Duna's €30 Juta Seri A: Ketika Alumni Stripe Bertaruh Besar pada Identitas Bisnis

Jaringan alumni Stripe telah melahirkan beberapa pendiri paling ambisius di industri teknologi. Kini, sebuah perusahaan baru membuktikan bahwa jangkauan jaringan tersebut meluas ke lebih banyak sudut fintech dari yang pernah diperkirakan. Duna, sebuah startup verifikasi identitas bisnis, baru saja menutup putaran pendanaan Seri A sebesar €30 juta, menjadikannya perusahaan Eropa yang paling banyak didanai dari apa yang disebut para insider sebagai “mafia Stripe”—ekosistem yang berkembang dari mantan karyawan Stripe yang meluncurkan usaha.

Didirikan oleh Duco Van Lanschot dan David Schreiber, yang keduanya menghabiskan masa penting di Stripe, Duna beroperasi dari kantor pusat yang terbagi antara Jerman dan Belanda. Misi utama perusahaan ini cukup sederhana: mempermudah perusahaan jasa keuangan dalam mengakuisisi pelanggan bisnis tanpa hambatan yang biasanya muncul dari pemeriksaan kepatuhan dan pencegahan penipuan.

Dari Talenta Stripe ke Penggalangan Dana Seri A €30M

Yang membuat putaran pendanaan Duna luar biasa bukan hanya besar kecilnya—melainkan siapa yang mendukungnya. CapitalG, dana pertumbuhan Alphabet, memimpin Seri A ini. Investor yang sama juga memimpin putaran Seri D Stripe pada 2016, menciptakan momen lingkaran penuh bagi ekosistem startup. Selain CapitalG, perusahaan ini mendapatkan komitmen dari investor awal seperti Index Ventures (yang memimpin putaran seed Duna sebesar €10,7 juta pada Mei 2025) dan Puzzle Ventures.

Namun, sinyal kepercayaan yang paling nyata datang dari angel investor dan eksekutif yang turut berpartisipasi. Michael Coogan, mantan COO Stripe, berinvestasi bersama David Singleton, mantan CTO perusahaan, dan Claire Hughes Johnson, mantan COO. Bahkan lebih mencolok lagi: eksekutif dari pesaing terdekat Stripe, Adyen, juga menanamkan modal—termasuk Mariëtte Swart, Chief Risk and Compliance Officer Adyen, dan CFO Ethan Tandowsky. Chairman Snowflake, Frank Slootman, juga turut berpartisipasi, menambah lapisan kredibilitas lainnya.

Komposisi investor ini menyampaikan pesan yang jelas: pemain mapan di bidang pembayaran dan kepatuhan melihat Duna sebagai solusi nyata untuk masalah yang layak didukung, bukan sebagai ancaman yang harus dihalangi.

Verifikasi Identitas Bisnis: Masalah Pasar yang Diselesaikan Duna

Industri fintech telah menginvestasikan miliaran dolar untuk menyederhanakan proses onboarding konsumen. Tapi, sisi pelanggan bisnis tetap rumit. Perusahaan seperti Plaid sudah menggunakan Duna untuk mempercepat alur kerja mereka, mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk menambahkan klien korporat sekaligus menembus labirin kepatuhan yang biasanya menyebabkan pelanggan meninggalkan layanan.

Duna bersaing di ruang Know Your Business (KYB), di mana ia menghadapi pesaing seperti Jumio dan Veriff. Menurut Alex Nichols, mitra CapitalG yang memimpin investasi ini, yang membedakan Duna adalah kemauannya untuk menghasilkan data kepemilikan sendiri daripada bergantung pada sumber pihak ketiga yang teragregasi—yang sering memiliki kekurangan dan ketidakakuratan. Nichols menyebut ini sebagai peluang langka untuk membangun infrastruktur dasar kembali, sebanding dengan bagaimana Visa membangun jaringan awalnya.

