Pernikahan dan Kata-Kata Bijak



Dua orang yang baru menikah kini menjalani kehidupan yang sangat makmur, jangan sampai pernikahan menjadi buruk.
Seperti hari-hari yang telah berlalu lama, hargailah dengan baik dan jangan melepaskan.
Cinta dan kasih sayang diinginkan semua orang, tapi berapa banyak yang bisa mewujudkannya?
Sebelum menikah, hubungan baik, saling menganggap pasangan sebagai harta,
Tidak berdebat, tidak bertengkar, bahkan sebentar saja berpisah pun tidak tahan.
Aku mencintaimu, kamu mencintaiku, berdua menanam buah kebahagiaan,
Kita menikah paling aman, masa depan pasti cerah.

Mengingat masa lalu juga menyenangkan, bersumpah dengan serius:
Kamu akan bersamaku selamanya, satu-satunya yang pasti mencintai selama sepuluh ribu tahun.
Waktu seperti panah, semangat awal yang dulu memudar,
Sumpah yang pernah diucapkan, harapan yang pernah diinginkan, seiring waktu semuanya berubah.

Setelah menikah, punya anak, benih cinta mulai tumbuh,
Bumbu dapur, minyak, garam, cuka, teh, semua urusan kecil menjadi rumit.
Laki-laki keluar rumah, perempuan di dalam rumah, demi kehidupan semakin lelah,
Mencuci pakaian, mengurus anak, dan bekerja lagi, sampai wajahnya menjadi kuning.

Suami bekerja keras, menggulung lengan baju, pria muda berubah menjadi pria dewasa,
Seharian sibuk, hati penuh emosi,
Melihat wajahmu tersenyum, sebenarnya hati sedang berakting.
Dulu seperti makan madu, mesra berlama-lama tidak bosan,
Memanggil sayang, saat makan ingin memberi makanmu.

Dulu cinta begitu dalam, bersemangat tanpa batas,
Gairah membara seperti api besar, kebahagiaan seperti bunga yang mekar.
Mengingat masa lalu begitu manis, sekarang hilang rasa sayang,
Sehari-hari hati dingin dan menangis, saat tidur memberi punggung.

Malam-malam dulu penuh interaksi, sekarang siapa pun tak mau menyentuh siapa,
Dulu suami suka berulah, kaki tidak pegal, pinggang tidak sakit,
Sekarang berbaring sangat tenang, seperti mesin yang rusak.

Dulu istri juga gila, paling suka tempat tidur di rumah,
Sekarang berubah menjadi domba kecil, tidur suka berdekatan dengan dinding.

Ada pasangan yang harmonis, saling mencintai tanpa bertengkar,
Ada pasangan yang sangat kasar, hidupnya berantakan seiring waktu.
Pasangan seperti ini keras hati, emosi tidak bisa ditahan,
Sampai ingin menggigit pasangan, hanya ingin cerai agar puas.

Pasangan bertengkar hebat, anak-anak merasa cemas,
Keluarga datang, teman-teman datang, tapi masalah tetap tidak terselesaikan.
Anak-anak menasihati ayah dan ibu, air mata kering sia-sia,
Hati kecil seperti ditusuk jarum, bagaimana bisa punya ayah dan ibu seperti ini?

Setelah bercerai, memilih lagi, lihat seberapa jauh bisa berjalan,
Memilih dan memilah, akhirnya tetap saja salah lihat.
Hidup terasa sedikit melelahkan, rasanya lebih baik dari pasangan asli,
Waktu dan tenaga sudah banyak terbuang, kamu bilang apakah memalukan?

Bicara soal ini, memang banyak yang diperdebatkan, jangan anggap enteng pernikahan,
Jangan mengeluh soal hal kecil, jangan sampai bercerai tanpa alasan.
Karena kita menjadi pasangan di kehidupan ini, harus saling setia sampai tua,
Lebih sabar, kurang marah, jangan pedulikan hal kecil yang remeh.

Siapa pun pasangan pasti sering bertengkar, hidup tidak selalu mulus,
Asalkan hati tetap saling ingat, hari-hari bisa manis seperti madu.

Capek juga bicara di sini, tidak tahu apakah ini benar atau tidak.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan