Baru saja saya melihat sebuah analisis tentang saham AI, dan menemukan sebuah fenomena menarik — meskipun dalam dua tahun terakhir saham konsep AI naik sangat pesat, sebenarnya masih banyak perusahaan AI top yang valuasinya cukup wajar, sama sekali tidak semahal yang orang bayangkan.



Secara spesifik, ada empat perusahaan dengan rasio harga terhadap laba di masa depan antara 26 hingga 31 kali, yang bagi perusahaan matang yang sudah mendominasi bidang AI ini sebenarnya adalah harga masuk yang cukup baik. Ada juga satu perusahaan yang meskipun belum menghasilkan laba, analis Wall Street memperkirakan kenaikan lebih dari 55% dalam 12 bulan ke depan, dan ekspektasi ini sendiri sudah menunjukkan potensi perusahaan tersebut.

Saya rasa saham AI yang murah ini sekarang layak diperhatikan. Pertama, Microsoft, dengan rasio harga terhadap laba 29 kali, harga ini benar-benar murah untuk raksasa teknologi ini. Bisnis layanan cloud mereka baru saja tumbuh 40%, dan CEO mereka juga secara tegas menyatakan akan terus meningkatkan investasi AI. Dari tingkat pengembalian investasi mereka, bisa dilihat bahwa perusahaan ini menghabiskan uang dengan sangat cerdas.

Lalu ada Meta, dengan rasio harga terhadap laba 26 kali, ini adalah yang termurah di antara tujuh raksasa teknologi. Bisnis iklan mereka selalu stabil, dan sekarang mereka juga mengintegrasikan AI untuk membuat pengguna bertahan lebih lama dan meningkatkan efektivitas iklan. Perusahaan ini bahkan sedang mengembangkan model bahasa besar sendiri, yang berpotensi memiliki lebih banyak aplikasi di masa depan.

Alphabet juga sangat menarik. Google Search dan Google Cloud sudah memberikan kontribusi pertumbuhan yang stabil, pendapatan kuartal terakhir menembus 100 miliar dolar AS. Dalam layanan cloud mereka, ada chip Nvidia dan chip buatan sendiri, semuanya mendorong pertumbuhan bisnis. Dengan valuasi 30 kali, posisi mereka sebagai pemimpin di pasar pencarian dan cloud ditambah potensi pertumbuhan AI, benar-benar pilihan yang bagus.

Oracle, raksasa basis data ini, baru-baru ini menunjukkan kekuatan infrastruktur cloud mereka. Mereka memperkirakan pendapatan infrastruktur cloud tahun ini akan melonjak 77% menjadi 18 miliar dolar AS, dan dalam empat tahun ke depan akan mencapai 144 miliar dolar. Mengapa? Karena perusahaan AI yang membutuhkan daya komputasi sedang mencari mereka. Harga saham Oracle baru saja mengalami koreksi, tapi saya rasa ini justru peluang, membeli dengan rasio harga terhadap laba 31 kali untuk menjadi pemenang jangka panjang.

Terakhir, CoreWeave, perusahaan ini go public pada bulan Maret tahun ini, dan setelah beberapa bulan naik lebih dari 300%. Meskipun baru-baru ini mengalami koreksi seperti saham AI lainnya, permintaan layanan AI tetap menunjukkan tren tidak menurun. Bisnis mereka adalah menyewakan chip berkinerja tinggi untuk menjalankan beban kerja AI, dan pendapatan kuartal terakhir berlipat ganda. Wall Street memperkirakan kenaikan lebih dari 55% dalam satu tahun ke depan, dan bagi investor agresif, ini benar-benar saat yang tepat.

Secara keseluruhan, meskipun valuasi saham konsep AI secara umum memang cukup tinggi, saham AI murah ini saat ini sebenarnya masih masuk akal. Bagi investor yang ingin menaruh modal di jalur AI, masuk sekarang juga tidak terlambat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan