AI vs Crypto: Sektor Mana yang Menawarkan Peluang Investasi Pra-IPO Lebih Baik?

Ecosystem
Diperbarui: 2026/05/07 04:13

Pasar modal pada tahun 2026 tengah menyaksikan tarik-menarik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di satu sisi, para unicorn di sektor Generative AI (GAI) sedang menggalang pendanaan dalam jumlah masif, terus mendorong batas valuasi ke level yang lebih tinggi. Di sisi lain, raksasa industri kripto yang berorientasi pada kepatuhan mulai melantai di Nasdaq, berupaya mengintegrasikan keuangan berbasis blockchain ke dalam narasi arus utama Wall Street. Bagi investor yang jeli, pre-IPO selalu menjadi jendela utama untuk meraih imbal hasil eksponensial. Di momen krusial ini, pertanyaan pun muncul: Apakah revolusi teknologi yang didorong oleh model AI berskala besar lebih eksplosif, atau justru infrastruktur fundamental dari Web3 dan keuangan blockchain menawarkan kepastian yang lebih besar?

Sektor AI: Gelombang IPO Unicorn Tiba, Valuasi Tinggi di Tengah Kekhawatiran Gelembung Teknologi

Sejak musim semi 2026, sektor model AI besar di Tiongkok menjadi ajang perebutan modal di pasar keuangan. Di bawah tekanan ganda dari open source dan komersialisasi, para pemain utama mempercepat proses IPO mereka di Bursa Efek Hong Kong.

1. Pemain Utama Berlomba Menuju Pencatatan di Hong Kong

Pada awal Mei, pasar AI di Hong Kong terus memanas, dengan jadwal IPO StepStar menjadi yang paling konkret. Berdasarkan dokumen publik, StepStar berencana mengajukan permohonan pencatatan ke HKEX sebelum 30 Juni, dengan harga penawaran awal diperkirakan sekitar US$10 miliar. Sebelumnya, Zhipu AI dan unicorn MiniMax juga telah melantai di Hong Kong pada awal Januari 2026, menandai dimulainya gelombang kapitalisasi model besar ini. Namun, yang paling mendapat perhatian adalah Moonshot AI. Walaupun pendirinya sempat menyatakan di awal tahun bahwa "pencatatan bukanlah tujuan," pada akhir Maret 2026, sentimen pasar berubah drastis. Perusahaan ini diam-diam meluncurkan putaran pendanaan pre-IPO hampir US$1 miliar, sehingga valuasi pasca-pendanaannya melonjak menjadi US$18 miliar.

2. Mengapa Perusahaan AI Harus Bergegas Melantai?

Pertumbuhan jangka panjang industri model besar sangat bergantung pada kebutuhan modal yang besar—misalnya biaya komputasi berkelanjutan yang didorong oleh output pengguna. Menghadapi biaya R&D yang tinggi dan ketidakpastian, go public seringkali menjadi pilihan bertahan hidup. Dari sisi logika valuasi, OpenAI menjadi tolok ukur: pendapatan perusahaan pada 2025 sekitar US$13 miliar, namun masih mencatatkan kerugian bersih. Demikian pula, para pemimpin domestik di 2026 membutuhkan proses IPO untuk memvalidasi pertumbuhan pendapatan mereka. Sementara itu, selera risiko antara pasar primer dan sekunder mulai berbeda, sehingga para pendiri dengan valuasi tinggi harus memanfaatkan momentum sebelum antusiasme pasar mereda.

3. Peluang dan Risiko Investasi di Sektor AI

Bagi investor yang fokus pada putaran pre-IPO, periode ini menawarkan peluang untuk mengunci valuasi sekaligus kewaspadaan terhadap risiko ekor. Sebagai contoh, putaran pre-IPO B+ pertama StepStar dihargai US$4 miliar, dengan putaran berikutnya direncanakan naik ke US$5–6 miliar—rentang yang menarik bagi berbagai tipe investor. Di sisi lain, anggapan bahwa "pencatatan adalah puncak" mulai menimbulkan kekhawatiran. Saham Zhipu, misalnya, sempat dibuka menguat saat debut namun segera memangkas kenaikan dan bahkan sempat turun di bawah harga IPO, mengingatkan pasar untuk bersikap realistis terhadap koreksi jangka pendek di tengah euforia.

Sektor Kripto: Raksasa Keuangan Tradisional Masuk, Infrastruktur Kepatuhan Jadi Pemenang

Dari 2025 hingga 2026, lanskap IPO industri kripto mengalami pergeseran signifikan ke bursa arus utama, meninggalkan era "wild west" kripto menuju pengawasan regulasi yang ketat. Rasio harga terhadap pendapatan dan model pendapatannya kini semakin menyerupai keuangan tradisional, menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil.

