Dampak perang Timur Tengah menyebabkan kenaikan harga minyak, Bank Sentral Eropa dan Bank of England mempertimbangkan kenaikan suku bunga

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Perang di wilayah Timur Tengah menyebabkan lonjakan harga minyak internasional, dan beberapa analis menunjukkan bahwa otoritas moneter Eropa sedang mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuan. Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BOE) diperkirakan akan menaikkan suku bunga karena kenaikan harga minyak kali ini. Meskipun ada suara yang menyerukan perubahan nada kebijakan fiskal, keputusan akan bergantung pada tren berkelanjutan harga minyak.

Menurut prediksi pasar swap suku bunga Eropa, kemungkinan ECB akan menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 0,25 poin persentase sebanyak dua kali tahun ini sekitar 70%. Sementara itu, probabilitas BOE menaikkan suku bunga dalam periode yang sama juga diperkirakan sekitar 50%. Namun, seiring harga minyak turun dari US$120 per barel menjadi di bawah US$100, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga telah berkurang. Respon cepat pasar global disebabkan oleh diskusi G7 mengenai pelepasan cadangan minyak.

Dalam beberapa tahun terakhir, ECB pernah mengalami tekanan akibat kenaikan harga minyak dan inflasi. Terutama selama perang Ukraina tahun 2022, di mana kenaikan harga yang tajam menyebabkan penundaan kenaikan suku bunga dan mendapat kritik. Situasi kali ini menimbulkan kebutuhan untuk mengambil langkah tepat waktu agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Namun, karena juga ada risiko perlambatan ekonomi, keputusan kebijakan diperkirakan akan bergantung pada pencapaian keseimbangan.

Di dalam ECB juga terdapat perbedaan pendapat. Lonjakan harga energi baru-baru ini meningkatkan ketidakpastian jalur inflasi, yang memperburuk perdebatan antara pendukung kebijakan dovish (longgar) dan hawkish (ketat). Meskipun ada pandangan bahwa penurunan harga minyak dapat meredakan perdebatan semacam ini, situasi saat ini tetap sangat fluktuatif.

Para ahli berpendapat bahwa berapa lama harga minyak dapat bertahan di atas level saat ini akan menjadi faktor utama dalam menentukan apakah suku bunga akan dinaikkan. Dalam kondisi ini, diperlukan keseimbangan yang halus antara pertumbuhan ekonomi dan kestabilan harga, dan arah kebijakan di masa depan akan bergantung pada fluktuasi harga minyak internasional yang berkelanjutan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan