Kepolisian Hyderabad Membongkar Sindikat Penipuan Siber Pan-India Tangkap 104 Penipu Di 16 Negara Bagian

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

(MENAFN- IANS) Hyderabad, 24 Feb (IANS) Dalam sebuah operasi besar, Kepolisian Hyderabad membongkar sindikat penipuan siber nasional dengan penangkapan 104 pelaku penipuan di 16 negara bagian.

Setidaknya 32 tim khusus melaksanakan ‘Operasi Octopus’ selama 10 hari, kata Komisaris Polisi Hyderabad V.C. Sajjanar pada hari Selasa.

Di bawah kepemimpinan DCP (Keamanan Siber) V. Aravind Babu, polisi melakukan operasi terkoordinasi melawan sindikat kejahatan siber yang beroperasi di seluruh negeri.

Orang-orang yang ditangkap terkait dengan 1.055 kasus penipuan siber yang terdaftar di seluruh India, dengan total kerugian sekitar ₹127 crore, kata Komisaris dalam sebuah pernyataan.

Selama operasi, polisi menyita 204 ponsel, 141 SIM card, 152 buku tabungan bank, 234 kartu debit/kredit, 26 laptop, 56 cap perusahaan/firm, dan ₹36 lakh uang tunai.

Operasi dilakukan di Maharashtra, Delhi, Rajasthan, Benggala Barat, Karnataka, Uttar Pradesh, Gujarat, Haryana, Punjab, Andhra Pradesh, Assam, Madhya Pradesh, Bihar, Uttarakhand, dan Odisha.

Komisaris mencatat bahwa belakangan ini terjadi peningkatan kasus korban yang menjadi sasaran penipuan investasi, penipuan perdagangan, dan penipuan ‘Digital Arrest’, yang menyebabkan kerugian uang hasil kerja keras mereka.

Menyalahgunakan kepercayaan warga yang tidak curiga, pelaku penipuan siber telah menguras rekening bank melalui manipulasi, intimidasi, dan paksaan emosional.

Menyadari seriusnya situasi ini, ‘Operasi Octopus’ dirancang untuk memberikan pukulan telak terhadap jaringan ilegal ini. Setelah penyelidikan intensif terhadap meningkatnya penipuan tersebut, Kantor Polisi Kejahatan Siber (CCPS), Hyderabad, mengidentifikasi sebuah jaringan 151 rekening bank yang digunakan untuk menyedot dana korban, kata Sajjanar.

Melalui pengumpulan intelijen yang teliti dan analisis forensik, 151 rekening bank diidentifikasi sebagai jalur pencucian uang hasil kejahatan. Untuk membongkar jaringan kompleks ini, dibentuk 32 Tim Khusus yang terdiri dari penyelidik berpengalaman. Operasi dilakukan secara bersamaan di 16 negara bagian selama 10 hari dan 104 orang yang memainkan peran penting dalam pelaksanaan penipuan ditangkap.

Seorang Relationship Manager dari Bank Bandhan termasuk di antara yang ditangkap karena berkolusi dengan pelaku penipuan untuk memfasilitasi pembukaan dan pengoperasian rekening penipuan.

‘Operasi Octopus’ adalah inisiatif yang sedang berlangsung, dan penyelidikan terus berjalan untuk membongkar tingkat atas dari sindikat ini.

Pesan yang jelas dan tegas dikirimkan: Siapa pun yang terbukti terlibat dalam kejahatan ini—terlepas dari kedudukan, pengaruh, atau peran—tidak akan dimaafkan. Setiap petunjuk akan ditindaklanjuti, dan pelaku akan menghadapi seluruh kekuatan hukum.

Setiap individu yang mendukung pelaku kejahatan siber, termasuk pejabat bank dan pemilik rekening mule, akan ditindak sesuai hukum, kata Komisaris Polisi.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)