Banyak pedagang teknis sering menghadapi masalah yang sama: bagaimana mereka tahu jika sistem perdagangan mereka benar-benar menguntungkan? Solusi untuk masalah ini adalah dengan menggunakan backtesting, yaitu proses pengujian strategi perdagangan terhadap data harga historis. Ini memberi pedagang lebih percaya diri sebelum menerapkan sistem perdagangan.
Apa itu Backtest Forex dan Mengapa Trader Membutuhkannya?
Misalnya, jika seorang trader membuat strategi yang menggunakan SMA(5) untuk melintasi SMA(20) sebagai sinyal perdagangan, backtesting adalah untuk menguji strategi terhadap data harga EURUSD tahun lalu untuk melihat apakah telah naik atau rugi jika telah digunakan di masa lalu.
Prinsip dasarnya adalah jika sistem perdagangan dapat bekerja dengan baik dengan data historis, maka itu akan menjadi ide yang bagus. Kemungkinan akan bekerja dengan baik di masa depan. Namun, itu bukan jaminan, tetapi hanya indikator yang membantu pedagang membuat keputusan yang lebih tepat.
Alat mana untuk memilih alat backtest yang tepat?
Untuk trader pemula, memilih alat backtesting yang tepat sangat penting. Saat ini, ada beberapa opsi yang tersedia, mulai dari yang sederhana hingga yang rumit, tergantung pada tingkat keahlian dan kebutuhan individu.
Excel dan Google Sheet untuk Pemula
Excel atau Google Sheet adalah alternatif yang ekonomis dan mudah digunakan. Trader dapat memuat data harga EURUSD ke dalam spreadsheet. Buat rumus untuk menghitung SMA(5) dan SMA(20), lalu gunakan fungsi IF untuk membuat kondisi perdagangan.
Backtesting metode ini cukup alami. Misalnya, jika Anda ingin SMA(5) > SMA(20) mengembalikan nilai 1, rumus =IF(C21>D21,1,0) dapat digunakan. Jika data besar, seperti data jangka waktu menit beberapa tahun, Pemrosesan akan melambat, dan penanganan data dalam jumlah besar dapat menyebabkan stagnasi sistem.
TradingView untuk orang-orang yang menginginkan kenyamanan
TradingView adalah alat backtesting profesional yang populer di kalangan profesional. Tidak hanya memiliki data harga yang terus diperbarui, tetapi juga memiliki fitur Penguji Strategi yang memungkinkan pedagang untuk melakukan backtest dengan cepat.
TradingView memiliki banyak contoh strategi untuk dicoba. Misalnya, strategi BarUpDn yang membeli pada candle hijau (harga penutupan > harga pembukaan) dan menjual pada candle merah (harga penutupan). < ราคาเปิด) เมื่อทำ backtest กลยุทธ์นี้กับ EURUSD ระดับวันโดยใช้ข้อมูล 1 ปี ผลลัพธ์แสดงว่ากลยุทธ์นี้ขาดทุนรวม -0.94% เทียบเท่า -$9,447.20 โดยมีจำนวนการเทรด 45 ครั้ง และอัตราการชนะ 35.56%
Meskipun strategi BarUpDn mungkin tidak menguntungkan, trader dapat menyesuaikan kondisi atau mencobanya pada aset lain dalam waktu singkat.
Langkah-langkah untuk Menyelesaikan Backtest Forex
Backtesting bukan hanya tentang menjalankan program dan menunggu hasilnya.
Langkah pertama Ini untuk menentukan strategi perdagangan yang jelas. Misalnya, “Gunakan SMA(5) dan SMA(20) pada level 5 menit EURUSD, beli saat SMA(5) menyeberang ke atas, jual saat dipotong, dan gunakan stop loss pada -20%”.
Langkah Kedua Semakin lama interval, semakin panjang rentang data. Semakin percaya diri saya. Umumnya, trader menggunakan data dari 1-5 tahun terakhir.
Langkah ketiga adalah menjalankan backtest dan mengumpulkan hasilnya.
Langkah keempat Ini untuk menganalisis hasil dan menentukan apakah strategi tersebut memiliki potensi atau perlu ditingkatkan.
Ukur backtest dengan benar Metrik yang perlu diketahui
Di akhir backtest, trader akan mendapatkan banyak hasil, tetapi mana yang harus difokuskan?
Pengembalian Kumulatif Itu harus dibandingkan sebagai persentase per tahun sehingga sebanding dengan aset lainnya.
Volatilitas imbal hasil Apakah keuntungannya konsisten? Sistem perdagangan yang baik harus menawarkan pengembalian positif dan volatilitas rendah.
Rasio Sharpe Ini adalah indikator yang dihitung berdasarkan pengembalian. Semakin tinggi Sharpe, semakin baik pengembalian dibandingkan dengan risikonya.
Penarikan Maksimum Ukur berapa banyak modal maksimum yang bisa hilang. Misalnya, Penarikan Maksimum 4,12% berarti bahwa ketika suatu peristiwa terjadi seperti dalam data historis, Modal akan kehilangan paling banyak sebesar 4,12%, ini adalah indikator penting untuk manajemen risiko.
Mana yang lebih baik, Backtest atau Forward Testing?
Backtesting memberikan gambaran umum tentang kemampuan sistem perdagangan, tetapi memiliki keterbatasan. Data historis mungkin tidak sepenuhnya mewakili skenario masa depan.
Metode yang digunakan oleh trader profesional adalah kombinasi dari backtesting dan forward testing, yaitu menguji sistem trading terhadap data harga aktual yang sedang terjadi. Dengan menggunakan akun demo atau sejumlah kecil uang, ini akan memastikan bahwa sistem perdagangan praktis dalam kondisi pasar yang sedang berkembang.
Kesimpulan
Backtest forex adalah alat penting yang membantu trader mendapatkan lebih percaya diri dalam menggunakan sistem trading. Metode backtest tidak terlalu sulit. Mulai dari Excel sederhana hingga TradingView yang lebih terspesialisasi. Itu tergantung pada kebutuhan dan tingkat pembelajaran individu.
Penting bagi trader untuk memahami apa itu backtesting. Apa langkah-langkahnya dan angka mana yang harus diperhatikan? Jika dilakukan dengan benar, backtesting akan memungkinkan trader untuk mengembangkan dan meningkatkan sistem trading mereka dengan benar. Ini meningkatkan peluang untuk keuntungan jangka panjang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
การทดสอบกลยุทธ์ Forex ให้ประสบความสำเร็จ เครื่องมือและขั้นตอนที่นักเทรดต้องรู้ปี 2026
Banyak pedagang teknis sering menghadapi masalah yang sama: bagaimana mereka tahu jika sistem perdagangan mereka benar-benar menguntungkan? Solusi untuk masalah ini adalah dengan menggunakan backtesting, yaitu proses pengujian strategi perdagangan terhadap data harga historis. Ini memberi pedagang lebih percaya diri sebelum menerapkan sistem perdagangan.
Apa itu Backtest Forex dan Mengapa Trader Membutuhkannya?
Misalnya, jika seorang trader membuat strategi yang menggunakan SMA(5) untuk melintasi SMA(20) sebagai sinyal perdagangan, backtesting adalah untuk menguji strategi terhadap data harga EURUSD tahun lalu untuk melihat apakah telah naik atau rugi jika telah digunakan di masa lalu.
Prinsip dasarnya adalah jika sistem perdagangan dapat bekerja dengan baik dengan data historis, maka itu akan menjadi ide yang bagus. Kemungkinan akan bekerja dengan baik di masa depan. Namun, itu bukan jaminan, tetapi hanya indikator yang membantu pedagang membuat keputusan yang lebih tepat.
Alat mana untuk memilih alat backtest yang tepat?
Untuk trader pemula, memilih alat backtesting yang tepat sangat penting. Saat ini, ada beberapa opsi yang tersedia, mulai dari yang sederhana hingga yang rumit, tergantung pada tingkat keahlian dan kebutuhan individu.
Excel dan Google Sheet untuk Pemula
Excel atau Google Sheet adalah alternatif yang ekonomis dan mudah digunakan. Trader dapat memuat data harga EURUSD ke dalam spreadsheet. Buat rumus untuk menghitung SMA(5) dan SMA(20), lalu gunakan fungsi IF untuk membuat kondisi perdagangan.
Backtesting metode ini cukup alami. Misalnya, jika Anda ingin SMA(5) > SMA(20) mengembalikan nilai 1, rumus =IF(C21>D21,1,0) dapat digunakan. Jika data besar, seperti data jangka waktu menit beberapa tahun, Pemrosesan akan melambat, dan penanganan data dalam jumlah besar dapat menyebabkan stagnasi sistem.
TradingView untuk orang-orang yang menginginkan kenyamanan
TradingView adalah alat backtesting profesional yang populer di kalangan profesional. Tidak hanya memiliki data harga yang terus diperbarui, tetapi juga memiliki fitur Penguji Strategi yang memungkinkan pedagang untuk melakukan backtest dengan cepat.
TradingView memiliki banyak contoh strategi untuk dicoba. Misalnya, strategi BarUpDn yang membeli pada candle hijau (harga penutupan > harga pembukaan) dan menjual pada candle merah (harga penutupan). < ราคาเปิด) เมื่อทำ backtest กลยุทธ์นี้กับ EURUSD ระดับวันโดยใช้ข้อมูล 1 ปี ผลลัพธ์แสดงว่ากลยุทธ์นี้ขาดทุนรวม -0.94% เทียบเท่า -$9,447.20 โดยมีจำนวนการเทรด 45 ครั้ง และอัตราการชนะ 35.56%
Meskipun strategi BarUpDn mungkin tidak menguntungkan, trader dapat menyesuaikan kondisi atau mencobanya pada aset lain dalam waktu singkat.
Langkah-langkah untuk Menyelesaikan Backtest Forex
Backtesting bukan hanya tentang menjalankan program dan menunggu hasilnya.
Langkah pertama Ini untuk menentukan strategi perdagangan yang jelas. Misalnya, “Gunakan SMA(5) dan SMA(20) pada level 5 menit EURUSD, beli saat SMA(5) menyeberang ke atas, jual saat dipotong, dan gunakan stop loss pada -20%”.
Langkah Kedua Semakin lama interval, semakin panjang rentang data. Semakin percaya diri saya. Umumnya, trader menggunakan data dari 1-5 tahun terakhir.
Langkah ketiga adalah menjalankan backtest dan mengumpulkan hasilnya.
Langkah keempat Ini untuk menganalisis hasil dan menentukan apakah strategi tersebut memiliki potensi atau perlu ditingkatkan.
Ukur backtest dengan benar Metrik yang perlu diketahui
Di akhir backtest, trader akan mendapatkan banyak hasil, tetapi mana yang harus difokuskan?
Pengembalian Kumulatif Itu harus dibandingkan sebagai persentase per tahun sehingga sebanding dengan aset lainnya.
Volatilitas imbal hasil Apakah keuntungannya konsisten? Sistem perdagangan yang baik harus menawarkan pengembalian positif dan volatilitas rendah.
Rasio Sharpe Ini adalah indikator yang dihitung berdasarkan pengembalian. Semakin tinggi Sharpe, semakin baik pengembalian dibandingkan dengan risikonya.
Penarikan Maksimum Ukur berapa banyak modal maksimum yang bisa hilang. Misalnya, Penarikan Maksimum 4,12% berarti bahwa ketika suatu peristiwa terjadi seperti dalam data historis, Modal akan kehilangan paling banyak sebesar 4,12%, ini adalah indikator penting untuk manajemen risiko.
Mana yang lebih baik, Backtest atau Forward Testing?
Backtesting memberikan gambaran umum tentang kemampuan sistem perdagangan, tetapi memiliki keterbatasan. Data historis mungkin tidak sepenuhnya mewakili skenario masa depan.
Metode yang digunakan oleh trader profesional adalah kombinasi dari backtesting dan forward testing, yaitu menguji sistem trading terhadap data harga aktual yang sedang terjadi. Dengan menggunakan akun demo atau sejumlah kecil uang, ini akan memastikan bahwa sistem perdagangan praktis dalam kondisi pasar yang sedang berkembang.
Kesimpulan
Backtest forex adalah alat penting yang membantu trader mendapatkan lebih percaya diri dalam menggunakan sistem trading. Metode backtest tidak terlalu sulit. Mulai dari Excel sederhana hingga TradingView yang lebih terspesialisasi. Itu tergantung pada kebutuhan dan tingkat pembelajaran individu.
Penting bagi trader untuk memahami apa itu backtesting. Apa langkah-langkahnya dan angka mana yang harus diperhatikan? Jika dilakukan dengan benar, backtesting akan memungkinkan trader untuk mengembangkan dan meningkatkan sistem trading mereka dengan benar. Ini meningkatkan peluang untuk keuntungan jangka panjang.