Pasar logam mulia mengalami volatilitas ekstrem di akhir bulan Desember. Harga emas sempat turun lebih dari 4%, mendekati $4300/oz, sementara perak turun lebih mencengangkan hingga 9%, ke level $70.53/oz. Platinum dan palladium juga turun masing-masing sebesar 14.45% dan 15.79%. Namun, seiring penyesuaian pasar, logam mulia mengalami rebound pada 30 Desember, dengan harga emas kembali ke $4354/oz, dan perak pulih ke $73.10/oz.
Krisis likuiditas akhir tahun memicu reaksi berantai
Tiga faktor utama di balik penurunan kolektif logam mulia ini. Pertama, para pelaku pasar melakukan realisasi keuntungan tahunan, yang merupakan fenomena tradisional di akhir tahun. Kedua, CME (Chicago Mercantile Exchange) menyesuaikan margin jaminan untuk kontrak berjangka emas, perak, palladium, platinum, dan lithium setelah penutupan pasar pada 29 Desember, memaksa trader dengan modal terbatas mengurangi posisi mereka. Ketika standar margin meningkat, posisi yang ada harus menambah dana tunai untuk mempertahankan posisi, yang biasanya memicu gelombang stop-loss.
Selain itu, mendekatnya liburan menyebabkan penurunan likuiditas yang juga menjadi faktor kunci. Michael Haigh, kepala riset pendapatan tetap dan komoditas di Societe Generale, menyatakan, “Tidak perlu menafsirkan berlebihan volatilitas ekstrem ini, karena di akhir tahun pasar sering menunjukkan kekurangan kedalaman transaksi yang parah.” Ini menunjukkan bahwa penurunan saat ini lebih banyak dipicu oleh faktor teknikal dan keuangan, bukan fundamental yang memburuk.
Tantangan jangka pendek dan peluang jangka panjang
Alexander Campbell, mantan kepala komoditas di Bridgewater dan saat ini analis, berpendapat bahwa perak menghadapi banyak hambatan dalam jangka pendek. Penjualan musiman terkait pajak dan kenaikan margin CME akan memberikan tekanan ke bawah. Ia menyarankan investor untuk bersikap wait-and-see, menunggu gangguan ini mereda sebelum mempertimbangkan masuk.
Namun, Campbell tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang perak. Ia mengamati adanya disparitas harga regional yang signifikan di pasar fisik global: harga spot perak di Dubai sekitar 91 per ounce, di Shanghai sekitar 85, sementara kontrak berjangka COMEX hanya sekitar 75. Fenomena inverted ini mencerminkan adanya dukungan mendalam di pasar. Dengan ekspansi industri energi surya dan percepatan pembangunan pusat data, permintaan industri perak akan terus meningkat, dan potensi kenaikan harga sangat jelas.
Prediksi tren emas: dari fluktuasi tinggi ke jalur kenaikan
Pasar emas menghadapi lebih banyak ketidakpastian jangka pendek. Federal Reserve akan merilis minutes rapat Desember pada dini hari 31 Desember, dan pasar memantau ketat arah kebijakan mereka. Analis UBS menyatakan bahwa saat ini emas berada dalam kondisi premium tinggi, dan jika Fed menunjukkan sikap hawkish yang tak terduga berbalik, ditambah dengan dampak pencairan ETF besar-besaran, risiko penyesuaian yang signifikan akan muncul.
Namun, dalam pandangan jangka panjang, para analis tetap optimistis terhadap emas. UBS menegaskan bahwa lingkungan imbal hasil riil yang rendah, kekhawatiran ekonomi global yang berkelanjutan, serta ketidakpastian kebijakan domestik AS (pemilihan tengah tahun dan tantangan fiskal) akan memberikan dukungan kuat bagi emas. Berdasarkan faktor-faktor ini, UBS memperkirakan harga emas akan naik hingga $5000/oz pada triwulan pertama hingga ketiga tahun 2026. Jika siklus pemilihan tengah tahun AS memicu gejolak politik atau ekonomi yang lebih besar, harga emas bahkan bisa menyentuh $5400/oz.
Ini menunjukkan bahwa meskipun logam mulia menghadapi penyesuaian teknikal jangka pendek, faktor struktural tetap mendukung tren kenaikan jangka menengah.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Logam mulia mengalami koreksi besar di akhir tahun! Prediksi tren emas dan analisis peluang investasi
Pasar logam mulia mengalami volatilitas ekstrem di akhir bulan Desember. Harga emas sempat turun lebih dari 4%, mendekati $4300/oz, sementara perak turun lebih mencengangkan hingga 9%, ke level $70.53/oz. Platinum dan palladium juga turun masing-masing sebesar 14.45% dan 15.79%. Namun, seiring penyesuaian pasar, logam mulia mengalami rebound pada 30 Desember, dengan harga emas kembali ke $4354/oz, dan perak pulih ke $73.10/oz.
Krisis likuiditas akhir tahun memicu reaksi berantai
Tiga faktor utama di balik penurunan kolektif logam mulia ini. Pertama, para pelaku pasar melakukan realisasi keuntungan tahunan, yang merupakan fenomena tradisional di akhir tahun. Kedua, CME (Chicago Mercantile Exchange) menyesuaikan margin jaminan untuk kontrak berjangka emas, perak, palladium, platinum, dan lithium setelah penutupan pasar pada 29 Desember, memaksa trader dengan modal terbatas mengurangi posisi mereka. Ketika standar margin meningkat, posisi yang ada harus menambah dana tunai untuk mempertahankan posisi, yang biasanya memicu gelombang stop-loss.
Selain itu, mendekatnya liburan menyebabkan penurunan likuiditas yang juga menjadi faktor kunci. Michael Haigh, kepala riset pendapatan tetap dan komoditas di Societe Generale, menyatakan, “Tidak perlu menafsirkan berlebihan volatilitas ekstrem ini, karena di akhir tahun pasar sering menunjukkan kekurangan kedalaman transaksi yang parah.” Ini menunjukkan bahwa penurunan saat ini lebih banyak dipicu oleh faktor teknikal dan keuangan, bukan fundamental yang memburuk.
Tantangan jangka pendek dan peluang jangka panjang
Alexander Campbell, mantan kepala komoditas di Bridgewater dan saat ini analis, berpendapat bahwa perak menghadapi banyak hambatan dalam jangka pendek. Penjualan musiman terkait pajak dan kenaikan margin CME akan memberikan tekanan ke bawah. Ia menyarankan investor untuk bersikap wait-and-see, menunggu gangguan ini mereda sebelum mempertimbangkan masuk.
Namun, Campbell tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang perak. Ia mengamati adanya disparitas harga regional yang signifikan di pasar fisik global: harga spot perak di Dubai sekitar 91 per ounce, di Shanghai sekitar 85, sementara kontrak berjangka COMEX hanya sekitar 75. Fenomena inverted ini mencerminkan adanya dukungan mendalam di pasar. Dengan ekspansi industri energi surya dan percepatan pembangunan pusat data, permintaan industri perak akan terus meningkat, dan potensi kenaikan harga sangat jelas.
Prediksi tren emas: dari fluktuasi tinggi ke jalur kenaikan
Pasar emas menghadapi lebih banyak ketidakpastian jangka pendek. Federal Reserve akan merilis minutes rapat Desember pada dini hari 31 Desember, dan pasar memantau ketat arah kebijakan mereka. Analis UBS menyatakan bahwa saat ini emas berada dalam kondisi premium tinggi, dan jika Fed menunjukkan sikap hawkish yang tak terduga berbalik, ditambah dengan dampak pencairan ETF besar-besaran, risiko penyesuaian yang signifikan akan muncul.
Namun, dalam pandangan jangka panjang, para analis tetap optimistis terhadap emas. UBS menegaskan bahwa lingkungan imbal hasil riil yang rendah, kekhawatiran ekonomi global yang berkelanjutan, serta ketidakpastian kebijakan domestik AS (pemilihan tengah tahun dan tantangan fiskal) akan memberikan dukungan kuat bagi emas. Berdasarkan faktor-faktor ini, UBS memperkirakan harga emas akan naik hingga $5000/oz pada triwulan pertama hingga ketiga tahun 2026. Jika siklus pemilihan tengah tahun AS memicu gejolak politik atau ekonomi yang lebih besar, harga emas bahkan bisa menyentuh $5400/oz.
Ini menunjukkan bahwa meskipun logam mulia menghadapi penyesuaian teknikal jangka pendek, faktor struktural tetap mendukung tren kenaikan jangka menengah.