Perjalanan Larry Ellison: Dari Anak Yatim Piatu hingga Orang Terkaya di Dunia dan Lima Pernikahannya

Pada 10 September 2025, Larry Ellison yang berusia 81 tahun secara resmi mengklaim gelar orang terkaya di dunia setelah saham Oracle Corporation-nya melonjak lebih dari 40% dalam satu hari setelah kesepakatan besar infrastruktur AI. Dengan kekayaan bersih mencapai $393 miliar, dia menyingkirkan Elon Musk dan menduduki puncak Bloomberg Billionaires Index. Namun, kenaikan Ellison ke puncak kekayaan bukan sekadar tentang mengumpulkan kekayaan—ini adalah kisah yang terkait dengan hubungan pribadinya, beberapa pernikahan, dan gaya hidup yang tidak konvensional yang menentang kebijaksanaan umum tentang bagaimana seorang mogul teknologi seharusnya hidup.

Pasangannya sering menjadi topik ketertarikan publik, terutama pernikahannya pada 2024 dengan Jolin Zhu, wanita keturunan Cina-Amerika yang 47 tahun lebih muda yang dia nikahi secara diam-diam. Pernikahan kelima ini menunjukkan pilihan pribadinya yang provokatif yang sejalan dengan pendekatan pemberontaknya terhadap bisnis.

Membangun Kerajaan: Dari Proyek CIA hingga Dominasi Basis Data

Jejak karier Larry Ellison dimulai pada 1944 di Bronx, New York, dari seorang ibu muda yang belum menikah berusia 19 tahun. Saat berusia sembilan bulan, dia ditempatkan untuk diadopsi dan dibesarkan bersama keluarga bibinya di Chicago—sebuah rumah tangga yang berjuang dengan ketidakstabilan keuangan. Ayah angkatnya bekerja sebagai pegawai pemerintah, dan tragedi menimpa lebih awal ketika ibunya angkat meninggal saat masa kuliahnya, memaksa Ellison keluar dari Universitas Illinois.

Setelah bertahun-tahun berkeliaran tanpa arah di seluruh Amerika dan mengambil pekerjaan pemrograman lepas, Ellison menemukan panggilannya di Ampex Corporation pada awal 1970-an. Di sana dia bekerja pada proyek revolusioner: merancang sistem manajemen basis data untuk CIA—dengan kode nama “Oracle.” Pengalaman ini terbukti transformatif. Pada 1977, usia 32 tahun, dia mendirikan Software Development Laboratories (SDL) bersama rekan-rekannya Bob Miner dan Ed Oates, dengan modal gabungan hanya $2.000 ($1.200 dari Ellison sendiri). Mereka mengomersialkan sistem basis data relasional mereka dan menamainya Oracle.

Yang membedakan Ellison bukanlah penemuan teknologi basis data—tapi pengakuannya terhadap potensi komersialnya puluhan tahun sebelum orang lain. Dia mempertaruhkan seluruh kekayaannya untuk visi ini. Taruhannya terbayar dengan sangat baik. Pada 1986, Oracle go public di NASDAQ, dan pada 1990-an, perusahaan mendominasi pasar basis data perusahaan. Selama beberapa dekade, Ellison menjadi tulang punggung strategis perusahaan, memegang hampir semua posisi kepemimpinan dan mengarahkan Oracle melalui masa-masa boom dan tantangan kompetitif melawan Amazon AWS dan Microsoft Azure.

Keuntungan Infrastruktur AI: Bab Kedua Oracle

Pada awal 2020-an, Oracle tampak seperti pemain warisan—kuat tetapi menua. Namun, ledakan AI generatif mengubah segalanya. Pada September 2025, Oracle mengumumkan kesepakatan transformatif: kemitraan lima tahun senilai $300 miliar dengan OpenAI untuk menyediakan infrastruktur AI. Respon pasar langsung dan dramatis—harga saham Oracle melonjak lebih dari 40% dalam satu hari, menandai kenaikan harian terbesar sejak 1992.

Ini bukan sekadar keberuntungan. Larry Ellison telah mengalihkan posisi Oracle agar menjadi pemasok infrastruktur inti di era AI. Sementara pesaing bergegas membangun pusat data, Ellison dan timnya secara agresif memperluas kemampuan infrastruktur AI Oracle. Perusahaan menghentikan divisi perangkat lunak tradisional sambil menggandakan investasi dalam infrastruktur AI mutakhir. Analis mencatat transformasi ini: Oracle telah berkembang dari “penjual perangkat lunak menua” menjadi “kuda hitam infrastruktur AI,” yang sempurna diposisikan untuk merebut segmen pasar yang menguntungkan ini.

Lonjakan Kekayaan dan Ekspansi Keluarga

Kenaikan kekayaan Ellison lebih dari $100 miliar dalam satu hari pada 10 September 2025 bukan hanya tonggak pribadi—tapi juga konsolidasi kekuasaan keluarga Ellison secara lebih luas. Anaknya, David Ellison, mengakuisisi Paramount Global (perusahaan induk CBS dan MTV) seharga $8 miliar, dengan dukungan keuangan sebesar $6 miliar dari keluarga. Langkah ini menandai ekspansi Ellison dari Silicon Valley ke Hollywood, menciptakan kerajaan kekayaan dan pengaruh lintas sektor.

Secara politik, Ellison memanfaatkan kekayaannya secara strategis. Sebagai donor Partai Republik lama, dia membiayai kampanye presiden Marco Rubio tahun 2015 dan menyumbang $15 juta ke super PAC Senator Tim Scott pada 2022. Pada Januari 2025, dia tampil di Gedung Putih bersama CEO SoftBank Masayoshi Son dan Sam Altman dari OpenAI untuk mengumumkan inisiatif jaringan pusat data AI senilai $500 miliar—menempatkan teknologi Oracle di inti infrastruktur.

Kehidupan Pribadi: Olahraga, Disiplin, dan Pernikahan Ganda

Di balik persona miliarder, tersembunyi paradoks: Ellison menggabungkan disiplin ketat dengan kemewahan berlebihan. Dia memiliki 98% dari Pulau Lanai di Hawaii, beberapa rumah mewah di California, dan kapal pesiar kelas dunia. Dia terobsesi dengan olahraga air—terutama selancar dan berlayar. Kecelakaan selancar hampir merenggut nyawanya pada 1992, tetapi tidak mampu meredam semangatnya terhadap aktivitas air berisiko tinggi ini.

Kecintaannya terhadap berlayar membuahkan pencapaian besar. Pada 2013, Oracle Team USA-nya melakukan salah satu comeback terbesar dalam dunia layar, memenangkan America’s Cup dalam kemenangan yang tak terlupakan. Kemudian, pada 2018, dia mendirikan SailGP, liga katamaran berkecepatan tinggi yang menarik investor besar termasuk aktris Anne Hathaway dan pesepakbola Kylian Mbappé.

Tenis juga menjadi passion lain. Ellison menghidupkan kembali turnamen Indian Wells di California, menjadikannya dianggap sebagai “Grand Slam kelima” dalam dunia tenis. Komitmennya terhadap kebugaran fisik terkenal—laporan menyebutkan dia berolahraga berjam-jam setiap hari selama 1990-an dan 2000-an, mengontrol ketat dietnya, menghindari minuman manis, dan hanya mengonsumsi air dan teh hijau. Disiplin ini, dipadukan dengan kegiatan atletiknya, membuatnya tampak “dua puluh tahun lebih muda dari rekan-rekannya” meskipun usianya 81 tahun.

Mengenai kehidupan pribadinya, Ellison telah menikah lima kali. Pernikahan terbarunya pada 2024 dengan Jolin Zhu, wanita keturunan Cina-Amerika yang lahir di Shenyang dan berpendidikan di University of Michigan, menambah bab lain dalam kisah asmara kompleksnya. Usianya 47 tahun lebih muda, Zhu mewakili pola Ellison dalam mengejar pasangan yang lebih muda sambil menjalani gaya hidup yang penuh gejolak. Media sosial bercanda bahwa Ellison mencintai selancar dan berkencan dengan semangat yang sama—dua pengalaman yang sama mendebarkan bagi miliarder yang menua ini.

Visi Filantropi dan Warisan

Meskipun menandatangani Giving Pledge pada 2010 dan berjanji menyumbangkan 95% kekayaannya, Ellison beroperasi berbeda dari rekan-rekannya seperti Bill Gates atau Warren Buffett. Dia menghindari upaya filantropi kolektif dan lebih suka menentukan strategi pemberiannya secara mandiri. Seperti yang diamati The New York Times, dia “menghargai kesendirian dan menolak pengaruh eksternal.”

Inisiatif filantropinya mencerminkan kebebasan ini. Pada 2016, dia menyumbangkan $200 juta ke University of Southern California untuk penelitian kanker. Baru-baru ini, dia mengumumkan komitmen ke Ellison Institute of Technology (didirikan bersama Oxford University) yang fokus pada pengembangan obat penyelamat nyawa, sistem pertanian terjangkau, dan solusi energi bersih. Di media sosial, dia mengungkapkan visi ini: merancang farmasi generasi berikutnya, membangun sistem produksi makanan yang hemat biaya, dan menciptakan infrastruktur energi terbarukan yang efisien.

Kesimpulan: Kisah Belum Selesai dari Pelopor Teknologi

Di usia 81 tahun, Larry Ellison naik ke status orang terkaya di dunia pada 2025, membuktikan bahwa karier yang dimulai dari proyek basis data CIA dan berkembang menjadi kerajaan teknologi. Posisinya yang strategis dalam ledakan infrastruktur AI menunjukkan bahwa pemimpin teknologi legendaris bukan sekadar peninggalan masa lalu—mereka tetap mampu berinovasi dan merebut peluang baru. Meski kehidupan pribadinya—termasuk lima pernikahan dan pasangan saat ini—terus menjadi bahan gosip tabloid, warisannya yang sesungguhnya terletak pada kemampuan mengenali teknologi transformatif sejak dini dan berinvestasi dengan keyakinan. Apakah gelar orang terkaya ini bersifat sementara atau permanen, Ellison telah membuktikan bahwa generasi pendiri Silicon Valley tetap menjadi kekuatan yang tangguh dalam membentuk lanskap teknologi dan ekonomi.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский язык
  • Français
  • Deutsch
  • Português (Portugal)
  • ภาษาไทย
  • Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)