Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kapan Berakhir Masa Jabatan Jerome Powell? Kepala Federal Reserve Bisa Tetap Berada di Dewan Melampaui Mei 2026
Dokumen hukum terbaru menimbulkan pertanyaan tentang masa depan Jerome Powell di Federal Reserve, mengungkapkan bahwa posisi ketua mungkin tidak segera kosong saat masa jabatannya berakhir pada Mei 2026. Berdasarkan dokumen yang diungkapkan melalui proses litigasi yang sedang berlangsung, situasi Powell melibatkan garis waktu yang lebih kompleks dari yang sebelumnya dipahami, dengan keanggotaan dewan yang berpotensi diperpanjang jauh ke masa depan.
Garis Waktu: Berbagai Peran Powell di Federal Reserve
Jerome Powell saat ini memegang dua posisi berbeda di bank sentral: sebagai Ketua (yang berakhir Mei 2026) dan sebagai gubernur dewan yang terpisah (berlaku hingga Januari 2028). Perbedaan ini menjadi penting untuk memahami perkembangan terbaru. Meskipun masa jabatannya sebagai ketua akan berakhir musim semi 2026, dokumen menunjukkan bahwa dia berpotensi tetap sebagai anggota dewan setelah mengundurkan diri dari posisi tertinggi, sebuah kemungkinan yang memicu perdebatan politik dan hukum.
Bagaimana Perkara Hukum Mengungkapkan Niat Powell
Federal Reserve baru-baru ini memenangkan kemenangan pengadilan melawan Departemen Kehakiman dalam kasus yang berkaitan dengan renovasi di kantor pusat Washington. Selama proses pengadilan, seorang hakim federal memihak Fed dalam menolak surat panggilan yang diajukan DOJ. Namun, selama argumen lisan yang menentang langkah bank sentral tersebut, seorang pengacara DOJ mengungkapkan detail tentang pemikiran Powell mengenai masa jabatannya di masa depan.
Berdasarkan pertukaran yang diungkapkan, perwakilan hukum Powell memberi tahu jaksa selama pertemuan pada 29 Januari bahwa ketua Fed memandang posisi dewan berbeda tergantung status penyelidikannya. Secara spesifik, Powell menyatakan bahwa dia tidak akan mengundurkan diri dari dewan jika penyelidikan kriminal yang sedang berlangsung tetap aktif—bahkan setelah masa jabatannya secara resmi berakhir. Pernyataan ini menjelaskan bahwa keputusan Powell tentang apakah tetap di posisi dewan sangat terkait dengan apakah proses hukum selesai sebelum Mei 2026.
Dimensi Politik: Pilihan Terbatas Trump
Menambah lapisan lain pada situasi ini adalah tekanan politik seputar peran Powell. Dokumen juga mengungkapkan bahwa Presiden Donald Trump, yang secara terbuka kritis terhadap Powell dan mendukung suku bunga yang lebih rendah, mungkin terbatas dalam kemampuannya untuk memaksa perubahan kepemimpinan Fed. Secara khusus, pengacara Powell menyoroti bahwa Trump saat ini tidak memiliki dukungan cukup di Senat untuk mengonfirmasi ketua dewan alternatif melalui proses legislatif biasa.
Ini berarti bahwa meskipun Trump menyatakan keinginannya untuk merombak kepemimpinan Federal Reserve agar sesuai dengan kebijakan ekonominya, kendala politik membuat penggantian Powell sebelum akhir masa jabatannya menjadi sangat sulit. Proses konfirmasi di Senat menjadi hambatan utama untuk transisi langsung dalam kepemimpinan Fed.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya: Pengaruh Powell yang Berkepanjangan
Dokumen-dokumen tersebut menetapkan bahwa masa jabatan Jerome Powell bisa diperpanjang melewati batas waktu Mei 2026, dengan masa jabatannya di dewan berpotensi berlangsung hingga Januari 2028. Garis waktu yang diperpanjang ini akan membawanya melewati pemilihan paruh waktu November 2026 dan ke tahun terakhir masa jabatan Trump, memastikan kontinuitas dalam kepemimpinan kebijakan Fed selama periode yang secara politik signifikan.
Situasi ini menyoroti kompleksitas tata kelola Federal Reserve dan bagaimana penyelidikan hukum, dinamika politik, serta aturan kelembagaan saling berinteraksi membentuk masa jabatan pejabat kebijakan moneter tertinggi negara.