Apakah saham AS bisa diperdagangkan? Analisis kebenaran dan peluang perdagangan harian di pasar saham AS

Investors sering menghadapi pilihan: apakah harus memegang saham secara jangka panjang seperti Buffett, atau melakukan trading jangka pendek untuk menangkap peluang dari fluktuasi pasar? Seiring dengan meningkatnya volatilitas pasar global, semakin banyak orang tertarik dengan metode trading “day trading”. Jadi, apakah saham AS bisa diperlakukan sebagai day trading? Jawabannya adalah ya — tidak hanya bisa, mekanisme day trading di pasar AS bahkan memiliki keunggulan unik dibandingkan pasar Taiwan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang gambaran lengkap trading intraday di pasar AS, serta apakah metode ini cocok untuk Anda.

Mengapa Day Trading di Pasar AS Menjadi Populer: Keunggulan Inti Sistem T+0

Untuk memahami daya tarik day trading di pasar AS, pertama-tama perlu memahami sistem penyelesaian transaksi “T+0” yang digunakan di sana. Singkatnya, T+0 berarti investor dapat membeli dan menjual saham dalam hari yang sama, dan dana langsung tersedia untuk transaksi berikutnya.

Sebaliknya, pasar Taiwan menerapkan sistem “T+2”, di mana jika Anda menjual saham hari ini, dana baru bisa diambil dua hari kemudian. Perbedaan sistem ini secara esensial menciptakan pengalaman yang berbeda. Di pasar AS, Anda bisa melakukan banyak transaksi dalam satu hari tanpa menunggu penyelesaian dana, sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan modal secara signifikan.

Selain itu, jam perdagangan di pasar AS relatif lebih panjang. Jam perdagangan reguler adalah dari pukul 09:30-16:00 waktu Timur AS (21:30-04:00 waktu Taiwan), volume transaksi besar dan likuiditas tinggi, sehingga meskipun pasar berfluktuasi cepat, investor dapat lebih mudah masuk dan keluar posisi.

Perbandingan Aturan Day Trading di Pasar AS dan Taiwan: Perbedaan Sistem

Terdapat perbedaan signifikan dalam aturan day trading antara pasar AS dan Taiwan, yang langsung mempengaruhi cara operasional dan biaya yang harus dikeluarkan investor.

Perbedaan Persyaratan Modal adalah yang paling utama. Di pasar AS, untuk melakukan day trading (Day Trading), harus mematuhi “PDT Rule” (Pattern Day Trader Rule). Secara spesifik, jika saldo akun di bawah US$25.000, maksimal 3 kali transaksi day trading dalam 5 hari trading; jika saldo mencapai US$25.000 atau lebih, tidak ada batasan jumlah day trading. Aturan ini dibuat oleh SEC dan FINRA untuk melindungi investor ritel. Sebaliknya, di pasar Taiwan, saat ini tidak ada batasan untuk membeli dulu baru menjual (long), tetapi untuk melakukan short selling (jual dulu baru beli kembali), harus membuka akun margin.

Jam Perdagangan dan Pre-market / After-hours juga berbeda. Pasar AS mengizinkan perdagangan sebelum jam reguler (Pre-Market) dan setelah jam pasar (After-Hours), memberi peluang lebih banyak untuk day trading. Di Taiwan, perdagangan utama hanya selama jam reguler, dan setelah jam pasar hanya untuk trading saham pecahan (zero shares).

Unit Perdagangan Minimum berbeda. Di AS, satu saham sudah cukup sebagai unit transaksi, sehingga investor bisa mengatur posisi secara fleksibel. Di Taiwan, satu lot adalah 1000 saham, dan meskipun ada trading saham pecahan setelah jam pasar, saat jam reguler tetap dibatasi satu lot.

Waktu Penyelesaian juga berbeda. Pasar AS menerapkan sistem T+1, sedangkan Taiwan T+2, yang mempengaruhi kecepatan perputaran dana.

Empat Risiko Utama Day Trading di Pasar AS: Di Balik Keuntungan Tinggi Ada Bahaya

Meskipun day trading di pasar AS menarik, risiko yang menyertainya tidak bisa diabaikan.

Pertama, Biaya Transaksi. Sebagian besar broker di AS sudah memberlakukan transaksi tanpa komisi, tetapi tetap ada biaya regulasi SEC dan FINRA, biasanya sangat kecil per transaksi. Namun, bagi trader aktif, biaya ini bisa terkumpul. Lebih penting lagi, ada biaya konversi mata uang jika transaksi dalam dolar AS dengan rupiah, dan fluktuasi kurs bisa menggerogoti keuntungan. Di pasar Taiwan, meskipun ada pajak transaksi, pemerintah memberikan insentif “pengurangan pajak transaksi” (dari 0.3% menjadi 0.15%), sehingga beban pajak sebenarnya tidak selalu lebih tinggi dibanding biaya tersembunyi di AS.

Kedua, Tekanan Waktu dan Risiko Pengambilan Keputusan. Fluktuasi di pasar AS sangat cepat, terutama saat pembukaan dan penutupan. Trader harus mampu menilai arah pasar, menetapkan stop loss dan take profit, dan mengeksekusi dengan cepat. Kurangnya pengalaman dapat menyebabkan kerugian besar. Secara psikologis, tekanan mental dari harus terus memantau pasar juga besar, apalagi jika pergerakan berlawanan dengan prediksi, bisa menyebabkan panic selling atau overtrading.

Ketiga, Penggunaan Leverage yang Memperbesar Risiko. Banyak day trader di AS menggunakan margin untuk meningkatkan potensi keuntungan. Margin awal biasanya 50% (leverage 2x). Jika pasar berbalik, kerugian juga membesar. Misalnya, modal US$10.000 dengan margin 50% bisa membeli US$20.000 saham. Jika harga turun 5%, kerugian langsung US$1.000, setara 10% dari modal. Dalam kondisi ekstrem, kerugian bisa melebihi modal dan memicu margin call dari broker.

Keempat, Risiko Ketagihan Psikologis. Keuntungan instan dari day trading bisa membuat trader ketagihan. Banyak yang awalnya coba-coba, lalu menjadi compulsive trader, melupakan ritme pasar, dan akhirnya kehilangan kendali, baik karena kerugian kecil yang terus bertambah maupun kerugian besar.

Siapa yang Cocok untuk Day Trading di Pasar AS? Lima Pemeriksaan Diri

Sebelum memulai day trading di pasar AS, penting untuk jujur menilai apakah memenuhi kriteria berikut:

Pertama, waktu luang dan mampu memantau pasar. Pasar AS sangat volatile dan cepat, membutuhkan perhatian penuh selama jam perdagangan. Jika pekerjaan tidak memungkinkan mengalokasikan waktu dari pukul 21:30-04:00 waktu Taiwan, day trading tidak cocok.

Kedua, disiplin ketat dan kemampuan pengelolaan risiko. Harus mampu menetapkan dan menjalankan stop loss dan take profit, serta tidak melanggar rencana trading karena emosi. Analisis posisi dan risiko harus dilakukan secara disiplin.

Ketiga, daya tahan stres dan pengambilan keputusan cepat. Pasar bisa bergerak besar dalam waktu singkat. Jika mudah panik atau terlalu emosional, day trading akan memperburuk perilaku tersebut.

Keempat, pengalaman dan kemampuan analisis teknikal. Day trading membutuhkan pemahaman grafik intraday, volume, moving average, candlestick, support dan resistance. Tanpa pengetahuan dasar ini, masuk ke day trading sama saja dengan belajar dari kerugian.

Kelima, modal cukup dan mampu menanggung kerugian. Day trading bukanlah alat untuk mendapatkan keuntungan pasti, melainkan spekulasi dengan risiko tinggi. Modal kecil dan leverage tinggi sangat berisiko, bisa menyebabkan margin call dan kerugian besar. Hanya modal yang cukup dan mampu menanggung kerugian yang disarankan untuk mencoba.

Tiga Langkah Trading Intraday di Pasar AS: Dari Pemilihan Saham Hingga Disiplin Keluar

Jika sudah yakin cocok, berikut tiga langkah utama dalam praktik trading intraday.

Langkah 1: Pilih Saham dengan Likuiditas Tinggi

Prioritas utama adalah memilih saham yang aktif dan likuid. Fokus pada tiga aspek:

Berita dan Sentimen. Perusahaan yang sedang ramai diberitakan, baik positif maupun negatif, cenderung mengalami volatilitas tinggi. Contohnya, rilis produk baru, pengumuman laba, atau isu regulasi bisa memicu pergerakan besar.

Laporan Riset Institusional. Rekomendasi dari bank investasi atau lembaga riset bisa mempengaruhi posisi institusi besar dan memicu pergerakan harga.

Data Kuantitatif. Perhatikan saham yang masuk daftar saham terkuat, terlemah, volume transaksi tinggi, dan volume tiba-tiba melonjak 50% dari rata-rata 5-10 hari sebelumnya. Ini menandakan potensi pergerakan besar.

Langkah 2: Tentukan Arah dan Waktu Masuk

Day trading bisa long maupun short. Untuk posisi long, perhatikan level support dan harga pembukaan, serta tren pasar secara umum. Karena grafik intraday biasanya memakai timeframe 5 menit, analisis harus cepat dan tepat.

Pengaruh Tren Pasar Utama. Jika indeks utama seperti NASDAQ 100 atau S&P 500 sedang menguat, saham individual cenderung mengikuti. Jika pasar sedang melemah, peluang short lebih tinggi.

Untuk Short Selling, perhatikan kondisi pasar yang sedang bearish, misalnya karena kejadian geopolitik atau isu ekonomi tertentu.

Langkah 3: Terapkan Disiplin Stop Loss dan Manajemen Modal

Ini adalah kunci keberhasilan day trading. Disarankan:

Stop Loss dan Take Profit. Atur stop loss sekitar 2-3%, dan target profit sekitar 5%. Pastikan semua posisi ditutup sebelum pasar tutup, hindari posisi terbawa ke hari berikutnya karena risiko volatilitas akhir hari.

Kelola Modal dengan Baik. Pastikan dana cukup di akun, dan jangan terlalu besar mengambil posisi. Jika salah arah, segera keluar dan hindari overtrading.

Jaga Emosi dan Keputusan. Jangan serakah, dan tetap disiplin. Jika sudah mencapai target atau kerugian tertentu, segera keluar.

Saham Favorit dan Strategi Penyaringan di Pasar AS

Beberapa sektor dan saham yang cocok untuk day trading saat ini:

Teknologi. NVIDIA (NVDA) dengan volume harian US$175 juta, sangat likuid dan volatil. Microsoft (MSFT), Amazon (AMZN), Google (GOOG) juga sangat aktif. Meta (META) dengan volume US$12 juta, cocok untuk volatilitas tinggi.

Semikonduktor. AMD dan Intel memiliki volume besar dan pergerakan dinamis.

Energi dan Kesehatan. ExxonMobil (XOM) dan Gilead Sciences (GILD) sering mengalami pergerakan karena faktor eksternal seperti harga minyak dan perkembangan obat.

Tesla (TSLA). Volume US$98 juta, sangat populer di kalangan trader jangka pendek karena volatilitasnya tinggi.

Saham-saham ini memiliki volume tinggi dan likuiditas baik, cocok untuk day trading. Tapi, keberhasilan juga bergantung pada eksekusi dan disiplin trader.

Mental dan Psikologi dalam Day Trading di Pasar AS: Menjaga Rasionalitas di Tengah Risiko Tinggi

Kunci utama adalah mengendalikan psikologi. Beberapa tips:

Atasi Panik. Tetapkan level stop loss sebelum masuk posisi, dan patuhi. Jangan biarkan emosi mempengaruhi keputusan saat pasar turun.

Jauhkan Keserakahan. Jangan terlalu berharap bisa mendapatkan keuntungan besar dari satu posisi. Target kecil dan konsisten lebih aman.

Hormati Ritme Pasar. Kadang tidak ada peluang, lebih baik menunggu daripada memaksakan trading.

Catat dan Evaluasi. Buat jurnal trading, catat alasan masuk dan keluar, dan analisis hasilnya secara rutin untuk memperbaiki strategi.

Kesimpulan: Apakah Day Trading di Pasar AS Bisa Dilakukan?

Ya, pasar AS memungkinkan untuk day trading, berkat sistem T+0, likuiditas tinggi, dan banyaknya peluang. Dibandingkan dengan sistem T+2 dan beban pajak di Taiwan, pasar AS menawarkan keunggulan dari sisi regulasi dan infrastruktur.

Namun, sistem ini tetap berisiko tinggi dan menuntut disiplin, pengalaman, serta modal yang cukup. Hanya mereka yang memiliki waktu, kemampuan analisis, dan mental kuat yang sebaiknya mempertimbangkan untuk melakukan day trading di pasar AS. Untuk kebanyakan orang, pertanyaan utama bukan “bisa tidaknya”, tetapi “haruskah atau tidak”.

Jika tertarik, mulailah dari modal kecil dan belajar dari pengalaman nyata. Ingat, day trading bukan jalan cepat menuju kekayaan, melainkan alat yang membutuhkan keahlian tinggi. Penggunaan yang tepat bisa membuka peluang, penyalahgunaan justru memperbesar risiko. Keputusan ada di tangan Anda—buatlah pilihan yang rasional.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)