(MENAFN- IANS) Bhopal, 27 Feb (IANS) Selama sesi anggaran Dewan Legislatif Madhya Pradesh yang sedang berlangsung di Bhopal, suhu politik meningkat tajam ketika anggota legislatif dari Sheopur, Babu Jandel, melakukan protes dramatis dan tidak konvensional di luar gedung Dewan.
Di depan patung Gandhi, anggota legislatif tersebut melakukan “Sheershasana” (berdiri kepala lama), yang dia gambarkan sebagai penyesalan Gandhian dan Satyagraha melawan ketidakadilan yang dirasakan.
Jandel mengklaim bahwa pemerintah yang berkuasa terus-menerus melakukan pelecehan politik terhadapnya melalui kasus palsu. Dia menuduh bahwa tiga laporan polisi baru (FIR) telah didaftarkan terhadapnya dalam sebulan terakhir, sehingga total kasus menjadi 15.
Anggota legislatif tersebut menegaskan bahwa tindakan hukum ini berasal dari usahanya untuk mengangkat isu-isu publik, terutama yang berkaitan dengan perlindungan sapi dan kekhawatiran komunitas.
Dia secara khusus menyebutkan FIR yang dia ajukan setelah menyerahkan memorandum kepada kolektor di Shivpuri mengenai perlindungan sapi, serta FIR lain yang terkait dengan partisipasinya dalam “Shiv Barat” (pawai keagamaan dewa Shiva) selama Mahashivratri, di mana diduga terjadi tembakan perayaan.
Bersikap terbalik di dekat patung ikonik tersebut, Jandel menyatakan bahwa sebagai pengikut prinsip Mahatma Gandhi, dia melakukan bentuk perlawanan non-kekerasan ini. Dia berjanji akan melanjutkan protesnya sampai semua FIR yang diajukan terhadapnya dicabut tanpa syarat.
Tindakan ini langsung menarik perhatian pada hari kesepuluh sesi, menjadi pusat perhatian diskusi baik di dalam maupun di luar Dewan.
Partai oposisi, Kongres, menggambarkan demonstrasi ini sebagai ekspresi hak demokratis yang sah dan sikap terhadap penyalahgunaan mesin negara untuk membungkam suara yang kritis terhadap pemerintah.
Anggota partai mendukung pernyataan Jandel bahwa dia menjadi sasaran karena menyoroti keluhan rakyat yang nyata, termasuk masalah kesejahteraan hewan dan masyarakat setempat.
Sebaliknya, BJP yang berkuasa menilai aksi berdiri terbalik tersebut sebagai sandiwara politik dan drama semata yang bertujuan mendapatkan publisitas, bukan menyelesaikan masalah substantif.
Mereka berargumen bahwa tindakan penegak hukum didasarkan pada keluhan dan bukti yang sah, bukan dendam, dan menuduh oposisi menggunakan trik untuk mengalihkan perhatian dari proses legislatif.
Insiden ini memperkuat suasana yang sudah tegang di Dewan, di mana debat tentang alokasi anggaran, isu petani, dan ketertiban umum sering memicu pertukaran yang panas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Anggota DPR Kongres Menggelar Protes Headstand di Depan Patung Mahatma Gandhi di DPR MP atas Firs
(MENAFN- IANS) Bhopal, 27 Feb (IANS) Selama sesi anggaran Dewan Legislatif Madhya Pradesh yang sedang berlangsung di Bhopal, suhu politik meningkat tajam ketika anggota legislatif dari Sheopur, Babu Jandel, melakukan protes dramatis dan tidak konvensional di luar gedung Dewan.
Di depan patung Gandhi, anggota legislatif tersebut melakukan “Sheershasana” (berdiri kepala lama), yang dia gambarkan sebagai penyesalan Gandhian dan Satyagraha melawan ketidakadilan yang dirasakan.
Jandel mengklaim bahwa pemerintah yang berkuasa terus-menerus melakukan pelecehan politik terhadapnya melalui kasus palsu. Dia menuduh bahwa tiga laporan polisi baru (FIR) telah didaftarkan terhadapnya dalam sebulan terakhir, sehingga total kasus menjadi 15.
Anggota legislatif tersebut menegaskan bahwa tindakan hukum ini berasal dari usahanya untuk mengangkat isu-isu publik, terutama yang berkaitan dengan perlindungan sapi dan kekhawatiran komunitas.
Dia secara khusus menyebutkan FIR yang dia ajukan setelah menyerahkan memorandum kepada kolektor di Shivpuri mengenai perlindungan sapi, serta FIR lain yang terkait dengan partisipasinya dalam “Shiv Barat” (pawai keagamaan dewa Shiva) selama Mahashivratri, di mana diduga terjadi tembakan perayaan.
Bersikap terbalik di dekat patung ikonik tersebut, Jandel menyatakan bahwa sebagai pengikut prinsip Mahatma Gandhi, dia melakukan bentuk perlawanan non-kekerasan ini. Dia berjanji akan melanjutkan protesnya sampai semua FIR yang diajukan terhadapnya dicabut tanpa syarat.
Tindakan ini langsung menarik perhatian pada hari kesepuluh sesi, menjadi pusat perhatian diskusi baik di dalam maupun di luar Dewan.
Partai oposisi, Kongres, menggambarkan demonstrasi ini sebagai ekspresi hak demokratis yang sah dan sikap terhadap penyalahgunaan mesin negara untuk membungkam suara yang kritis terhadap pemerintah.
Anggota partai mendukung pernyataan Jandel bahwa dia menjadi sasaran karena menyoroti keluhan rakyat yang nyata, termasuk masalah kesejahteraan hewan dan masyarakat setempat.
Sebaliknya, BJP yang berkuasa menilai aksi berdiri terbalik tersebut sebagai sandiwara politik dan drama semata yang bertujuan mendapatkan publisitas, bukan menyelesaikan masalah substantif.
Mereka berargumen bahwa tindakan penegak hukum didasarkan pada keluhan dan bukti yang sah, bukan dendam, dan menuduh oposisi menggunakan trik untuk mengalihkan perhatian dari proses legislatif.
Insiden ini memperkuat suasana yang sudah tegang di Dewan, di mana debat tentang alokasi anggaran, isu petani, dan ketertiban umum sering memicu pertukaran yang panas.