Pada awalnya pemahaman tentang oracle terlalu sederhana—anggap saja itu sebagai alat teknologi, data masuk, diproses, dan dikirim keluar ke smart contract, alur yang sangat jelas. Sampai akhirnya mulai memperhatikan berbagai skenario ekstrem di pasar, baru sadar seberapa dalam kemampuan dari alat ini.



Sumber data pasar bertarung, lonjakan dan penurunan harga secara tiba-tiba, situasi ekstrem yang mendadak… saat itulah oracle tidak lagi sekadar pusat perantara data. Ia berubah menjadi sistem pengambilan keputusan, dan masalah yang muncul pun jauh lebih kompleks daripada sekadar latensi jaringan atau throughput.

Masalah sebenarnya adalah: ketika kenyataan menjadi kabur, siapa yang memiliki kekuasaan untuk mendefinisikan kebenaran?

Pertanyaan ini sebagian besar orang tidak pernah pikirkan, sampai mereka mengalami kerugian besar dan baru menyadari. Banyak pengguna mengira oracle adalah saluran yang netral, tetapi saluran tidak bisa membuat pilihan. Sebenarnya, setiap langkah dari desain hingga operasional oracle melibatkan pilihan—menggunakan sumber data mana, bagaimana memberi bobot pada data, seberapa sering sinkronisasi harga dilakukan, kapan mengumumkan hasil akhir, siapa yang bertanggung jawab jika sistem down, bagaimana menyelesaikan sengketa data, bahkan siapa yang berhak membuat aturan-aturan ini.

Begitu memahami hal ini, kita harus mengakui satu kenyataan lain: risiko oracle bukan hanya manipulasi, tetapi yang paling inti adalah risiko tata kelola. Dan risiko tata kelola sering menjadi pemicu tercepat yang menghancurkan kepercayaan.

Jika pengguna tidak memahami logika aturan di baliknya, mereka sama sekali tidak bisa mempercayai hasil akhirnya. Bahkan jika hasilnya tampak tidak bermasalah, sistem berjalan tanpa gangguan, tetapi begitu melibatkan dana, transparansi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk mencegah situasi ekstrem berubah menjadi sengketa dan perang, yang akhirnya bisa merusak reputasi seluruh proyek.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 4
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
SudoRm-RfWallet/vip
· 01-05 10:47
Singkatnya, siapa yang menguasai kekuasaan untuk mendefinisikan kebenaran, dia akan memegang kendali penuh atas seluruh ekosistem.
Lihat AsliBalas0
Liquidated_Larryvip
· 01-05 10:44
又是那套"定义真相的权力"的老生常谈,但确实被割过才懂啊
Balas0
blocksnarkvip
· 01-05 10:35
治理权就是定价权,早该看透这点了。
Balas0
ProxyCollectorvip
· 01-05 10:31
Sangat jernih penjelasannya, saya juga pernah tertipu oleh sistem ini sebelumnya, benar-benar mengira bahwa oracle hanyalah seorang pengangkut data yang dingin dan tidak berperasaan, ternyata kekuasaan ada di tangan perancangnya. --- Sial, inilah mengapa begitu banyak proyek gagal, saat mengelola black box, pengguna tidak bisa melihat apa-apa. --- Setuju, saat sumber data bertarung, itu bukan lagi masalah teknologi, melainkan masalah politik. --- Setiap kali selesai dipotong, baru ingat bertanya siapa yang menetapkan aturan, tapi sudah terlambat, bikin ngakak. --- Transparansi bukan sekadar hiasan, teman-teman, ini adalah dasar kepercayaan, tanpa ini semua sia-sia. --- Oracle adalah perwujudan kekuasaan, jangan tertipu oleh kata-kata "desentralisasi" yang mereka ucapkan.
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)