Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini saya melihat ada orang yang membahas tren harga emas, dan saya teringat akan sebuah fenomena menarik—aturan umum dari penurunan harga emas yang sebenarnya cukup jelas dalam sejarah.
Kembali ke masa lalu, dari tahun 1980 hingga 1982, harga emas langsung terjun bebas, dengan penurunan sebesar 58,2%. Saat itu, negara-negara seperti Amerika Serikat melakukan berbagai langkah untuk mengatasi inflasi, dan semua operasi tersebut membuat daya tarik emas menjadi jauh berkurang. Ditambah lagi, krisis minyak yang perlahan mereda, serta sentimen safe haven yang mulai mengendur, harga emas pun secara alami turun.
Selanjutnya, dari tahun 1983 hingga 1985, terjadi lagi penurunan besar-besaran, dengan penurunan sebesar 41,35%. Pada masa itu, ekonomi global memasuki periode stabil relatif, negara-negara maju mulai pulih, risiko berkurang, dan orang-orang pun tidak lagi terburu-buru membeli emas sebagai asuransi.
Peristiwa yang paling menarik adalah pada tahun 2008. Krisis subprime dan krisis utang Eropa datang berturut-turut. Kamu mungkin mengira harga emas akan naik, tetapi justru dari Maret hingga Oktober 2008, harga emas turun sebesar 29,5%. Saat itu, dana bergejolak, harga emas dan perak sama-sama turun, dan Federal Reserve bahkan menaikkan suku bunga, sehingga harga emas menjadi sangat buruk.
Kemudian, dari tahun 2012 hingga 2015, harga emas mengalami penurunan besar sebesar 39%. Pada 12 April 2013, penurunan tersebut menjadi sangat terkenal. Setelahnya, banyak dana mengalir ke pasar saham dan properti, sehingga nilai investasi emas menjadi kurang menarik.
Peristiwa terakhir terjadi dari Juli hingga Desember 2016, dengan penurunan sebesar 16,6%. Saat itu, para investor mengantisipasi kenaikan suku bunga AS, ditambah lagi pertumbuhan ekonomi global yang cukup baik, sehingga banyak yang mulai menjual emas.
Melihat kembali data sejarah ini, penurunan harga emas biasanya selalu disertai oleh beberapa poin umum: perbaikan kondisi ekonomi, menurunnya permintaan safe haven, atau perubahan kebijakan yang besar. Di balik setiap penurunan besar, selalu ada logika ekonomi yang mendukungnya. Jujur saja, pola sejarah ini cukup berharga sebagai referensi dalam pengambilan keputusan investasi saat ini.