Mengapa Raksasa Industri Tidak Membangun Apa yang Duna Lakukan

Sebuah pertanyaan logis muncul: Mengapa Stripe dan Adyen tidak membangun ini sendiri? Van Lanschot berpendapat jawabannya terletak pada kompleksitas. Proses onboarding bisnis membutuhkan kustomisasi ekstrem—setiap industri, setiap wilayah, setiap regulasi memerlukan sesuatu yang sedikit berbeda. Agar pemroses pembayaran menawarkan ini sebagai produk mandiri, mereka harus mempertahankan solusi yang terpisah dan disesuaikan untuk setiap pelanggan. Itu bukan model bisnis yang skalabel.

Sebaliknya, Stripe dan Adyen lebih memilih tetap sebagai penyedia platform, yang justru memungkinkan mereka nyaman berinvestasi di Duna. Tidak ada kompetisi langsung; ini adalah hubungan yang saling melengkapi.

Kredensial Bisnis yang Dapat Digunakan Kembali: Ambisi Global Duna

Jika Duna hanya menyederhanakan proses onboarding, itu akan menjadi solusi titik yang sukses. Tapi visi perusahaan yang lebih luas jauh lebih ambisius: membangun lapisan identitas digital bersama untuk bisnis. Van Lanschot membayangkan dunia di mana informasi verifikasi perusahaan yang dikumpulkan saat onboarding dengan satu layanan dapat digunakan kembali di layanan lain.

Bayangkan seperti paspor digital untuk bisnis. Sebuah perusahaan yang menyelesaikan verifikasi identitas dengan Moss bisa menggunakan kredensial itu untuk onboarding lebih cepat dengan Plaid, atau membuka rekening bank tanpa mengulangi seluruh proses kepatuhan. Efek jaringan ini akan semakin kuat seiring semakin banyak platform yang bergabung dalam infrastruktur tersebut.

Menemukan Skala Melalui Jaringan Terhubung

Mewujudkan visi ini membutuhkan skala, tetapi Duna tidak menunggu adopsi global. Sebaliknya, perusahaan menargetkan apa yang Van Lanschot sebut sebagai “patch jaringan”—komunitas bisnis yang sangat terhubung di mana manfaat verifikasi langsung dirasakan meskipun tanpa adopsi seluruh jaringan. Contohnya adalah klaster manufaktur dengan pelanggan bersama, sindikat investasi dengan mitra terbatas yang tumpang tindih, atau bisnis yang terkonsentrasi di negara kecil dengan regulator yang sejalan.

Belanda memberikan contoh konkret. Empat bank terbesar di Belanda mempekerjakan 14.000 orang di bidang kepatuhan, dengan sekitar separuhnya didedikasikan untuk review pelanggan bisnis. Meskipun Duna tidak akan menggantikan pekerjaan tersebut dalam semalam, otomatisasi berbasis AI sudah dapat mengurangi biaya kepatuhan dan membuka aliran pendapatan baru. Itu nilai yang menarik bahkan sebelum jaringan penuh mencapai massa kritis.

Keunggulan Kompetitif yang Muncul

Kesuksesan Duna mencerminkan pola yang lebih luas: perusahaan yang didukung ventura terbaik sering muncul dari persimpangan pengetahuan dalam dan pemikiran luar. Van Lanschot dan Schreiber memahami batasan dan peluang Stripe karena mereka pernah bekerja di dalam sistem. Perspektif itu—dipadukan dengan dukungan dari eksekutif Stripe dan Adyen—menunjukkan bahwa perusahaan ini membangun sesuatu yang diyakini pendiri dan investor akan mengubah proses onboarding bisnis secara besar-besaran.

Jika Duna berhasil, tujuan akhirnya cukup sederhana: onboarding akun bisnis satu klik, mirip dengan bagaimana Stripe Link menyederhanakan pembayaran B2B atau Amazon menyempurnakan proses checkout konsumen. Sekali lagi, pengaruh alumni Stripe terus membentuk masa depan fintech.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan