futures bukan sekadar jalan pintas menuju kekayaan, tetapi jalan cepat menuju kebangkrutan—pilihan ada di tanganmu, konsekuensinya juga harus kamu tanggung.