Analisis peluang investasi saham penerbangan tahun 2026: kuasai siklus ekonomi, beli saham maskapai berkualitas saat harga rendah

Setelah mengalami kerugian historis selama pandemi, industri penerbangan global kini memasuki jalur pemulihan. Menurut perkiraan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), pada tahun 2025 jumlah penumpang global secara resmi melampaui level sebelum pandemi, dan diperkirakan permintaan perjalanan udara akan berlipat ganda hingga tahun 2040, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 3,4%. Tren jangka panjang ini mendorong saham penerbangan menjadi salah satu target investasi utama di pasar modal saat ini. Menghadapi gelombang pemulihan ini, bagaimana sebaiknya investor menata portofolio saham penerbangan?

Mengapa Saat Ini Merupakan Waktu yang Baik untuk Berinvestasi di Saham Penerbangan

Saham penerbangan termasuk industri yang siklusnya sangat bergantung pada kondisi ekonomi. Siklus keuntungan mereka sangat terkait dengan kondisi ekonomi global. Saat ini, ekonomi global telah sepenuhnya keluar dari bayang-bayang pandemi, dan permintaan perjalanan terus menunjukkan ketahanan, menjadikan ini sebagai peluang emas untuk berinvestasi di saham penerbangan.

Bahkan Warren Buffett, yang sebelumnya skeptis terhadap industri penerbangan, telah mengubah pandangannya. Perusahaan investasinya, Berkshire Hathaway, saat ini memegang posisi penting di maskapai utama AS seperti Delta Air Lines (DAL), American Airlines (AAL), dan United Airlines (UAL), yang menunjukkan kepercayaan Wall Street terhadap prospek saham penerbangan. Institusi investasi terkemuka seperti Morgan Stanley juga secara aktif merekomendasikan saham penerbangan, meningkatkan peringkat American Airlines menjadi overweight dengan target kenaikan harga lebih dari 35%, mencerminkan optimisme investor institusional terhadap sektor ini.

Faktor Utama Pemulihan Pasar Saham Penerbangan Global

Pemulihan Permintaan Perjalanan yang Berkelanjutan

Pasar wisata internasional sedang mengalami lonjakan yang disebut sebagai “revenge travel”. Kembali meningkatnya perjalanan bisnis, peningkatan wisata lintas negara, serta kenaikan pendapatan yang dapat dibelanjakan di pasar berkembang, semuanya menyuplai arus penumpang yang terus-menerus ke maskapai. Intensitas pemulihan permintaan ini jauh melebihi ekspektasi, tercermin dari data tingkat okupansi penumpang kuartal ketiga dari berbagai maskapai besar—misalnya, tingkat okupansi maskapai utama AS umumnya di atas 87%, bahkan di atas 92% di Asia.

Peningkatan Efisiensi Operasi yang Berkelanjutan

Setelah ujian besar pandemi, maskapai yang tersisa telah mengoptimalkan struktur biaya mereka. Melalui pembaruan armada, pengoptimalan rute, dan penggunaan kecerdasan buatan dalam penjadwalan, biaya operasional per unit terus menurun. Contohnya, Copa Airlines pada kuartal kedua 2025 mencatat penurunan biaya operasional per unit sebesar 4,6% secara year-on-year, menunjukkan peningkatan efisiensi yang konsisten—ini adalah kunci utama peningkatan profitabilitas saham penerbangan.

Dorongan Investasi dalam Modernisasi Armada

Maskapai semakin mempercepat pembaruan armada mereka dengan model pesawat yang lebih efisien bahan bakar, seperti Boeing 787 dan Airbus A350. Investasi ini tidak hanya menurunkan biaya bahan bakar, tetapi juga meningkatkan pengalaman penumpang, yang akan memperkuat daya saing jangka panjang.

Saham Penerbangan AS dan Taiwan, Mana yang Lebih Menarik?

Saham Penerbangan AS: Pilihan Stabil di Pasar Matang

Delta Air Lines (DAL) adalah representasi utama industri penerbangan AS. Sebagai salah satu maskapai terbesar dunia, dengan proporsi penumpang bisnis yang tinggi, keunggulan rute internasional, dan keunggulan unik dalam hedging bahan bakar melalui kepemilikan pabrik minyak, membuatnya lebih tahan terhadap risiko. Hingga akhir 2025, harga sahamnya naik lebih dari 69% dari awal tahun. Meskipun fluktuasi jangka pendek cukup besar, tren jangka panjang tetap positif.

Copa Holdings mewakili potensi pertumbuhan di pasar berkembang. Sebagai maskapai terkemuka di Amerika Latin, yang diuntungkan dari percepatan urbanisasi dan peningkatan pendapatan dapat dibelanjakan di wilayah tersebut, kinerja keuangannya terus meningkat. Pada kuartal kedua 2025, laba bersih mencapai 149 juta dolar AS, meningkat 25% secara year-on-year, dengan tingkat ketepatan waktu operasional mencapai 91,5%, dan telah dinobatkan sebagai maskapai terbaik di Amerika Tengah selama sepuluh tahun berturut-turut oleh Skytrax.

Ryanair Holdings (RYAAY) adalah contoh maskapai berbiaya rendah global. Sebagai maskapai murah terbesar di Eropa, dengan armada lebih dari 641 pesawat, melayani 224 bandara, dan rata-rata 3.600 penerbangan per hari, mengangkut 207 juta penumpang per tahun. Perusahaan berencana meningkatkan jumlah penumpang tahunan menjadi 300 juta sebelum 2034, menunjukkan rencana ekspansi agresif.

Saham Penerbangan Taiwan: Potensi Pertumbuhan Pemimpin Regional

EVA Air (2618), salah satu dari dua maskapai besar Taiwan, pada kuartal ketiga 2025 mencatat tingkat okupansi 92,5%, dengan kapasitas rute internasional meningkat 28% secara year-on-year, dan pemesanan untuk rute jarak jauh ke Eropa dan Amerika meningkat pesat. Perusahaan sedang mengembangkan tiga pesawat Boeing 777 yang diubah menjadi kargo penumpang, memperkuat keunggulan kapasitasnya. Dengan pengakuan Skytrax bintang lima dan merek “Sharing the World, Flying Together”, EVA memiliki keunggulan kompetitif yang jelas di pasar hub Asia.

China Airlines (2610) menonjol dengan diversifikasi layanan. Di bawah naungannya terdapat maskapai seperti Mandarin Airlines dan Tigerair Taiwan, yang memungkinkan cakupan layanan penuh dari layanan lengkap hingga biaya rendah. Pada kuartal ketiga 2025, tingkat okupansi mencapai 86,9%, kapasitas rute internasional meningkat 13%, dan rute populer di Asia Timur dan Amerika Utara terus menunjukkan tingkat pemesanan tinggi. Armada berjumlah 83 pesawat, dengan lebih dari 1.400 penerbangan mingguan, serta keunggulan di bidang kargo.

Starlux Airlines (2646) adalah kekuatan baru dengan pertumbuhan tinggi. Meskipun baru beroperasi sejak 2020, layanan diferensiasi dan strategi armada modernnya sudah mulai menunjukkan hasil. Pada 2025, harga sahamnya naik 18% dari awal tahun, dengan tingkat okupansi kuartal ketiga sebesar 85,9%. Rute Taipei ke California di Ontario yang dibuka Juni lalu sudah mencapai tingkat pemesanan 80%, dan strategi ekspansi terus ditingkatkan.

Empat Variabel Kunci yang Mempengaruhi Valuasi Saham Penerbangan

Kondisi Ekonomi Global

Pertumbuhan ekonomi secara langsung mendorong permintaan perjalanan. Saat ekonomi mengalami resesi, konsumen cenderung mengurangi pengeluaran yang dapat dibelanjakan, termasuk perjalanan, sehingga saham penerbangan pun tertekan. Inilah sebabnya saham penerbangan sering dianggap sebagai indikator awal kondisi ekonomi.

Fluktuasi Harga Minyak

Biaya bahan bakar menyumbang porsi besar dari pengeluaran maskapai. Ketika harga minyak melonjak, maskapai harus menyesuaikan harga tiket untuk melindungi margin keuntungan; sebaliknya, penurunan harga minyak dapat meningkatkan laba secara elastis. Ketidakpastian harga energi merupakan risiko utama bagi saham penerbangan.

Kondisi Suku Bunga

Sebagian besar maskapai memiliki tingkat utang yang tinggi, sehingga kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya pembiayaan dan mempengaruhi ekspansi armada serta investasi infrastruktur. Sebaliknya, suku bunga rendah dapat mendorong pertumbuhan investasi industri.

Nilai Tukar dan Risiko Geopolitik

Pendapatan dari rute internasional melibatkan risiko nilai tukar, dan risiko geopolitik dapat langsung mempengaruhi pembukaan ruang udara serta kepercayaan penumpang.

Tiga Risiko Utama Investasi Saham Penerbangan dan Strategi Menghadapinya

Tekanan Profitabilitas Akibat Struktur Biaya yang Kaku

Industri penerbangan menghadapi “tiga gunung” biaya—biaya bahan bakar, biaya tenaga kerja, dan biaya pemeliharaan armada. Biaya ini sulit disesuaikan secara cepat, sehingga saat kondisi ekonomi memburuk, margin keuntungan akan tertekan. Strateginya adalah memilih perusahaan yang mampu menurunkan biaya per unit secara berkelanjutan melalui optimalisasi armada dan rute.

Risiko Utang Tinggi dan Arus Kas

Karena investasi besar dalam armada dan fasilitas, maskapai umumnya memiliki tingkat utang yang tinggi. Saat suku bunga naik atau ekonomi memburuk, tekanan keuangan meningkat. Banyak maskapai AS selama pandemi melakukan penambahan modal yang menyebabkan harga saham terdilusi. Strateginya adalah memilih perusahaan dengan arus kas yang kuat dan rasio pendapatan dari investasi terhadap pendapatan operasional yang rendah.

Ketidakpastian Peristiwa Tak Terduga (Black Swan)

Pandemi, krisis geopolitik, dan cuaca ekstrem dapat secara drastis mempengaruhi jumlah penerbangan dan jumlah penumpang. Strateginya adalah melakukan diversifikasi investasi lintas wilayah dan rute untuk mengurangi risiko titik tunggal.

Panduan Praktis Memilih Saham Penerbangan

Memanfaatkan Siklus Ekonomi untuk Waktu Investasi

Saham penerbangan mengikuti siklus boom-bust yang jelas. Titik terbaik untuk membeli biasanya saat siklus mendekati akhir, ketika pasar belum sepenuhnya menghargai pemulihan. Saat ini, kita berada di momen tersebut—permintaan perjalanan sudah pulih, tetapi valuasi belum mencerminkan hal itu secara penuh.

Diversifikasi Regional

Kondisi ekonomi di berbagai wilayah berbeda. Investasi di saham penerbangan AS, Eropa, dan Asia secara bersamaan dapat mengurangi risiko resesi di satu wilayah. Saham Taiwan diuntungkan dari posisi hub regional; maskapai AS menguasai rute domestik dan transatlantik; Ryanair memimpin pasar maskapai murah Eropa. Diversifikasi ini memberikan kombinasi risiko dan imbal hasil terbaik.

Memilih Perusahaan dengan Arus Kas yang Kuat

Industri penerbangan sangat bergantung pada arus kas. Prioritaskan perusahaan yang memiliki rasio kas dan investasi terhadap pendapatan lebih dari 35%, karena mampu bertahan dari guncangan eksternal.

Metode Investasi

Pembukaan rekening di broker tradisional cocok untuk investasi jangka panjang. Platform kontrak selisih (CFD) cocok untuk trader jangka pendek yang bersedia menanggung risiko tinggi. CFD menawarkan keunggulan seperti posisi long/short tanpa biaya transaksi dan leverage yang fleksibel, tetapi juga meningkatkan risiko. Apapun metode yang dipilih, pengelolaan risiko harus menjadi prioritas utama.

Potensi Keuntungan dan Logika Jangka Panjang Investasi Saham Penerbangan

Menurut prediksi jangka panjang IATA, jumlah penumpang udara global akan berlipat ganda menjadi 8 miliar orang sebelum 2040, memberikan dasar yang kuat untuk keberlanjutan profitabilitas maskapai. Pendapatan maskapai modern tidak lagi hanya dari penjualan tiket, tetapi juga dari biaya bagasi, peningkatan kursi, program frequent flyer, kargo, dan kartu kredit kolaborasi, yang membuat struktur keuntungan saham penerbangan lebih tahan banting dari yang diperkirakan.

Beberapa maskapai dengan kondisi keuangan yang sehat juga secara berkala membagikan dividen, memberikan pengembalian berupa cash flow kepada investor.

Secara keseluruhan, saham penerbangan sebagai saham siklus ekonomi, di tengah pemulihan ekonomi global dan permintaan perjalanan yang tinggi, sedang memasuki peluang investasi baru. Kuncinya adalah memahami siklus industri, memilih perusahaan yang mampu mengendalikan biaya dengan baik, memiliki arus kas yang kuat, dan memiliki keunggulan regional, serta melakukan diversifikasi untuk mengelola risiko.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)