▶ Mengapa Fibonacci sangat efektif dalam analisis teknikal
Di pasar keuangan, pergerakan harga jarang bergerak dalam garis lurus. Setelah setiap dorongan naik atau turun, muncul koreksi yang tak terhindarkan. Di sinilah retracement Fibonacci menjadi sekutu yang berharga. Alat ini menggunakan rasio matematis yang berasal dari urutan angka kuno untuk mengidentifikasi level kunci di mana harga bisa berhenti atau berbalik arah.
Rahasia terletak pada rasio emas, yang setara dengan 1.618. Ketika kita menerapkan rasio ini pada pergerakan pasar, kita mendapatkan persentase tertentu: 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 76.4%. Masing-masing level ini berfungsi sebagai garis imajiner yang cenderung dihormati oleh harga, menjadi support atau resistance tergantung konteksnya.
▶ Sejarah di balik angka-angka
Angka Fibonacci muncul dari karya matematikawan Italia Leonardo Pisano pada abad XII. Seri ini dimulai dengan sederhana: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144… Setiap angka adalah jumlah dari dua angka sebelumnya. Yang menarik adalah bahwa urutan ini muncul secara konstan di alam: di cabang pohon, cangkang laut, bahkan di tubuh manusia.
Analis keuangan menemukan bahwa pasar mengikuti pola serupa. Dari sinilah muncul penerapan Fibonacci dalam trading, menggunakan rasio yang berasal dari seri ini untuk memprediksi perilaku harga.
▶ Bagaimana cara kerja retracement Fibonacci di pasar saham
Logika dasar sangat sederhana: ketika sebuah aset mulai melakukan koreksi setelah pergerakan kuat, kita menggambar Fibonacci antara titik awal (terendah atau tertinggi) dan titik break. Alat ini secara otomatis menghasilkan level-level retracement.
Dalam tren naik yang dikoreksi, misalnya, level Fibonacci menunjukkan sampai di mana harga bisa turun sebelum melanjutkan kenaikan. Dalam tren turun yang memantul, mereka menunjukkan sampai di mana harga bisa naik sebelum terus turun.
Penggambaran yang benar
Prosedurnya langsung tetapi kritis: kita selalu menggambar dari kiri ke kanan, mengidentifikasi maksimum terakhir dan minimum terakhir dari tren. Tidak peduli periode waktunya (1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 minggu) maupun apakah tren tersebut naik atau turun. Level-levelnya sama: 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 76.4%.
Beberapa trader memperdebatkan apakah menggunakan “sumbu” lengkap dari lilin atau hanya badan lilin. Faktanya, kedua pendekatan bisa berhasil; tergantung gaya dan pengalaman Anda.
▶ Aplikasi praktis dalam kasus nyata
Kasus 1: Operasi posisi (mata uang EUR/USD selama 1 hari)
Grafik harian EUR/USD menunjukkan tren turun yang jelas. Puncaknya di 1.09414 dan pada bulan Mei tercapai titik terendah baru di 1.03489. Ketika pasar mulai naik, digambar Fibonacci antara titik-titik ini.
Entry ditempatkan di level 61.8% (1.07139) karena bertepatan dengan moving average 50 periode, menghasilkan konfluensi sinyal. Stop loss ditempatkan di puncak sebelumnya (1.09414), dengan risiko 228 pips. Untuk target keuntungan, digunakan ekstensi Fibonacci, menetapkan take profit di 1.01810 (menargetkan 532 pips).
Hasil: Trading ditutup dengan keuntungan pada 5 Juli, sekitar 43 hari setelah masuk. Dengan volume 0.01 lot, risiko adalah 22.8 USD dan keuntungan 53.2 USD (setelah dikurangi komisi).
Kasus 2: Operasi intraday (EUR/USD selama 1 jam)
Pada pasangan yang sama, tetapi dengan pendekatan berbeda. Grafik 1 jam menunjukkan peluang beli di level 61.8% Fibonacci (1.04651). Secara bersamaan, Fibonacci harian menunjukkan resistance di atas, berfungsi sebagai batas target keuntungan.
Konfluensi dari dua timeframe berbeda memungkinkan trading dengan lebih akurat: beli di 1.04651, stop loss di 1.04250 (risiko 40 pips) dan take profit di 1.06011 (keuntungan 135 pips), menghasilkan rasio risiko/imbalan 1:3.4.
Hasil: Trading ditutup dengan keuntungan pada 22 Juni, hanya 3 hari setelahnya (tidak termasuk akhir pekan). Dengan 0.05 lot, risiko adalah 20 USD dan keuntungan 62.5 USD (setelah dikurangi komisi).
▶ Fibonacci untuk entri, keluar, dan manajemen risiko
Setelah level-level digambar, masing-masing memiliki fungsi tertentu:
Level entri: Trader yang lebih konservatif lebih suka masuk di 61.8%, sementara yang lebih agresif bisa di 38.2%. Level yang dipilih menentukan ukuran stop loss.
Take profit (TP): Biasanya ditempatkan di level 0% Fibonacci (puncak atau dasar asli) atau menggunakan ekstensi Fibonacci untuk memproyeksikan target yang lebih tinggi.
Stop loss (SL): Ditempatkan di luar level 100% Fibonacci atau di puncak/dasar mutlak dari tren sebelumnya.
Pendekatan konservatif umum: entri di 61.8%, TP di 0%, SL di 100%. Meskipun ini menawarkan risiko lebih kecil, juga membatasi potensi keuntungan. Pendekatan yang lebih agresif bisa mencari pantulan yang lebih dalam untuk menangkap pergerakan yang lebih besar.
▶ Ekstensi Fibonacci: memproyeksikan keuntungan
Selain retracement, ada ekstensi Fibonacci. Sementara retracement mengukur seberapa jauh harga mundur, ekstensi memproyeksikan sampai di mana harga bisa melanjutkan setelah koreksi.
Ini sangat berguna untuk menetapkan target keuntungan yang realistis. Jika Anda tahu bahwa ekstensi berada di 1.06157, itu adalah level di mana banyak trader akan mengambil keuntungan.
▶ Fibonacci berfungsi di berbagai pasar dan timeframe
Alat ini tidak terbatas pada mata uang. Sama efektifnya di:
Saham individual
Indeks saham
Komoditas
Cryptocurrency
Futures
Dan beroperasi di semua timeframe yang dapat dibayangkan. Namun, efektivitasnya meningkat secara signifikan di periode yang lebih besar. Fibonacci di grafik 1 hari lebih dapat diandalkan daripada di grafik 5 menit. Hal ini karena kerangka waktu yang lebih luas mencerminkan keputusan pasar yang lebih fundamental.
▶ Apakah Fibonacci 100% dapat diandalkan sendiri?
Jawaban jujur adalah tidak. Fibonacci memberikan probabilitas, bukan kepastian. Kekuatan sebenarnya muncul saat dikombinasikan dengan alat lain: moving average, level support dan resistance historis, indikator teknikal, volume, atau analisis fundamental.
Konfluensi (ketika beberapa sinyal berkonvergensi) adalah tempat di mana kepercayaan nyata terhadap sebuah operasi terbentuk. Retracement Fibonacci yang bertepatan dengan moving average penting lebih dapat diandalkan daripada Fibonacci saja.
▶ Mengembangkan pengalaman dengan Fibonacci
Kefasihan terhadap alat ini berkembang seiring waktu. Semakin sering Anda trading, Anda akan menemukan bahwa level tertentu bekerja lebih baik daripada yang lain di pasar tertentu. Beberapa trader memodifikasi persentase standar berdasarkan pengalaman mereka.
Latihan di akun demo sangat berharga. Di sana Anda dapat mengidentifikasi titik maksimum dan minimum di berbagai timeframe tanpa risiko modal nyata. Anda akan belajar mengenali konfigurasi mana yang bekerja dalam tren yang jelas versus pasar sideways.
Retracement Fibonacci di pasar saham bukanlah rumus ajaib, tetapi salah satu alat paling akurat yang tersedia bagi trader yang ingin menyeimbangkan risiko dan imbalan secara terstruktur.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Fibonacci Retracement di pasar saham: alat teknis yang memprediksi di mana harga akan memantul
▶ Mengapa Fibonacci sangat efektif dalam analisis teknikal
Di pasar keuangan, pergerakan harga jarang bergerak dalam garis lurus. Setelah setiap dorongan naik atau turun, muncul koreksi yang tak terhindarkan. Di sinilah retracement Fibonacci menjadi sekutu yang berharga. Alat ini menggunakan rasio matematis yang berasal dari urutan angka kuno untuk mengidentifikasi level kunci di mana harga bisa berhenti atau berbalik arah.
Rahasia terletak pada rasio emas, yang setara dengan 1.618. Ketika kita menerapkan rasio ini pada pergerakan pasar, kita mendapatkan persentase tertentu: 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 76.4%. Masing-masing level ini berfungsi sebagai garis imajiner yang cenderung dihormati oleh harga, menjadi support atau resistance tergantung konteksnya.
▶ Sejarah di balik angka-angka
Angka Fibonacci muncul dari karya matematikawan Italia Leonardo Pisano pada abad XII. Seri ini dimulai dengan sederhana: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144… Setiap angka adalah jumlah dari dua angka sebelumnya. Yang menarik adalah bahwa urutan ini muncul secara konstan di alam: di cabang pohon, cangkang laut, bahkan di tubuh manusia.
Analis keuangan menemukan bahwa pasar mengikuti pola serupa. Dari sinilah muncul penerapan Fibonacci dalam trading, menggunakan rasio yang berasal dari seri ini untuk memprediksi perilaku harga.
▶ Bagaimana cara kerja retracement Fibonacci di pasar saham
Logika dasar sangat sederhana: ketika sebuah aset mulai melakukan koreksi setelah pergerakan kuat, kita menggambar Fibonacci antara titik awal (terendah atau tertinggi) dan titik break. Alat ini secara otomatis menghasilkan level-level retracement.
Dalam tren naik yang dikoreksi, misalnya, level Fibonacci menunjukkan sampai di mana harga bisa turun sebelum melanjutkan kenaikan. Dalam tren turun yang memantul, mereka menunjukkan sampai di mana harga bisa naik sebelum terus turun.
Penggambaran yang benar
Prosedurnya langsung tetapi kritis: kita selalu menggambar dari kiri ke kanan, mengidentifikasi maksimum terakhir dan minimum terakhir dari tren. Tidak peduli periode waktunya (1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 minggu) maupun apakah tren tersebut naik atau turun. Level-levelnya sama: 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 76.4%.
Beberapa trader memperdebatkan apakah menggunakan “sumbu” lengkap dari lilin atau hanya badan lilin. Faktanya, kedua pendekatan bisa berhasil; tergantung gaya dan pengalaman Anda.
▶ Aplikasi praktis dalam kasus nyata
Kasus 1: Operasi posisi (mata uang EUR/USD selama 1 hari)
Grafik harian EUR/USD menunjukkan tren turun yang jelas. Puncaknya di 1.09414 dan pada bulan Mei tercapai titik terendah baru di 1.03489. Ketika pasar mulai naik, digambar Fibonacci antara titik-titik ini.
Entry ditempatkan di level 61.8% (1.07139) karena bertepatan dengan moving average 50 periode, menghasilkan konfluensi sinyal. Stop loss ditempatkan di puncak sebelumnya (1.09414), dengan risiko 228 pips. Untuk target keuntungan, digunakan ekstensi Fibonacci, menetapkan take profit di 1.01810 (menargetkan 532 pips).
Hasil: Trading ditutup dengan keuntungan pada 5 Juli, sekitar 43 hari setelah masuk. Dengan volume 0.01 lot, risiko adalah 22.8 USD dan keuntungan 53.2 USD (setelah dikurangi komisi).
Kasus 2: Operasi intraday (EUR/USD selama 1 jam)
Pada pasangan yang sama, tetapi dengan pendekatan berbeda. Grafik 1 jam menunjukkan peluang beli di level 61.8% Fibonacci (1.04651). Secara bersamaan, Fibonacci harian menunjukkan resistance di atas, berfungsi sebagai batas target keuntungan.
Konfluensi dari dua timeframe berbeda memungkinkan trading dengan lebih akurat: beli di 1.04651, stop loss di 1.04250 (risiko 40 pips) dan take profit di 1.06011 (keuntungan 135 pips), menghasilkan rasio risiko/imbalan 1:3.4.
Hasil: Trading ditutup dengan keuntungan pada 22 Juni, hanya 3 hari setelahnya (tidak termasuk akhir pekan). Dengan 0.05 lot, risiko adalah 20 USD dan keuntungan 62.5 USD (setelah dikurangi komisi).
▶ Fibonacci untuk entri, keluar, dan manajemen risiko
Setelah level-level digambar, masing-masing memiliki fungsi tertentu:
Level entri: Trader yang lebih konservatif lebih suka masuk di 61.8%, sementara yang lebih agresif bisa di 38.2%. Level yang dipilih menentukan ukuran stop loss.
Take profit (TP): Biasanya ditempatkan di level 0% Fibonacci (puncak atau dasar asli) atau menggunakan ekstensi Fibonacci untuk memproyeksikan target yang lebih tinggi.
Stop loss (SL): Ditempatkan di luar level 100% Fibonacci atau di puncak/dasar mutlak dari tren sebelumnya.
Pendekatan konservatif umum: entri di 61.8%, TP di 0%, SL di 100%. Meskipun ini menawarkan risiko lebih kecil, juga membatasi potensi keuntungan. Pendekatan yang lebih agresif bisa mencari pantulan yang lebih dalam untuk menangkap pergerakan yang lebih besar.
▶ Ekstensi Fibonacci: memproyeksikan keuntungan
Selain retracement, ada ekstensi Fibonacci. Sementara retracement mengukur seberapa jauh harga mundur, ekstensi memproyeksikan sampai di mana harga bisa melanjutkan setelah koreksi.
Ini sangat berguna untuk menetapkan target keuntungan yang realistis. Jika Anda tahu bahwa ekstensi berada di 1.06157, itu adalah level di mana banyak trader akan mengambil keuntungan.
▶ Fibonacci berfungsi di berbagai pasar dan timeframe
Alat ini tidak terbatas pada mata uang. Sama efektifnya di:
Dan beroperasi di semua timeframe yang dapat dibayangkan. Namun, efektivitasnya meningkat secara signifikan di periode yang lebih besar. Fibonacci di grafik 1 hari lebih dapat diandalkan daripada di grafik 5 menit. Hal ini karena kerangka waktu yang lebih luas mencerminkan keputusan pasar yang lebih fundamental.
▶ Apakah Fibonacci 100% dapat diandalkan sendiri?
Jawaban jujur adalah tidak. Fibonacci memberikan probabilitas, bukan kepastian. Kekuatan sebenarnya muncul saat dikombinasikan dengan alat lain: moving average, level support dan resistance historis, indikator teknikal, volume, atau analisis fundamental.
Konfluensi (ketika beberapa sinyal berkonvergensi) adalah tempat di mana kepercayaan nyata terhadap sebuah operasi terbentuk. Retracement Fibonacci yang bertepatan dengan moving average penting lebih dapat diandalkan daripada Fibonacci saja.
▶ Mengembangkan pengalaman dengan Fibonacci
Kefasihan terhadap alat ini berkembang seiring waktu. Semakin sering Anda trading, Anda akan menemukan bahwa level tertentu bekerja lebih baik daripada yang lain di pasar tertentu. Beberapa trader memodifikasi persentase standar berdasarkan pengalaman mereka.
Latihan di akun demo sangat berharga. Di sana Anda dapat mengidentifikasi titik maksimum dan minimum di berbagai timeframe tanpa risiko modal nyata. Anda akan belajar mengenali konfigurasi mana yang bekerja dalam tren yang jelas versus pasar sideways.
Retracement Fibonacci di pasar saham bukanlah rumus ajaib, tetapi salah satu alat paling akurat yang tersedia bagi trader yang ingin menyeimbangkan risiko dan imbalan secara terstruktur.