1. Bursa Besar dan Penyedia Wallet Bidik Nasdaq

Hingga Mei 2026, lingkungan makro pasar kripto menunjukkan tanda-tanda mencapai titik terendah dan mulai rebound. Bitcoin berulang kali bertahan dan menembus level US$80.000 selama periode ini. Per 7 Mei, harga BTC berada di kisaran US$81.000, bahkan sempat menyentuh level tertinggi tiga bulan di US$82.000 pada hari itu. Mengikuti jejak Coinbase dan BitGo, bursa Kraken berencana melantai pada paruh pertama 2026. Kraken menyelesaikan putaran pre-IPO senilai US$800 juta pada November 2025, dengan valuasi mencapai US$20 miliar, didukung investor seperti Citadel Securities dan Jane Street dari keuangan tradisional. Sementara itu, ekosistem wallet Consensys tengah bekerja sama erat dengan bank investasi untuk mempersiapkan IPO, memanfaatkan hubungan kuatnya dengan Ethereum (ETH). Di sisi ETF, ETF spot Bitcoin mencatat arus masuk bersih sekitar US$2 miliar pada April. Infrastruktur kripto, dengan biaya rendah dan likuiditas tinggi, menarik kembali modal patuh ke pinggir lapangan, memberikan kepastian bagi dukungan modal pasca-IPO.

2. Munculnya Perdagangan Pre-IPO On-Chain dan Tokenisasi

Di luar IPO tradisional, bulan Mei menandai kemunculan peluang kripto baru—perdagangan pre-IPO yang ditokenisasi. Platform seperti Robinhood kini memungkinkan pengguna di wilayah tertentu memperdagangkan saham privat perusahaan dalam bentuk token menggunakan teknologi blockchain. Meski OpenAI menyatakan kekhawatiran atas "token tak didukung" semacam ini, perdebatan seputar hak kepemilikan, valuasi, dan likuiditas pasar sekunder diperkirakan akan berdampak jangka panjang. Selain itu, pada model mikro-token, mulai dari penggalangan dana privat hingga listing Launchpad, konsep "pre-IPO" sudah sangat melekat. Sebagai contoh, dengan rumor IPO Kraken dan beberapa putaran privat RWA (Real World Asset), investor institusi awal kerap masuk di harga jauh di bawah satu sen. Setelah listing di bursa utama seperti Gate, aset-aset ini seringkali mengalami lonjakan kapitalisasi pasar secara dramatis.

3. Risiko dan Tekanan Makro di Sektor Kripto

Meski berhasil menarik manajemen aset profesional dalam jumlah besar, industri kripto tetap rentan terhadap volatilitas mata uang. Pada 7 Mei, pejabat Federal Reserve menyampaikan pernyataan hawkish, memperingatkan risiko inflasi yang kembali meningkat dan membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan. Hal ini menekan level psikologis Bitcoin di US$81.000, menyebabkan sebagian modal keluar dari pasar. Sementara itu, Zcash melonjak lebih dari 40% dalam sehari pada 6 Mei, sempat menyentuh US$600, menyoroti volatilitas ekstrem yang masih melekat pada koin berkapitalisasi kecil. Selain itu, beberapa aset yang tercatat di Hong Kong turut memengaruhi selera risiko terhadap aset global baru. Dengan demikian, investor harus menelaah lebih dalam di balik angka-angka utama dan memahami fundamental bisnis setiap proyek.

Perbandingan Mendalam: AI sebagai Saham Pertumbuhan, Kripto sebagai Transformasi Nilai

Dalam investasi pre-IPO, logika dasar antara sektor AI dan kripto sangat berbeda. Sektor AI mengandalkan iterasi teknologi dan kelipatan pendapatan untuk mencapai valuasi tinggi—mirip seperti membeli opsi atas saham pertumbuhan. Sebaliknya, kandidat IPO inti di kripto umumnya adalah bursa, manajer aset, atau perusahaan infrastruktur dengan pendapatan sangat stabil (misalnya biaya trading dan kustodian). Putaran peristiwa arus utama kali ini lebih menitikberatkan pada realisasi premi kepatuhan, dengan ekspektasi imbal hasil kas menengah. Dari sisi alokasi, investor sebaiknya memilih sesuai toleransi risiko. Mereka yang optimistis pada potensi eksplosif AI dapat mempertimbangkan saham pre-IPO unicorn seperti StepStar. Sementara yang mengutamakan model bisnis stabil dapat fokus pada pemetaan ekuitas on-chain atau alokasi token awal untuk perusahaan seperti Kraken dan Ledger.

Kesimpulan

AI dan kripto saat ini merupakan dua sektor emerging paling dinamis di pasar modal, masing-masing menawarkan pendorong pertumbuhan inti dan potensi kenaikan valuasi yang signifikan. Sektor AI tengah menjalani validasi komersial secara intensif bak maraton, dengan para pemimpin pasar menikmati premi valuasi sebagai pelopor. Sementara itu, perusahaan infrastruktur kripto fundamental siap mencatatkan kinerja yang lebih baik berkat dorongan kepatuhan jangka panjang. Bagi investor, strategi optimal adalah menerapkan pola pikir "alokasi ganda"—pada jendela pre-IPO yang langka ini, manfaatkan peluang waktu berbeda yang ditawarkan masing-masing sektor. Pada akhirnya, imbal hasil nyata hanya dapat diraih melalui pemahaman mendalam terhadap tren industri dan pengelolaan risiko secara proaktif. Nantikan terus update terbaru dari Gate—kami akan terus menghadirkan analisis industri terkini dan saluran masuk terbaik bagi investor pre-IPO di Innovation Zone kami.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten