Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Riksbank Mempertahankan Suku Bunga, Mengutip Risiko Perang Timur Tengah
Bank Sentral Swedia mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap di 1,75% untuk keempat kalinya berturut-turut pada Maret 2026, menandakan bahwa biaya pinjaman kemungkinan akan tetap di tingkat ini untuk waktu yang akan datang. Namun, bank sentral menekankan bahwa perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah menimbulkan ketidakpastian besar terhadap proyeksi ekonomi mereka. Dalam skenario dasar yang sangat tidak pasti, Riksbank mengasumsikan konflik tersebut hanya akan berdampak sedang pada inflasi dan pemulihan ekonomi, meskipun para pembuat kebijakan memperingatkan bahwa terlalu dini untuk menilai dampaknya secara penuh. Bank memperkirakan inflasi CPIF akan kembali ke target pada 2029, seiring berkurangnya tekanan sementara dari harga energi dan penyesuaian PPN. Namun, Riksbank menegaskan bahwa mereka tetap siap bertindak ke arah mana pun: menaikkan suku bunga jika inflasi terbukti lebih tahan lama, bahkan dengan risiko melemahkan aktivitas ekonomi, atau menurunkan suku bunga jika permintaan melemah secara signifikan sementara tekanan inflasi mereda.