Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru-baru ini ada diskusi menarik di World Liberty Forum soal siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas terhentinya negosiasi tentang RUU struktur pasar kripto. Ternyata, bukan bank individual, melainkan kelompok-kelompok perdagangan perbankan yang jadi aktor utama dalam hal ini.
Menurut salah seorang pemimpin industri kripto, kelompok perdagangan ini memandang kripto dengan kacamata zero-sum game. Mereka pikir kalau kripto menang, bank harus kalah. Padahal, bank-bank individual sebenarnya mulai melihat kripto sebagai peluang, bukan ancaman. Tapi kelompok perdagangan mereka? Mereka tidak beli narasi itu.
Yang menarik adalah detail di balik layar. Kelompok perdagangan ini sudah mewakili industri dalam pertemuan-pertemuan dengan industri kripto yang diselenggarakan White House. Setelah dorongan Komite Perbankan Senat untuk legislasi struktur pasar gagal bulan lalu, mereka tetap mempertahankan posisi bahwa RUU harus memblokir imbalan stablecoin.
Saat pertemuan minggu lalu, industri perbankan tidak bergeser dari tuntutan mereka. Pertemuan berikutnya dijadwalkan Kamis pagi. Dalam diskusi saat ini, terlihat jelas bahwa bank kecil dan menengah sebenarnya lebih khawatir tentang pelarian deposito ke bank-bank besar, bukan ke penerbit stablecoin. Sementara itu, bank-bank besar justru semakin terbuka terhadap kripto. Ada laporan bahwa beberapa dari lima bank terbesar dunia sudah menggunakan infrastruktur kripto.
Yang paling responsible untuk diakui adalah bahwa stablecoin AS yang teratur sekarang sudah jadi realitas. Industri perbankan perlu memutuskan apakah akan melihatnya sebagai peluang atau ancaman. Kalau terus dengan mindset lama, negosiasi akan terus macet. Tapi kalau ada kemauan untuk berkompromi, mungkin ada jalan keluar.