Belakangan ini banyak teman di sekitar saya yang mengalami kerugian dalam trading kontrak, jadi saya rasa ini saatnya untuk membahas topik ini dengan serius. Sejujurnya, trading kontrak seperti pedang bermata dua, jika digunakan dengan baik dapat memperbesar keuntungan, tetapi jika tidak, bisa dengan cepat menyebabkan margin call dan kerugian besar.



Saya telah berinteraksi dengan banyak investor yang mengalami margin call dan mengalami kerugian besar, dan pengalaman mereka cukup serupa. Ada yang terlalu leverage, sedikit saja pasar berbalik, langsung margin call; ada yang kekurangan margin, tidak segera menambah, akhirnya dipaksa untuk menutup posisi; ada juga yang sama sekali tidak punya rencana stop loss, kerugian semakin membesar. Menurut statistik, sekitar [X]% kasus margin call disebabkan oleh kekurangan dana, dan [X]% disebabkan oleh volatilitas pasar.

Sebenarnya, penyebab margin call tidak jauh berbeda. Pertama adalah masalah mental, banyak orang mengikuti tren secara buta, tanpa strategi trading sendiri, dalam kondisi seperti ini risiko margin call sangat tinggi. Kedua adalah ketidakpastian pasar itu sendiri, data ekonomi makro yang diumumkan, perubahan kebijakan, bahkan gangguan jaringan, semuanya bisa memicu volatilitas yang ekstrem. Saya pernah mengalami margin call karena kejadian mendadak, pelajaran itu membuat saya benar-benar mengubah cara trading saya.

Bagaimana cara menghindari margin call? Pengalaman saya adalah sebagai berikut. Pertama, leverage harus moderat. Saat ini saya biasanya menggunakan leverage 2-3 kali, lebih suka keuntungan yang lambat tapi modal tetap aman. Banyak pemula suka menggunakan leverage 5 atau 10 kali, risiko margin call akan meningkat secara signifikan. Kedua, harus selalu menetapkan stop loss. Setiap kali membuka posisi, saya langsung pasang order stop loss, sehingga bahkan saat saya tidur, sistem akan otomatis menutup posisi jika harga menyentuh batas. Statistik menunjukkan bahwa investor yang menetapkan stop loss memiliki risiko margin call sekitar [X]% lebih rendah dibanding yang tidak.

Ketiga, margin harus cukup. Saya rutin memeriksa level margin maintenance akun, memastikan ada buffer yang cukup. Kadang pasar sangat volatile, saya lebih suka menutup sebagian posisi terlebih dahulu daripada mengambil risiko margin call. Keempat, pahami dengan baik aset yang Anda tradingkan. Saya tidak sembarangan masuk pasar, setiap transaksi saya lakukan setelah analisis teknikal dan fundamental yang matang, sehingga tingkat keberhasilan pun lebih tinggi.

Selain itu, diversifikasi investasi juga sangat penting. Daripada menaruh semua dana pada satu instrumen, lebih baik memperhatikan beberapa aset seperti Bitcoin, Ethereum, dan lainnya. Dengan begitu, jika salah satu mengalami masalah, kerugian tidak menyeluruh. Saat ini saya menjalankan strategi seperti ini, risiko pun berkurang cukup banyak.

Sejujurnya, meskipun sudah melakukan semua langkah pencegahan, trading kontrak tetap memiliki risiko. Menghilangkan kemungkinan margin call sepenuhnya tidak realistis. Tetapi dengan pengendalian leverage yang tepat, pengaturan stop loss yang ilmiah, dan cadangan margin yang cukup, kita setidaknya bisa mengendalikan risiko dalam batas yang dapat diterima. Yang terpenting adalah tetap rendah hati dan waspada, terus belajar, dan mengoptimalkan strategi trading kita. Hanya dengan cara ini, kita bisa bertahan lebih lama dan mendapatkan keuntungan yang lebih stabil dalam trading kontrak.
ETH-2,29%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan