Twenty One Capital, dengan simbol ticker XXI, dibuka pada hari Selasa di harga $10,74 per saham, turun dari harga penutupan hari sebelumnya sebesar $14,27 untuk perusahaan akuisisi tujuan khusus hasil merger, Cantor Equity Partners.
Pada hari pertama perdagangannya, perusahaan ini ditutup di $11,42, turun sekitar 20% dari penutupan sebelumnya. Menurut bitcointreasuries.net, Twenty One Capital memegang 43.514 bitcoin, senilai sekitar $3,9 hingga $4 miliar, menjadikannya pemegang bitcoin korporasi terbesar ketiga di dunia.
01 Peristiwa Utama
Twenty One Capital resmi melantai di New York Stock Exchange melalui merger dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus Cantor Equity Partners.
Perjalanan menuju pencatatan bagi perusahaan treasury bitcoin ini tidaklah mulus. Pada hari pertama perdagangan, sahamnya anjlok saat pembukaan ke $10,74, penurunan signifikan dari penutupan Cantor Equity Partners pada hari Senin sebesar $14,27.
Menjelang akhir hari, harga saham turun lebih lanjut ke $11,42, mencatat penurunan 20%. Meskipun perdagangan setelah jam pasar menunjukkan sedikit pemulihan ke $11,67, naik 2,2%, reaksi awal pasar jelas masih berhati-hati.
02 Latar Belakang Perusahaan
Twenty One Capital didirikan dengan dukungan dari penerbit stablecoin Tether, bursa kripto Bitfinex, dan raksasa investasi teknologi asal Jepang, SoftBank Group.
Perusahaan ini memposisikan diri sebagai perusahaan publik "bitcoin-native", bukan sekadar treasury yang menyimpan bitcoin. Model bisnisnya bertujuan untuk melampaui sekadar mengakumulasi bitcoin, dengan rencana mengembangkan rangkaian layanan keuangan berbasis bitcoin.
CEO Jack Mallers, yang juga pendiri platform pembayaran bitcoin Strike, sebelumnya membantu El Salvador mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Ia kini berupaya mentransformasi Twenty One Capital menjadi platform keuangan bitcoin yang komprehensif, bukan sekadar perusahaan manajemen aset tradisional.
03 Analisis Reaksi Pasar
Kinerja hari pertama Twenty One Capital mencerminkan meningkatnya skeptisisme pasar terhadap model bisnis "digital asset treasury".
Sejak bitcoin mencapai rekor tertinggi di $126.223,18 pada awal Oktober, pasar kripto mengalami tekanan jual yang berkelanjutan, dan harga bitcoin telah turun lebih dari 28% dari puncaknya. Kondisi pasar yang lebih luas ini jelas menahan antusiasme investor terhadap perusahaan kripto yang baru melantai.
Awal tahun ini, ketika bitcoin melonjak ke rekor tertinggi bulan Oktober, perusahaan yang memegang banyak aset kripto menarik minat besar dari investor. Namun, koreksi pasar berikutnya membebani seluruh sektor. Pengamat industri Max Keiser bahkan telah memperingatkan sejak Mei bahwa meniru model treasury bitcoin MicroStrategy secara membabi buta bisa berbalik merugikan.
04 Tantangan Lebih Dalam
Salah satu isu utama yang dihadapi Twenty One Capital adalah belum adanya rencana bisnis yang jelas dan terpublikasi. Perusahaan ini belum merinci operasi spesifiknya atau mengumumkan jadwal peluncuran produk baru.
Dalam wawancara dengan CNBC, Jack Mallers berupaya meredakan kekhawatiran pasar: "Kami tidak ingin pasar melihat atau menilai kami hanya sebagai aset treasury. Benar, kami memegang bitcoin dalam jumlah besar, tetapi kami juga sedang membangun bisnis."
Berbeda dengan perusahaan treasury bitcoin tradisional, Twenty One Capital berupaya mendiversifikasi sumber pendapatan tanpa mengorbankan fokus pada bitcoin. Perusahaan berencana membangun produk pinjaman dan instrumen pasar modal berbasis kepemilikan bitcoin, bukan sekadar memperlakukan bitcoin sebagai cadangan spekulatif.
05 Posisi Industri
Menurut Bitcoin Treasuries, kepemilikan 43.514 bitcoin oleh Twenty One Capital menempatkannya sebagai pemegang bitcoin korporasi terbesar ketiga di dunia, di bawah MicroStrategy dan perusahaan penambangan bitcoin Marathon Digital Holdings.
Cadangan bitcoin yang besar ini, dengan nilai saat ini sekitar $4 miliar, menjadi fondasi kapitalisasi pasar perusahaan. Namun, valuasi pasar belum sepenuhnya mencerminkan basis aset ini, menandakan bahwa investor mempertimbangkan faktor lain.
Yang menarik, Twenty One Capital berencana memperkenalkan metrik "bitcoin per saham" agar investor mendapat gambaran jelas tentang dampak treasury terhadap nilai pemegang saham. Dalam industri kripto yang mengedepankan transparansi, perusahaan juga berjanji memberikan bukti cadangan on-chain secara rutin.
06 Wawasan untuk Pengguna Gate
Bagi pengguna bursa kripto seperti Gate, debut pasar Twenty One Capital memberikan sinyal penting.
Ini menunjukkan bahwa meskipun didukung investor ternama dan memiliki cadangan bitcoin besar, perusahaan kripto baru tetap menghadapi tantangan valuasi di pasar keuangan tradisional. Investor institusi masih berhati-hati terhadap model bisnis yang belum memiliki jalur profitabilitas yang jelas.
Integrasi aset kripto ke dalam pasar keuangan tradisional masih dalam tahap awal, sehingga bisa terjadi perbedaan jangka pendek antara harga saham perusahaan yang tercatat dan nilai aset dasarnya. Lingkungan pasar yang lebih luas—dengan penurunan harga bitcoin lebih dari 28% dari rekor tertinggi Oktober—juga memengaruhi valuasi seluruh bisnis terkait kripto.
Investor perlu membedakan jenis eksposur kripto: kepemilikan bitcoin langsung, investasi di perusahaan penambangan bitcoin, atau berinvestasi di platform keuangan bitcoin terdiversifikasi seperti Twenty One Capital. Setiap pendekatan memiliki profil risiko dan imbal hasil yang berbeda.
Prospek
Per penutupan 10 Desember, harga saham Twenty One Capital sedikit pulih ke $11,67, naik 2,2% dari penutupan sebelumnya.
Dengan cadangan lebih dari 43.500 bitcoin, kapitalisasi pasar perusahaan ini sekitar $4 miliar. Harga sahamnya sangat berkorelasi dengan harga bitcoin, dan seiring bitcoin berfluktuasi di kisaran $90.900 hingga $94.000, saham perusahaan juga menghadapi tekanan serupa.
Kinerja jangka panjang Twenty One Capital akan sangat bergantung pada kemampuannya membangun ekosistem keuangan bitcoin yang dijanjikan dan menghasilkan arus kas yang signifikan, bukan sekadar bertindak sebagai proksi pergerakan harga bitcoin.


