Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Apa itu bearish? Dari bullish hingga bearish, satu artikel menjelaskan logika trading cryptocurrency
Masuk ke pasar mata uang digital belum lama, pasti kamu pernah mendengar istilah “bullish” (lihat naik), “bearish” (lihat turun), “long” (beli), “short” (jual), “bull” (pasar naik), “bear” (pasar turun). Konsep-konsep ini terdengar rumit, tetapi memahaminya adalah pelajaran wajib untuk ikut serta dalam pasar koin. Apa arti “lihat turun”? Mengapa perlu membedakan antara “long” dan “short”? Artikel ini akan menjawab satu per satu dan melalui contoh konkret agar kamu benar-benar memahami logika dasar namun penting dalam trading ini.
Mengapa perlu memahami bullish dan long? Dasar-dasar trading spot
Di dunia kripto, “lihat naik” dan “long” adalah dua konsep yang terkait tetapi berbeda. “Lihat naik” berarti memperkirakan pasar akan menguat, yaitu kamu memperkirakan harga suatu koin akan naik. Sedangkan “long” adalah tindakan nyata berdasarkan prediksi tersebut—yaitu membeli.
Dalam pasar spot, hampir semua pembelian termasuk dalam kategori “long”. Logika utama dari trading ini sangat sederhana: beli saat harga rendah, jual saat harga tinggi, dan raih keuntungan dari kenaikan harga. Dengan kata lain, selama kamu melakukan pembelian di pasar spot, apapun alasannya, itu termasuk operasi “long”.
Peserta yang melakukan “long” disebut “bull” (pasar naik). Perlu diingat, “bull” bukan merujuk pada individu atau institusi tertentu, melainkan semua investor yang sepakat dan memiliki ekspektasi pasar akan naik. Semakin besar kelompok ini, semakin kuat kekuatan kenaikan harga.
Apa arti “lihat turun”? Dari “lihat turun” ke “short” secara lengkap
Kalau “lihat naik” berarti memperkirakan pasar akan menguat, maka “lihat turun” adalah memperkirakan pasar akan melemah—menganggap pasar akan turun. Ini adalah prediksi awal untuk melakukan “short”. Sedangkan “short” adalah tindakan spesifik berdasarkan prediksi tersebut—menjual saat memperkirakan harga akan turun.
Perlu diperhatikan, di pasar spot, kamu hanya bisa menjual jika memegang koin tersebut. Kalau tidak punya koin, kamu tidak bisa langsung melakukan short. Tapi melalui trading futures atau leverage, kamu bisa melakukan short tanpa harus memegang koin—ini memperluas pilihan strategi trading.
Investor yang memiliki prediksi turun dan aktif melakukan short disebut “bear” (pasar turun). Ciri khas “bear” adalah menjual dulu, lalu membeli kembali setelah harga turun, untuk mendapatkan keuntungan dari selisihnya.
Demonstrasi nyata: proses spesifik dari bullish dan long
Mari kita pahami melalui contoh sederhana. Misalnya, harga suatu koin saat ini adalah 10 yuan. Kamu yakin harga akan naik di masa depan, lalu membeli 1 koin seharga 10 yuan. Tindakan ini sendiri adalah operasi “long”—kamu percaya harga akan naik, jadi membeli.
Seiring waktu, pasar berkembang sesuai prediksi, harga koin naik menjadi 15 yuan. Kamu memutuskan menjual 1 koin tersebut dan mendapatkan 15 yuan. Dikurangi biaya 10 yuan, kamu mendapatkan keuntungan 5 yuan. Ini adalah siklus lengkap dari operasi “long”: yakin → beli → tunggu → jual → untung.
Risiko dan mekanisme short
Sekarang, mari kita lihat apa arti “short” dalam praktik. Misalnya, harga koin tetap 10 yuan, tetapi prediksimu berlawanan—menganggap harga akan turun. Tapi kamu hanya punya 2 yuan tunai, tidak cukup untuk membeli 1 koin. Bagaimana?
Kamu bisa menggunakan leverage atau trading futures. Uang 2 yuan sebagai margin dijaminkan ke bursa, lalu meminjam 1 koin. Setelah meminjam, langsung jual di pasar, dan kamu punya 10 yuan tunai. Tapi ingat, 10 yuan ini terkunci karena kamu harus mengembalikan 1 koin ke bursa. Proses pinjam dan jual ini adalah awal dari short.
Jika harga turun sesuai prediksi, misalnya menjadi 5 yuan, kamu bisa membeli 1 koin dengan 5 yuan dari uangmu, lalu mengembalikannya ke bursa. Setelah selesai, kamu mendapatkan keuntungan bersih 5 yuan (belum dikurangi bunga). Ini adalah proses lengkap dari keuntungan short.
Risiko short: margin call dan kerugian modal
Tapi ada satu masalah penting—bagaimana jika harga tidak turun, malah naik?
Saat melakukan short, setiap kenaikan 1 yuan, kerugianmu yang belum terealisasi bertambah. Karena kamu memakai leverage (hanya 2 yuan margin untuk posisi 10 yuan), kerugianmu akan diperbesar. Jika harga terus naik, kerugianmu akan semakin besar, sampai melebihi batas margin yang bisa ditanggung. Jika batas ini terlampaui, sistem akan otomatis menutup posisi kamu—dikenal sebagai “margin call” atau “liquidasi”. Ini berarti modal kamu hilang, dan margin yang kamu taruh juga hilang sepenuhnya.
Inilah mengapa short tampak seperti memperkirakan pasar turun, tetapi juga merupakan salah satu strategi paling berisiko tinggi. Leverage adalah pedang bermata dua—dapat memperbesar keuntungan, tetapi juga memperbesar kerugian.
Bull dan bear: dua kekuatan pasar yang berlawanan
Ringkasnya, “bull” adalah semua investor yang memperkirakan dan melakukan “long”, mendorong harga naik. “Bear” adalah semua investor yang memperkirakan dan melakukan “short”, mendorong harga turun. Kedua kekuatan ini terus bertarung di pasar, menentukan arah akhir harga koin.
Ketika kamu mendengar “pasar dikendalikan oleh bull”, artinya kekuatan pembeli lebih besar dari penjual, dan tren harga cenderung naik. Sebaliknya, “pasar dikendalikan oleh bear” berarti kekuatan penjual lebih besar, dan harga cenderung turun. Memahami ini akan membantumu lebih baik dalam membaca arah pasar.
Konsep dasar “lihat naik” dan “lihat turun” ini adalah pengetahuan wajib untuk ikut serta dalam trading koin. Apakah kamu memilih trading spot yang stabil atau mencoba leverage short yang berisiko tinggi, memahami konsep ini akan membantumu membuat keputusan yang lebih rasional dan menghindari kerugian karena ikut-ikutan tanpa pengertian.