Kawan-kawan yang baru saja mengikuti data ekonomi Australia harus memperhatikan bahwa rebound dolar Australia kali ini cukup tajam. Pengeluaran rumah tangga bulan Oktober meningkat 1,3% dari bulan sebelumnya, jauh melampaui perkiraan 0,6%, ini secara langsung menunjukkan bahwa permintaan domestik Australia masih cukup kuat. Ditambah dengan CPI yang meningkat 3,8% secara tahunan, tekanan inflasi belum mereda, pasar mulai menilai kembali arah kebijakan Bank Sentral Australia.



Sebelumnya semua orang bertaruh bahwa bank sentral akan terus menurunkan suku bunga, tetapi sekarang arahnya berubah. Dengan data pengeluaran rumah tangga yang dirilis, ekspektasi kenaikan suku bunga pada 2026 meningkat secara signifikan, dari 18% melonjak menjadi 55%. Ini berarti Bank Sentral Australia mungkin tidak akan lagi melonggarkan kebijakan, bahkan berpotensi mulai mengetatkan lebih awal. Perubahan ekspektasi ini langsung mendorong penguatan dolar Australia, dan hasil obligasi 3 tahun juga menembus 4%.

Beberapa bank besar memiliki pandangan yang cukup optimis tentang pergerakan dolar Australia selanjutnya. Commonwealth Bank memprediksi dolar Australia terhadap dolar AS akan naik ke 0,71 pada pertengahan 2026, dan Westpac serta ING juga menunjukkan prediksi bahwa dolar Australia akan terus menguat. Dari sudut pandang ini, pertanyaan apakah dolar Australia akan turun lagi tampaknya tidak terlalu mungkin, malah yang lebih penting adalah seberapa tinggi ia bisa naik. Namun, ini juga bergantung pada pergerakan dolar AS dan perubahan kebijakan Federal Reserve, jadi tetap perlu memperhatikan data ekonomi selanjutnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan