Seiring keberhasilan Renminbi menembus level psikologis 7.0, banyak investor mulai memikirkan satu pertanyaan inti: Apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli Renminbi? Berdasarkan tren pasar terbaru, jawaban perlahan menjadi semakin jelas. Renminbi secara resmi mengakhiri tren depresiasi selama tiga tahun berturut-turut dan saat ini memasuki gelombang apresiasi baru. Bank-bank investasi utama internasional memperkirakan bahwa pada tahun 2026, nilai tukar akan meningkat lebih jauh ke kisaran 6,70 hingga 6,85. Ini berarti, bagi investor yang mampu menangkap peluang secara tepat waktu, saat ini adalah momen yang berpotensi menguntungkan untuk menempatkan dana pada investasi terkait Renminbi.
Siklus Penguatan Renminbi Telah Ditetapkan, Tiga Sinyal Penting yang Tidak Boleh Diabaikan Investor
Perubahan tren nilai tukar Renminbi secara bertahap telah menguatkan dasar keberadaannya. Sepanjang tahun 2025, nilai tukar dolar AS terhadap Renminbi berfluktuasi dalam kisaran lebar 6,95 hingga 7,35, dengan apresiasi total sekitar 4%. Pada pertengahan Desember 2025, didorong oleh penurunan suku bunga Federal Reserve dan perbaikan sentimen pasar, Renminbi menguat menembus level 7,05. Menjelang akhir tahun 2025, tren penguatan ini semakin menguat, dan nilai tukar resmi menembus angka psikologis bulat, saat ini mendekati sekitar 6,9623.
Di balik gelombang penguatan ini, tersimpan tiga sinyal penting: Pertama, tanda-tanda relaksasi hubungan ekonomi dan perdagangan antara China dan AS, dengan negosiasi yang berjalan stabil, memberikan lingkungan eksternal yang stabil bagi Renminbi; Kedua, indeks dolar AS yang berbalik melemah, menciptakan kondisi menguntungkan bagi penguatan Renminbi; Ketiga, tren re-alokasi aset asing ke dalam instrumen berbasis Renminbi yang mulai terbentuk kembali, menunjukkan kepercayaan investor internasional yang mulai pulih.
Apakah Saat Ini Waktu yang Tepat untuk Membeli Renminbi? Penilaian Peluang Investasi
Peluang Investasi Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, diperkirakan nilai tukar Renminbi akan tetap berada dalam pola fluktuasi yang kuat dan bergejolak. Karena sudah stabil di bawah level 7.0, kemungkinan besar harga tidak akan kembali melemah menembus level 7,1 dalam waktu dekat. Saat ini, pasar menunjukkan korelasi yang sangat dalam dengan indeks dolar AS, namun didukung oleh level support yang kuat di kisaran 6,9, dan sedang mencari titik keseimbangan baru di antara 6,90 hingga 7,00.
Bagi investor, jawaban apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli Renminbi adalah: Bisa, tetapi harus memperhatikan timing dan strategi. Dalam jangka pendek, fokus utama harus pada tiga variabel berikut:
Potensi penurunan lebih lanjut indeks dolar AS, terutama apakah ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve pada 2026 akan terus melemahkan dolar
Apakah otoritas pengatur akan memberi sinyal melalui kurs tengah di level 6,9 untuk mencegah apresiasi yang terlalu cepat
Dampak kebijakan stabilisasi pertumbuhan ekonomi China terhadap permintaan domestik dan pasar saham, yang akan langsung menentukan posisi dasar jangka panjang Renminbi
Prospek Investasi Jangka Menengah dan Panjang
Dari sudut pandang jangka menengah dan panjang, nilai investasi Renminbi menjadi semakin menarik. Secara umum, pasar percaya bahwa tren depresiasi Renminbi yang dimulai sejak 2022 kemungkinan telah berakhir dan berada di titik balik siklus. Melihat ke depan hingga 2026, tiga faktor utama yang mendukung penguatan nilai tukar adalah: ketahanan berkelanjutan dari pertumbuhan ekspor China, tren re-alokasi aset asing ke instrumen berbasis Renminbi yang mulai menguat, dan indeks dolar AS yang tetap dalam pola struktural melemah.
Prediksi dari bank-bank investasi internasional semakin memperkuat analisis ini. Analisis dari Deutsche Bank menunjukkan bahwa penguatan Renminbi terhadap dolar AS baru-baru ini bisa menandai dimulainya siklus penguatan jangka panjang, dengan perkiraan bahwa pada 2026, nilai tukar bisa meningkat ke angka sekitar 6,7. Sementara itu, Goldman Sachs optimistis terhadap prospek Renminbi, memperkirakan bahwa dengan dukungan kebijakan, target nilai tukar pada 2026 bisa mencapai 6,85.
Empat Faktor Inti yang Mendorong Pergerakan Dolar AS terhadap Renminbi
Memahami apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli Renminbi memerlukan analisis mendalam terhadap faktor-faktor utama yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar. Ke depan, tren nilai tukar akan sangat dipengaruhi oleh empat aspek berikut:
Pergerakan Indeks Dolar AS
Sepanjang 2025, indeks dolar AS mengalami fluktuasi besar. Pada paruh pertama tahun, dari awal tahun di angka 109, indeks ini turun ke sekitar 98, dengan penurunan hampir 10%. Memasuki paruh kedua, didorong oleh menurunnya ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve dan kinerja ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, indeks dolar mulai rebound dan beberapa kali kembali menembus angka 100.
Namun, memasuki 2026, seiring Federal Reserve secara resmi memulai siklus pelonggaran baru, indeks dolar kembali ke kisaran 98,8 hingga 98,2. Meski pasar tetap berharap terhadap ketahanan ekonomi AS, tren de-dolarisasi global dan penetapan sikap dovish dari Fed mengurangi momentum rebound dolar, memberikan peluang eksternal yang menguntungkan bagi Renminbi untuk mempertahankan posisi di era 6-an.
Perkembangan Kesepakatan Perdagangan China-AS
Pada awal 2026, negosiasi perdagangan China-AS mencapai kesepakatan baru di Kuala Lumpur. AS akan menurunkan tarif terkait produk China yang terkait dengan fentanyl dari 20% menjadi 10%, dan menangguhkan sementara bagian dari tarif setara sebesar 24% hingga November 2026. Selain itu, kedua negara sepakat menunda penerapan pembatasan ekspor rare earth dan biaya pelabuhan, serta memperluas pembelian produk pertanian AS seperti kedelai.
Namun, keseimbangan ini tetap rapuh. Apakah perbaikan substantif hubungan ekonomi dan perdagangan China-AS dapat berlanjut hingga paruh kedua 2026, tetap menjadi faktor eksternal utama yang menentukan tren nilai tukar dolar terhadap Renminbi. Jika kondisi ini dipertahankan, lingkungan nilai tukar akan cenderung stabil. Sebaliknya, jika ketegangan kembali meningkat, pasar akan kembali tertekan dan Renminbi berpotensi melemah.
Kebijakan Moneter Federal Reserve
Kebijakan Federal Reserve sangat menentukan arah dolar AS. Pada 2026, pasar memperkirakan masih ada peluang 2-3 kali penurunan suku bunga. Meski data inflasi terkadang berfluktuasi, dengan pasar tenaga kerja yang semakin seimbang, fokus Fed beralih ke pencegahan perlambatan ekonomi yang keras. Kebijakan penurunan suku bunga secara preventif ini melemahkan daya tarik hasil obligasi AS, mengurangi spread suku bunga, dan mendorong modal kembali ke pasar negara berkembang, termasuk Renminbi.
Kebijakan Bank Sentral China (PBOC)
Kebijakan moneter China cenderung tetap longgar untuk mendukung pemulihan ekonomi, terutama di tengah perlambatan pasar properti dan permintaan domestik yang lemah. PBOC kemungkinan akan menurunkan suku bunga atau rasio cadangan wajib untuk menambah likuiditas, yang biasanya memberikan tekanan jangka pendek terhadap Renminbi. Namun, jika kebijakan pelonggaran ini diikuti oleh langkah-langkah fiskal yang lebih kuat dan efektif, sehingga ekonomi China stabil, maka dalam jangka panjang akan mendukung penguatan Renminbi.
Empat Indikator Kunci untuk Menilai Waktu yang Tepat Berinvestasi dalam Renminbi
Bagaimana investor menilai apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli Renminbi? Pendekatan yang sistematis meliputi empat aspek berikut:
1. Kebijakan Moneter Bank Rakyat China (PBOC)
Kebijakan moneter langsung mempengaruhi pasokan uang dan nilai tukar. Ketika kebijakan longgar (penurunan suku bunga atau rasio cadangan), ekspektasi peningkatan pasokan uang akan melemahkan Renminbi. Sebaliknya, kebijakan ketat akan mengurangi likuiditas dan cenderung menguatkan Renminbi.
Sebagai contoh, pada 2014, PBOC mulai melonggarkan kebijakan, menurunkan suku bunga kredit sebanyak enam kali dan secara besar-besaran menurunkan rasio cadangan wajib. Selama periode ini, USD/RMB meningkat dari sekitar 6 menjadi hampir 7,4, menunjukkan pengaruh besar kebijakan moneter terhadap nilai tukar.
2. Data Ekonomi China
Kinerja ekonomi China yang stabil dan lebih baik dari negara-negara emerging market lain akan menarik aliran modal asing, meningkatkan permintaan terhadap Renminbi dan menguatkannya. Sebaliknya, perlambatan ekonomi akan mengurangi minat investasi asing dan menekan nilai Renminbi.
Data ekonomi penting meliputi:
Produk Domestik Bruto (PDB): dirilis triwulanan, mencerminkan kondisi makroekonomi
Indeks Manajer Pembelian (PMI): bulanan, menunjukkan aktivitas manufaktur dan jasa
Indeks Harga Konsumen (CPI): bulanan, mengukur inflasi dan tekanan harga
Investasi Aset Tetap di Kota: bulanan, indikator aktivitas investasi
3. Pergerakan Dolar AS dan Kebijakan Federal Reserve
Dolar AS yang menguat akan menekan penguatan Renminbi dan sebaliknya. Kebijakan Fed dan ECB menjadi faktor utama. Contohnya, pada 2017, sinyal pelonggaran dari ECB mendorong euro naik, sementara dolar melemah, menyebabkan USD/RMB turun sekitar 15% sepanjang tahun, menunjukkan korelasi tinggi.
4. Panduan dan Arah Kebijakan Resmi
Berbeda dari mata uang yang sepenuhnya mengambang, Renminbi pernah mengalami berbagai reformasi pengelolaan nilai tukar. Pada Mei 2017, model penetapan kurs tengah diubah menjadi “penutupan harga + keranjang mata uang + faktor siklus kebalikan”, memperkuat panduan resmi terhadap pergerakan jangka pendek. Meski demikian, tren jangka menengah dan panjang tetap dipengaruhi oleh arah pasar valuta asing secara umum.
Tinjauan Kurs Renminbi 5 Tahun dan Tren Masa Depan
Untuk menjawab apakah saat ini waktu yang tepat membeli Renminbi, penting meninjau tren kurs selama lima tahun terakhir:
2020: USD/RMB berfluktuasi antara 6,9 dan 7,0. Pada Mei, sempat melemah ke 7,18 karena ketegangan perdagangan dan pandemi. Setelah China mengendalikan pandemi dengan cepat dan Federal Reserve menurunkan suku bunga ke nol, sementara China tetap menjaga kebijakan stabil, kurs menguat kembali ke sekitar 6,50 di akhir tahun, apresiasi sekitar 6%.
2021: Ekspor China tetap kuat, dan kebijakan moneter tetap stabil. USD/RMB berfluktuasi di kisaran 6,35–6,58, dengan rata-rata sekitar 6,45, menunjukkan kekuatan relatif.
2022: Federal Reserve agresif menaikkan suku bunga, dan kebijakan ketat China memperlambat ekonomi. USD/RMB naik dari 6,35 ke di atas 7,25, dengan depresiasi sekitar 8%, terbesar dalam beberapa tahun.
2023: Pemulihan ekonomi China tidak sesuai harapan, krisis properti berlanjut, dan suku bunga tinggi AS dipertahankan. USD/RMB berfluktuasi antara 6,83 dan 7,35, dengan akhir tahun di sekitar 7,1.
2024: Pelemahan dolar AS mengurangi tekanan terhadap Renminbi, dan stimulus fiskal serta dukungan properti meningkatkan kepercayaan. USD/RMB naik dari 7,1 ke sekitar 7,3 di pertengahan tahun, dengan volatilitas meningkat.
2025 hingga saat ini: Tren penguatan Renminbi telah terkonfirmasi, menembus level 7, dan saat ini berada di kisaran 6,9, memulai gelombang apresiasi jangka menengah dan panjang yang baru.
Kesimpulan: Apakah Saat Ini Waktu yang Tepat untuk Membeli Renminbi? Saran Investasi
Berdasarkan analisis di atas, jawaban apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli Renminbi adalah: Ya, saat ini merupakan titik yang relatif tepat untuk melakukan penempatan posisi, tetapi harus disesuaikan dengan strategi dan jangka waktu investasi masing-masing.
Untuk trader jangka pendek: peluang bisa dicari di kisaran 6,90–7,00, dengan pengawasan ketat terhadap pergerakan indeks dolar dan sinyal kurs tengah. Fokus utama adalah data inflasi Februari dan pidato Ketua Fed terbaru.
Untuk investor jangka menengah: posisi saat ini cukup aman. Target harga dari Deutsche Bank dan Goldman Sachs di kisaran 6,70–6,85 memberikan ruang kenaikan yang realistis dalam 3–6 bulan ke depan.
Untuk investor jangka panjang: tren penguatan Renminbi telah terbentuk, menjadikannya peluang jangka panjang yang baik. Dengan China memasuki siklus pelonggaran moneter yang berkelanjutan, berdasarkan pola historis, siklus ini bisa berlangsung lebih dari satu dekade.
Risiko utama: Pasar valuta asing sangat dipengaruhi faktor makro dan geopolitik. Investor harus memantau perkembangan negosiasi perdagangan China-AS, kecepatan penurunan suku bunga Fed, dan efektivitas kebijakan properti China secara ketat. Selain itu, Renminbi di luar negeri (CNH) yang lebih bebas diperdagangkan dan memiliki arus modal yang tidak terbatas cenderung lebih volatil dibandingkan Renminbi di dalam negeri (CNY), sehingga perlu penyesuaian risiko.
Dengan kebijakan moneter China yang terus melonggarkan, dan tren penguatan yang mulai terlihat, peluang untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan USD/RMB semakin besar. Memahami faktor-faktor utama ini akan sangat membantu meningkatkan probabilitas keberhasilan investasi valuta asing.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apakah saat ini bisa membeli Yuan? Analisis mendalam peluang investasi tahun 2026
Seiring keberhasilan Renminbi menembus level psikologis 7.0, banyak investor mulai memikirkan satu pertanyaan inti: Apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli Renminbi? Berdasarkan tren pasar terbaru, jawaban perlahan menjadi semakin jelas. Renminbi secara resmi mengakhiri tren depresiasi selama tiga tahun berturut-turut dan saat ini memasuki gelombang apresiasi baru. Bank-bank investasi utama internasional memperkirakan bahwa pada tahun 2026, nilai tukar akan meningkat lebih jauh ke kisaran 6,70 hingga 6,85. Ini berarti, bagi investor yang mampu menangkap peluang secara tepat waktu, saat ini adalah momen yang berpotensi menguntungkan untuk menempatkan dana pada investasi terkait Renminbi.
Siklus Penguatan Renminbi Telah Ditetapkan, Tiga Sinyal Penting yang Tidak Boleh Diabaikan Investor
Perubahan tren nilai tukar Renminbi secara bertahap telah menguatkan dasar keberadaannya. Sepanjang tahun 2025, nilai tukar dolar AS terhadap Renminbi berfluktuasi dalam kisaran lebar 6,95 hingga 7,35, dengan apresiasi total sekitar 4%. Pada pertengahan Desember 2025, didorong oleh penurunan suku bunga Federal Reserve dan perbaikan sentimen pasar, Renminbi menguat menembus level 7,05. Menjelang akhir tahun 2025, tren penguatan ini semakin menguat, dan nilai tukar resmi menembus angka psikologis bulat, saat ini mendekati sekitar 6,9623.
Di balik gelombang penguatan ini, tersimpan tiga sinyal penting: Pertama, tanda-tanda relaksasi hubungan ekonomi dan perdagangan antara China dan AS, dengan negosiasi yang berjalan stabil, memberikan lingkungan eksternal yang stabil bagi Renminbi; Kedua, indeks dolar AS yang berbalik melemah, menciptakan kondisi menguntungkan bagi penguatan Renminbi; Ketiga, tren re-alokasi aset asing ke dalam instrumen berbasis Renminbi yang mulai terbentuk kembali, menunjukkan kepercayaan investor internasional yang mulai pulih.
Apakah Saat Ini Waktu yang Tepat untuk Membeli Renminbi? Penilaian Peluang Investasi
Peluang Investasi Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, diperkirakan nilai tukar Renminbi akan tetap berada dalam pola fluktuasi yang kuat dan bergejolak. Karena sudah stabil di bawah level 7.0, kemungkinan besar harga tidak akan kembali melemah menembus level 7,1 dalam waktu dekat. Saat ini, pasar menunjukkan korelasi yang sangat dalam dengan indeks dolar AS, namun didukung oleh level support yang kuat di kisaran 6,9, dan sedang mencari titik keseimbangan baru di antara 6,90 hingga 7,00.
Bagi investor, jawaban apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli Renminbi adalah: Bisa, tetapi harus memperhatikan timing dan strategi. Dalam jangka pendek, fokus utama harus pada tiga variabel berikut:
Prospek Investasi Jangka Menengah dan Panjang
Dari sudut pandang jangka menengah dan panjang, nilai investasi Renminbi menjadi semakin menarik. Secara umum, pasar percaya bahwa tren depresiasi Renminbi yang dimulai sejak 2022 kemungkinan telah berakhir dan berada di titik balik siklus. Melihat ke depan hingga 2026, tiga faktor utama yang mendukung penguatan nilai tukar adalah: ketahanan berkelanjutan dari pertumbuhan ekspor China, tren re-alokasi aset asing ke instrumen berbasis Renminbi yang mulai menguat, dan indeks dolar AS yang tetap dalam pola struktural melemah.
Prediksi dari bank-bank investasi internasional semakin memperkuat analisis ini. Analisis dari Deutsche Bank menunjukkan bahwa penguatan Renminbi terhadap dolar AS baru-baru ini bisa menandai dimulainya siklus penguatan jangka panjang, dengan perkiraan bahwa pada 2026, nilai tukar bisa meningkat ke angka sekitar 6,7. Sementara itu, Goldman Sachs optimistis terhadap prospek Renminbi, memperkirakan bahwa dengan dukungan kebijakan, target nilai tukar pada 2026 bisa mencapai 6,85.
Empat Faktor Inti yang Mendorong Pergerakan Dolar AS terhadap Renminbi
Memahami apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli Renminbi memerlukan analisis mendalam terhadap faktor-faktor utama yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar. Ke depan, tren nilai tukar akan sangat dipengaruhi oleh empat aspek berikut:
Pergerakan Indeks Dolar AS
Sepanjang 2025, indeks dolar AS mengalami fluktuasi besar. Pada paruh pertama tahun, dari awal tahun di angka 109, indeks ini turun ke sekitar 98, dengan penurunan hampir 10%. Memasuki paruh kedua, didorong oleh menurunnya ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve dan kinerja ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, indeks dolar mulai rebound dan beberapa kali kembali menembus angka 100.
Namun, memasuki 2026, seiring Federal Reserve secara resmi memulai siklus pelonggaran baru, indeks dolar kembali ke kisaran 98,8 hingga 98,2. Meski pasar tetap berharap terhadap ketahanan ekonomi AS, tren de-dolarisasi global dan penetapan sikap dovish dari Fed mengurangi momentum rebound dolar, memberikan peluang eksternal yang menguntungkan bagi Renminbi untuk mempertahankan posisi di era 6-an.
Perkembangan Kesepakatan Perdagangan China-AS
Pada awal 2026, negosiasi perdagangan China-AS mencapai kesepakatan baru di Kuala Lumpur. AS akan menurunkan tarif terkait produk China yang terkait dengan fentanyl dari 20% menjadi 10%, dan menangguhkan sementara bagian dari tarif setara sebesar 24% hingga November 2026. Selain itu, kedua negara sepakat menunda penerapan pembatasan ekspor rare earth dan biaya pelabuhan, serta memperluas pembelian produk pertanian AS seperti kedelai.
Namun, keseimbangan ini tetap rapuh. Apakah perbaikan substantif hubungan ekonomi dan perdagangan China-AS dapat berlanjut hingga paruh kedua 2026, tetap menjadi faktor eksternal utama yang menentukan tren nilai tukar dolar terhadap Renminbi. Jika kondisi ini dipertahankan, lingkungan nilai tukar akan cenderung stabil. Sebaliknya, jika ketegangan kembali meningkat, pasar akan kembali tertekan dan Renminbi berpotensi melemah.
Kebijakan Moneter Federal Reserve
Kebijakan Federal Reserve sangat menentukan arah dolar AS. Pada 2026, pasar memperkirakan masih ada peluang 2-3 kali penurunan suku bunga. Meski data inflasi terkadang berfluktuasi, dengan pasar tenaga kerja yang semakin seimbang, fokus Fed beralih ke pencegahan perlambatan ekonomi yang keras. Kebijakan penurunan suku bunga secara preventif ini melemahkan daya tarik hasil obligasi AS, mengurangi spread suku bunga, dan mendorong modal kembali ke pasar negara berkembang, termasuk Renminbi.
Kebijakan Bank Sentral China (PBOC)
Kebijakan moneter China cenderung tetap longgar untuk mendukung pemulihan ekonomi, terutama di tengah perlambatan pasar properti dan permintaan domestik yang lemah. PBOC kemungkinan akan menurunkan suku bunga atau rasio cadangan wajib untuk menambah likuiditas, yang biasanya memberikan tekanan jangka pendek terhadap Renminbi. Namun, jika kebijakan pelonggaran ini diikuti oleh langkah-langkah fiskal yang lebih kuat dan efektif, sehingga ekonomi China stabil, maka dalam jangka panjang akan mendukung penguatan Renminbi.
Empat Indikator Kunci untuk Menilai Waktu yang Tepat Berinvestasi dalam Renminbi
Bagaimana investor menilai apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli Renminbi? Pendekatan yang sistematis meliputi empat aspek berikut:
1. Kebijakan Moneter Bank Rakyat China (PBOC)
Kebijakan moneter langsung mempengaruhi pasokan uang dan nilai tukar. Ketika kebijakan longgar (penurunan suku bunga atau rasio cadangan), ekspektasi peningkatan pasokan uang akan melemahkan Renminbi. Sebaliknya, kebijakan ketat akan mengurangi likuiditas dan cenderung menguatkan Renminbi.
Sebagai contoh, pada 2014, PBOC mulai melonggarkan kebijakan, menurunkan suku bunga kredit sebanyak enam kali dan secara besar-besaran menurunkan rasio cadangan wajib. Selama periode ini, USD/RMB meningkat dari sekitar 6 menjadi hampir 7,4, menunjukkan pengaruh besar kebijakan moneter terhadap nilai tukar.
2. Data Ekonomi China
Kinerja ekonomi China yang stabil dan lebih baik dari negara-negara emerging market lain akan menarik aliran modal asing, meningkatkan permintaan terhadap Renminbi dan menguatkannya. Sebaliknya, perlambatan ekonomi akan mengurangi minat investasi asing dan menekan nilai Renminbi.
Data ekonomi penting meliputi:
3. Pergerakan Dolar AS dan Kebijakan Federal Reserve
Dolar AS yang menguat akan menekan penguatan Renminbi dan sebaliknya. Kebijakan Fed dan ECB menjadi faktor utama. Contohnya, pada 2017, sinyal pelonggaran dari ECB mendorong euro naik, sementara dolar melemah, menyebabkan USD/RMB turun sekitar 15% sepanjang tahun, menunjukkan korelasi tinggi.
4. Panduan dan Arah Kebijakan Resmi
Berbeda dari mata uang yang sepenuhnya mengambang, Renminbi pernah mengalami berbagai reformasi pengelolaan nilai tukar. Pada Mei 2017, model penetapan kurs tengah diubah menjadi “penutupan harga + keranjang mata uang + faktor siklus kebalikan”, memperkuat panduan resmi terhadap pergerakan jangka pendek. Meski demikian, tren jangka menengah dan panjang tetap dipengaruhi oleh arah pasar valuta asing secara umum.
Tinjauan Kurs Renminbi 5 Tahun dan Tren Masa Depan
Untuk menjawab apakah saat ini waktu yang tepat membeli Renminbi, penting meninjau tren kurs selama lima tahun terakhir:
2020: USD/RMB berfluktuasi antara 6,9 dan 7,0. Pada Mei, sempat melemah ke 7,18 karena ketegangan perdagangan dan pandemi. Setelah China mengendalikan pandemi dengan cepat dan Federal Reserve menurunkan suku bunga ke nol, sementara China tetap menjaga kebijakan stabil, kurs menguat kembali ke sekitar 6,50 di akhir tahun, apresiasi sekitar 6%.
2021: Ekspor China tetap kuat, dan kebijakan moneter tetap stabil. USD/RMB berfluktuasi di kisaran 6,35–6,58, dengan rata-rata sekitar 6,45, menunjukkan kekuatan relatif.
2022: Federal Reserve agresif menaikkan suku bunga, dan kebijakan ketat China memperlambat ekonomi. USD/RMB naik dari 6,35 ke di atas 7,25, dengan depresiasi sekitar 8%, terbesar dalam beberapa tahun.
2023: Pemulihan ekonomi China tidak sesuai harapan, krisis properti berlanjut, dan suku bunga tinggi AS dipertahankan. USD/RMB berfluktuasi antara 6,83 dan 7,35, dengan akhir tahun di sekitar 7,1.
2024: Pelemahan dolar AS mengurangi tekanan terhadap Renminbi, dan stimulus fiskal serta dukungan properti meningkatkan kepercayaan. USD/RMB naik dari 7,1 ke sekitar 7,3 di pertengahan tahun, dengan volatilitas meningkat.
2025 hingga saat ini: Tren penguatan Renminbi telah terkonfirmasi, menembus level 7, dan saat ini berada di kisaran 6,9, memulai gelombang apresiasi jangka menengah dan panjang yang baru.
Kesimpulan: Apakah Saat Ini Waktu yang Tepat untuk Membeli Renminbi? Saran Investasi
Berdasarkan analisis di atas, jawaban apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli Renminbi adalah: Ya, saat ini merupakan titik yang relatif tepat untuk melakukan penempatan posisi, tetapi harus disesuaikan dengan strategi dan jangka waktu investasi masing-masing.
Untuk trader jangka pendek: peluang bisa dicari di kisaran 6,90–7,00, dengan pengawasan ketat terhadap pergerakan indeks dolar dan sinyal kurs tengah. Fokus utama adalah data inflasi Februari dan pidato Ketua Fed terbaru.
Untuk investor jangka menengah: posisi saat ini cukup aman. Target harga dari Deutsche Bank dan Goldman Sachs di kisaran 6,70–6,85 memberikan ruang kenaikan yang realistis dalam 3–6 bulan ke depan.
Untuk investor jangka panjang: tren penguatan Renminbi telah terbentuk, menjadikannya peluang jangka panjang yang baik. Dengan China memasuki siklus pelonggaran moneter yang berkelanjutan, berdasarkan pola historis, siklus ini bisa berlangsung lebih dari satu dekade.
Risiko utama: Pasar valuta asing sangat dipengaruhi faktor makro dan geopolitik. Investor harus memantau perkembangan negosiasi perdagangan China-AS, kecepatan penurunan suku bunga Fed, dan efektivitas kebijakan properti China secara ketat. Selain itu, Renminbi di luar negeri (CNH) yang lebih bebas diperdagangkan dan memiliki arus modal yang tidak terbatas cenderung lebih volatil dibandingkan Renminbi di dalam negeri (CNY), sehingga perlu penyesuaian risiko.
Dengan kebijakan moneter China yang terus melonggarkan, dan tren penguatan yang mulai terlihat, peluang untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan USD/RMB semakin besar. Memahami faktor-faktor utama ini akan sangat membantu meningkatkan probabilitas keberhasilan investasi valuta asing.