Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Panduan Lengkap Opsi: Dari Dasar Hingga Mahir dalam Perdagangan
Options sering dianggap sebagai instrumen keuangan yang kompleks dan misterius oleh pemula, tetapi sebenarnya konsep intinya cukup sederhana. Banyak orang tidak tahu bagaimana cara kerja opsi yang sebenarnya, bagaimana mendapatkan keuntungan, atau bagaimana menghindari kerugian. Panduan lengkap ini akan membawamu dari konsep dasar hingga strategi perdagangan praktis, sehingga kamu benar-benar memahami kekuatan dan risiko dari opsi.
Apa itu opsi? Penjelasan paling sederhana
Opsi (Option) adalah sebuah kontrak yang memberikan hak kepada pembeli untuk membeli atau menjual suatu aset pada tanggal tertentu atau sebelum tanggal tersebut dengan harga tertentu (namun bukan kewajiban). Sama seperti saham dan obligasi, opsi adalah sebuah sekuritas yang memiliki ketentuan dan karakteristik yang jelas.
Terdengar masih terlalu rumit? Mari kita pahami dengan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari. Misalnya, kamu tertarik dengan sebuah apartemen dan ingin membelinya. Tapi masalahnya, dalam tiga bulan ke depan, kamu tidak punya cukup uang tunai. Jadi, kamu bernegosiasi dengan pemilik rumah agar dia setuju memberimu hak opsi untuk membeli properti tersebut dengan harga 200.000 dolar AS dalam waktu tiga bulan. Pemilik setuju, tetapi dengan syarat kamu membayar 3.000 dolar AS untuk mendapatkan hak ini.
Sekarang pertimbangkan dua kemungkinan:
Situasi 1: Properti meningkat nilai
Tiga minggu kemudian, orang-orang mengetahui bahwa rumah tersebut adalah tempat kelahiran Elvis Presley! Nilai properti melonjak menjadi 1 juta dolar AS. Karena pemilik sudah menjual hak opsi kepadamu, dia harus menjual rumah itu padamu dengan harga 200.000 dolar AS. Kamu akhirnya mendapatkan keuntungan sebesar 797.000 dolar (1 juta dikurangi 200.000 dikurangi 3.000).
Situasi 2: Properti menurun nilai
Setelah dicek dengan teliti, kamu menemukan bahwa rumah tersebut memiliki masalah serius: dinding retak, gudang berisi tikus, bahkan terdengar suara aneh di malam hari. Meski dulu ini adalah rumah impianmu, sekarang nilainya tidak ada harganya. Untungnya, karena kamu hanya membeli hak opsi, kamu bisa memilih untuk tidak membeli. Jadi, kerugianmu hanya sebesar biaya hak opsi sebesar 3.000 dolar.
Contoh ini mengungkapkan dua karakteristik utama dari opsi:
Pertama: Hak, bukan kewajiban
Setelah membeli opsi, kamu memiliki hak, bukan kewajiban. Kamu bisa memilih untuk menggunakan hak tersebut atau tidak. Jika kamu memutuskan tidak menggunakan, opsi akan kedaluwarsa dan kamu hanya kehilangan seluruh biaya yang telah dibayarkan untuk membeli opsi tersebut.
Kedua: Opsi adalah instrumen derivatif
Nilai opsi sepenuhnya bergantung pada aset dasar. Dalam contoh properti, aset dasar adalah rumah. Dalam pasar keuangan, aset dasar biasanya saham atau indeks. Oleh karena itu, opsi termasuk dalam kategori instrumen derivatif—nilai mereka berasal dari aset lain.
Opsi call dan put: Dua sisi taruhan pasar
Dalam dunia opsi, ada dua tipe dasar yang mewakili dua arah pasar yang berbeda:
Opsi call (call option): Bertaruh bahwa saham akan naik
Opsi call memberi pemegang hak untuk membeli suatu aset pada harga tertentu selama periode waktu tertentu. Ini mirip dengan posisi long pada saham. Jika kamu membeli opsi call, kamu bertaruh bahwa harga saham akan naik secara signifikan. Tujuan trader call adalah agar harga saham melewati harga strike sebelum jatuh tempo.
Opsi put (put option): Bertaruh bahwa saham akan turun
Opsi put memberi pemegang hak untuk menjual suatu aset pada harga tertentu selama periode waktu tertentu. Ini mirip dengan posisi short pada saham. Trader put bertaruh bahwa harga saham akan turun. Berbeda dengan call, jika kamu membeli opsi put, penurunan harga akan menguntungkanmu.
Kedua tipe opsi ini memberi peluang kepada investor untuk mendapatkan keuntungan di berbagai kondisi pasar: naik, turun, bahkan sideways.
Empat jenis peserta pasar opsi: Kamu termasuk yang mana?
Berdasarkan posisi yang diambil di pasar, ada empat tipe peserta:
Orang yang membeli opsi disebut “pemegang” (holder), sedangkan yang menjual disebut “penulis” (writer). Alternatif lain, pembeli memiliki posisi long, penjual memiliki posisi short.
Perbedaan utama antara pembeli dan penjual:
Pertama, pemegang opsi (pembeli) tidak memiliki kewajiban untuk membeli atau menjual, mereka bebas memutuskan apakah akan menggunakan haknya. Kedua, penulis opsi memiliki kewajiban untuk memenuhi kontrak tersebut. Artinya, penulis bisa dipaksa untuk membeli atau menjual aset. Karena risiko dan kompleksitas penjualan opsi lebih tinggi, panduan ini lebih fokus dari sudut pandang pembeli.
Memahami istilah opsi: Langkah pertama menjadi trader profesional
Agar bisa bertransaksi secara efektif di pasar opsi, kamu harus mengenal beberapa istilah kunci:
Harga strike (Strike Price)
Harga ini adalah harga di mana aset dasar bisa dibeli atau dijual. Untuk opsi call, harga saham harus melewati harga strike agar opsi menguntungkan saat dieksekusi. Untuk opsi put, harga saham harus di bawah strike.
Tanggal kedaluwarsa (Expiration Date)
Semua transaksi ini harus dilakukan sebelum atau pada tanggal kedaluwarsa. Biasanya, tanggal ini adalah hari Jumat ketiga bulan tertentu.
Opsi terdaftar (Listed Options)
Di AS, opsi yang diperdagangkan di bursa seperti CBOE disebut “listed options”. Opsi ini memiliki strike price dan tanggal kedaluwarsa tetap. Setiap kontrak mewakili 100 saham dari aset dasar, disebut satu “lot” atau “kontrak”.
Opsi in-the-money (ITM)
Untuk call, jika harga saham di atas strike, opsi disebut in-the-money. Untuk put, jika harga saham di bawah strike, opsi juga in-the-money.
Nilai intrinsik (Intrinsic Value)
Ini adalah jumlah uang yang sudah “didapat” dari opsi. Untuk call in-the-money, nilai intrinsik adalah selisih antara harga saham saat ini dan strike. Untuk put, juga dihitung dari selisih tersebut.
Premi (Premium)
Ini adalah harga total dari opsi. Harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor: harga saham, strike, waktu tersisa (nilai waktu), dan volatilitas. Proses penetapan harga ini cukup kompleks, dan biasanya trader ritel tidak perlu menghafal rumusnya.
Volatilitas (Volatility)
Mengukur seberapa besar fluktuasi harga saham. Volatilitas tinggi berarti harga bisa bergerak tajam, yang mempengaruhi harga opsi.
Spekulasi atau lindung nilai? Dua alasan utama investor memakai opsi
Ada dua alasan utama investor menggunakan opsi:
Spekulasi: Menggunakan leverage untuk keuntungan besar
Spekulasi adalah taruhan terhadap arah harga suatu sekuritas di masa depan. Keuntungan dari opsi adalah kamu tidak terbatas hanya saat pasar naik. Dengan berbagai strategi opsi, kamu bisa mendapatkan keuntungan saat pasar turun atau sideways.
Namun, risiko spekulasi opsi sangat tinggi. Saat membeli opsi, kamu harus memprediksi tiga hal: arah harga, besar pergerakan, dan waktu pergerakan. Ditambah biaya komisi, peluang keberhasilannya tidak tinggi.
Lalu, mengapa banyak orang tetap melakukan spekulasi dengan opsi meskipun tingkat keberhasilannya rendah? Jawabannya adalah leverage. Dengan satu kontrak opsi, kamu mengendalikan 100 saham. Harga saham tidak perlu bergerak besar agar kamu mendapatkan keuntungan besar. Inilah daya tarik utama opsi.
Hedging: Membeli asuransi untuk investasi
Fungsi penting lain dari opsi adalah sebagai alat lindung nilai (hedge). Kamu bisa menganggap opsi sebagai polis asuransi. Sama seperti membeli asuransi rumah atau mobil, opsi bisa digunakan untuk melindungi portofolio.
Beberapa kritikus berpendapat, jika kamu tidak yakin dengan saham yang kamu miliki dan harus menggunakan opsi untuk bertahan, maka sebaiknya tidak berinvestasi sama sekali. Tapi, strategi lindung nilai sangat berharga bagi institusi besar dan juga berguna bagi investor individu.
Misalnya, kamu ingin mengikuti tren kenaikan saham tertentu, tetapi juga ingin membatasi risiko penurunan. Dengan opsi, kamu bisa mengendalikan risiko penurunan dengan biaya rendah, sekaligus tetap bisa meraih keuntungan dari kenaikan. Selain itu, perusahaan juga menggunakan opsi untuk menarik dan mempertahankan talenta kunci. Perlu diingat, opsi perusahaan adalah kontrak antara perusahaan dan karyawannya, sedangkan opsi yang diperdagangkan di pasar adalah kontrak antara dua pihak yang tidak terkait langsung.
Latihan nyata: Bagaimana opsi menghasilkan keuntungan dan kerugian
Sekarang, mari kita lihat bagaimana opsi bekerja melalui contoh nyata.
Misalnya, pada 1 Mei, harga saham perusahaan A adalah 67 dolar AS, dan opsi call dengan strike 70 dolar yang jatuh tempo Juli harganya 3,15 dolar. “Juli 70 dolar” berarti tanggal kedaluwarsa adalah hari Jumat ketiga bulan Juli, dan strike price adalah 70 dolar. Satu kontrak total biayanya adalah 315 dolar (3,15 x 100). Ingat, dalam transaksi nyata, biaya komisi juga harus diperhitungkan.
Strike 70 dolar berarti, sebelum opsi kedaluwarsa, harga saham harus naik di atas 70 dolar agar opsi menguntungkan saat dieksekusi. Karena biaya adalah 3,15 dolar, titik impasnya adalah 73,15 dolar. Saat harga saham masih 67 dolar, karena di bawah strike, opsi ini tidak memiliki nilai intrinsik (hanya nilai waktu). Tapi ingat, kamu sudah membayar 315 dolar sebagai premi, jadi secara nyata kamu sudah rugi 315 dolar.
Tiga minggu kemudian, harga saham naik menjadi 78 dolar. Nilai kontrak opsi ini naik menjadi 825 dolar (8,25 x 100). Kurangi biaya premi 315 dolar, keuntungan bersihmu adalah 510 dolar. Dengan kata lain, dalam waktu tiga minggu, hampir melipatgandakan modalmu! Saat ini, kamu bisa menjual opsi tersebut untuk mengunci keuntungan, ini disebut “close position” atau “menutup posisi”.
Tentu saja, jika kamu yakin harga akan terus naik, kamu bisa menahan. Tapi, jika harga turun ke 62 dolar saat jatuh tempo, karena di bawah strike dan tidak ada waktu tersisa, nilai kontrak ini menjadi nol. Akibatnya, kerugian nyata dari investasi opsi ini adalah 315 dolar.
Eksekusi dan penutupan posisi: Apakah kamu benar-benar perlu “membeli 100 saham”?
Memang, opsi memberi hak kepada pembeli untuk mengeksekusi hak tersebut, tetapi dalam praktiknya, sebagian besar opsi tidak pernah dieksekusi.
Dalam contoh di atas, kamu bisa mengeksekusi opsi untuk membeli saham pada 70 dolar, lalu langsung menjualnya di pasar pada 78 dolar, mendapatkan keuntungan sekitar 8 dolar per saham. Kamu juga bisa memilih untuk tetap memegang saham, karena harga beli lebih rendah dari harga pasar.
Namun, kenyataannya, sebagian besar pemegang opsi akan memilih menutup posisi untuk mengamankan keuntungan. Ini berarti mereka menjual opsi di pasar, dan penulis opsi membeli kembali untuk menutup posisi. Berdasarkan data CBOE, hanya sekitar 10% opsi yang benar-benar dieksekusi, 60% ditutup dengan transaksi lain, dan 30% berakhir tidak bernilai (kadaluarsa).
Data ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta pasar opsi lebih fokus pada mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga, bukan membeli atau menjual aset dasar secara langsung.
Rahasia penetapan harga opsi: Nilai intrinsik ditambah nilai waktu
Mengapa harga opsi dari 3,15 dolar naik menjadi 8,25 dolar? Perubahan ini dapat dijelaskan melalui nilai intrinsik dan nilai waktu.
Nilai opsi secara dasar adalah jumlah dari nilai intrinsik dan nilai waktu.
Nilai intrinsik adalah jumlah uang yang sudah “didapat” dari opsi. Untuk call in-the-money, nilai intrinsik adalah selisih antara harga saham saat ini dan strike.
Nilai waktu menunjukkan kemungkinan bahwa harga akan bergerak lebih jauh di masa depan. Jadi, dalam contoh ini, harga opsi dapat dipecah menjadi:
Harga opsi = Nilai intrinsik + Nilai waktu
8,25 dolar = 8 dolar + 0,25 dolar
Seiring mendekati tanggal kedaluwarsa, nilai waktu akan berkurang secara bertahap. Proses ini disebut “time decay” atau “penurunan waktu”, dan akan semakin cepat mendekati expiry. Memahami hal ini sangat penting bagi trader opsi.
Klasifikasi opsi: American, European, LEAPS, dan exotic
Opsi dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori utama:
Opsi Amerika (American Options)
Dapat dieksekusi kapan saja dari tanggal pembelian hingga tanggal kedaluwarsa. Contohnya adalah opsi pada perusahaan A di contoh sebelumnya. Sebagian besar opsi yang diperdagangkan di bursa termasuk dalam kategori ini, memberi trader fleksibilitas tinggi.
Opsi Eropa (European Options)
Hanya dapat dieksekusi pada hari kedaluwarsa saja. Nama “Amerika” dan “Eropa” tidak terkait lokasi geografis, melainkan konvensi pasar.
LEAPS (Long-term Equity Anticipation Securities)
Selain opsi jangka pendek, ada juga opsi dengan jangka waktu satu sampai dua tahun, bahkan lebih. Produk ini cocok untuk investor jangka panjang dan disebut “LEAPS”. LEAPS memiliki jangka waktu lebih panjang, tetapi secara esensial sama dengan opsi biasa. Tidak semua saham memiliki LEAPS, biasanya lebih banyak pada indeks besar.
Opsi exotic
Selain opsi standar, ada berbagai opsi non-standar yang disebut “exotic options”. Ini adalah instrumen derivatif yang lebih kompleks, biasanya diperdagangkan OTC atau terintegrasi dalam produk keuangan terstruktur. Contohnya termasuk opsi dengan strike yang bergantung pada rata-rata harga aset selama periode tertentu, atau opsi yang otomatis kadaluarsa jika harga melewati batas tertentu selama masa berlaku.
Tabel harga opsi: 12 indikator utama
Sekarang, mari kita pelajari cara membaca tabel harga opsi. Sebagai contoh, opsi call bulan Maret pada IBM:
Indikator 1: Kode opsi (OpSym)
Berisi kode saham dasar, bulan dan tahun kontrak (MAR10 berarti Maret 2010), strike price (110, 115, 120, dll), dan indikator C (call) atau P (put).
Indikator 2: Harga bid (Bid)
Harga terakhir yang bersedia dibayar market maker untuk membeli opsi tersebut. Misalnya, jika kamu menjual opsi call IBM bulan Maret strike 125 dengan market order, harga terakhir adalah 3,4 dolar.
Indikator 3: Harga ask (Ask)
Harga terakhir market maker bersedia menjual opsi tersebut. Jika kamu membeli dengan market order, harga terakhir adalah 3,5 dolar.
Market maker mendapatkan keuntungan dari selisih antara ask dan bid. Trader harus memperhatikan spread ini karena mempengaruhi biaya transaksi. Semakin aktif pasar, spread biasanya semakin kecil. Spread yang besar bisa merugikan trader, terutama yang melakukan trading jangka pendek. Jika bid adalah 3,4 dolar dan ask adalah 3,5 dolar, maka saat membeli kamu membayar 3,5 dolar, tetapi saat menjual kembali hanya mendapatkan 3,4 dolar, sehingga kerugian 2,85% ( (3,4 - 3,5) / 3,5 ).
Indikator 4: Nilai eksternal (Extrinsic Value)
Menunjukkan bagian dari harga opsi yang berasal dari nilai waktu (biasanya ada dua harga: bid dan ask). Ini penting karena semua opsi akan kehilangan seluruh nilai waktu saat mendekati expiry.
Indikator 5: Implied Volatility (IV)
Dihitung menggunakan model Black-Scholes, menunjukkan perkiraan volatilitas pasar yang diimplikasikan dari harga opsi saat ini. Semakin tinggi IV, semakin tinggi nilai waktu yang terkandung dalam harga opsi. Jika kamu bisa melihat data volatilitas historis, kamu bisa menilai apakah harga opsi saat ini tinggi atau rendah.
Indikator 6: Delta
Salah satu “Greek” dari model harga opsi, menunjukkan seberapa besar perubahan harga opsi jika harga saham berubah 1 dolar. Call delta berkisar dari 0 sampai 1 (atau 0 sampai 100%), put dari 0 sampai -1. Delta 0,5 berarti jika saham naik 1 dolar, harga opsi naik sekitar 0,5 dolar. Delta mendekati 1 menunjukkan opsi sangat mirip saham.
Indikator 7: Gamma
Mengukur perubahan delta jika harga saham berubah 1 dolar. Gamma tinggi berarti delta akan berubah cepat. Contohnya, jika delta 0,58 dan gamma 0,02, maka jika saham naik 1 dolar, delta akan menjadi sekitar 0,60.
Indikator 8: Vega
Mengukur sensitivitas harga opsi terhadap perubahan implied volatility sebesar 1%. Jika vega 0,14, dan implied volatility naik 1%, harga opsi akan naik sekitar 0,14 dolar.
Indikator 9: Theta
Mengukur berapa banyak nilai opsi akan hilang setiap hari karena waktu yang berlalu. Jika theta adalah -0,02, berarti opsi kehilangan sekitar 2 sen per hari.
Indikator 10: Volume
Jumlah kontrak opsi yang diperdagangkan dalam hari terakhir. Volume tinggi menunjukkan likuiditas yang baik.
Indikator 11: Open Interest
Jumlah kontrak terbuka yang belum ditutup atau dilaksanakan. Menunjukkan tingkat likuiditas dan minat pasar terhadap kontrak tersebut.
Indikator 12: Strike Price
Harga strike yang sudah kita bahas sebelumnya.
Ringkasan: Hal utama yang harus diketahui investor opsi
Konsep penting yang harus diingat:
Opsi adalah alat keuangan yang kuat, tetapi juga berisiko tinggi. Trader yang sukses tidak hanya memahami konsep dasar ini, tetapi juga terus belajar dan menyesuaikan strategi mereka. Apapun tujuanmu—untuk spekulasi atau lindung nilai—memahami hakikat opsi adalah langkah pertama yang penting.