Para ahli strategi Goldman Sachs mencatat bahwa perusahaan yang berbasis aset sedang berkinerja lebih baik karena investor mencari perlindungan dari gangguan yang didorong oleh AI. Analisis mereka menunjukkan bahwa saham yang memerlukan modal besar, yang nilainya berasal dari aset fisik, secara signifikan mengungguli saham yang bergantung pada modal manusia atau digital sejak awal 2025. Tren ini menunjukkan bahwa investor lebih memilih aset nyata di tengah kekhawatiran tentang dampak AI terhadap bisnis yang lebih “ringan modal”.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Para Ahli Strategi Goldman: Saham Berbasis Aset yang Didukung oleh Ketakutan AI
Para ahli strategi Goldman Sachs mencatat bahwa perusahaan yang berbasis aset sedang berkinerja lebih baik karena investor mencari perlindungan dari gangguan yang didorong oleh AI. Analisis mereka menunjukkan bahwa saham yang memerlukan modal besar, yang nilainya berasal dari aset fisik, secara signifikan mengungguli saham yang bergantung pada modal manusia atau digital sejak awal 2025. Tren ini menunjukkan bahwa investor lebih memilih aset nyata di tengah kekhawatiran tentang dampak AI terhadap bisnis yang lebih “ringan modal”.