

Grayscale Investments, sebagai manajer aset digital terkemuka, telah menyelesaikan rebalancing terjadwal untuk dana investasi multi-aset pada kuartal III 2025. Langkah rutin ini merupakan bagian dari strategi manajemen portofolio perusahaan untuk mengoptimalkan imbal hasil dan meminimalkan risiko di pasar kripto yang sangat dinamis.
Rebalancing kuartal ini memengaruhi tiga dana tematik utama: Decentralized Finance (DeFi) Fund, Smart Contract Fund, dan Decentralized AI Fund. Setiap dana menargetkan sektor blockchain berbeda, memberikan akses diversifikasi bagi investor ke area berpotensi tinggi dalam teknologi distributed ledger.
Decentralized Finance Fund mengalami perubahan struktural signifikan. MakerDAO (MKR) telah dikeluarkan dari portofolio, sementara Aerodrome Finance (AERO) dimasukkan. Penyesuaian ini menandai pergeseran strategi menuju protokol likuiditas terdesentralisasi yang lebih dinamis.
Pasca rebalancing Q3 2025, alokasi DeFi Fund adalah: Uniswap mendominasi dengan 32,32%, memperkuat posisinya sebagai decentralized exchange terbesar. Aave memegang porsi besar 28,07%, menyoroti peran penting protokol peminjaman dalam ekosistem DeFi. Ondo Finance menerima alokasi 19,07%, menandakan minat institusi yang kian besar dalam tokenisasi aset dunia nyata.
Alokasi lain yang juga strategis meliputi Lido 7,02% (liquid staking), Curve Finance 6,92% (stablecoin swaps), dan Aerodrome Finance sebagai pendatang baru sebesar 6,60%, yang menawarkan mekanisme manajemen likuiditas inovatif.
Smart Contract Fund berinvestasi di platform blockchain yang menjadi infrastruktur pengembangan aplikasi terdesentralisasi. Alokasi terbaru mencerminkan pendekatan investasi seimbang di antara ekosistem smart contract layer-1 terkemuka.
Solana memimpin dengan 30,97%, diakui atas throughput tinggi dan ekosistem aplikasinya yang berkembang pesat. Ethereum (via Ether) memperoleh porsi hampir sama 30,32%, menegaskan kematangan dan kekuatan komunitas pengembangnya.
Cardano menempati urutan ketiga dengan 18,29%, mencerminkan pendekatan pengembangan berbasis riset. Avalanche sebesar 7,57% dan Sui 7,35% mewakili generasi baru platform berperforma tinggi, sedangkan Hedera 5,50% membawa tata kelola kelas enterprise ke portofolio.
Decentralized AI Fund mencatat perubahan terbesar dengan memasukkan Story (IP), protokol yang berfokus pada manajemen hak kekayaan intelektual secara terdesentralisasi. Penambahan ini menyoroti konvergensi blockchain dan AI, terutama dalam perlindungan hak cipta dan monetisasi data.
Portofolio terbaru memperlihatkan diversifikasi di sektor AI terdesentralisasi: NEAR Protocol memimpin dengan 25,81%, menyediakan infrastruktur yang skalabel untuk aplikasi AI. Bittensor 22,15% memperkenalkan model terobosan untuk jaringan neural terdesentralisasi.
Story (IP), sebagai aset baru, mendapat alokasi signifikan 21,53%, menegaskan pentingnya solusi kekayaan intelektual di era AI. Render 12,91% berfokus pada pemrosesan grafis terdesentralisasi, Filecoin 11,39% menyediakan penyimpanan data terdistribusi yang penting untuk pelatihan model AI, dan The Graph 6,21% menawarkan infrastruktur pengindeksan dan query untuk data blockchain.
Rebalancing portofolio kuartalan Grayscale menampilkan respons terhadap tren pasar terbaru sekaligus visi jangka panjang atas pengembangan industri blockchain. Masuknya aset seperti Aerodrome Finance dan Story menunjukkan komitmen Grayscale dalam beradaptasi dengan kemunculan protokol dan teknologi baru.
Keputusan alokasi aset mempertimbangkan kapitalisasi pasar proyek, volume perdagangan, inovasi teknologi, kematangan ekosistem, dan kondisi regulasi. Strategi holistik ini memberikan eksposur bagi investor ke area pertumbuhan tinggi di industri kripto melalui produk yang dikelola profesional.
Rebalancing juga menegaskan pentingnya manajemen aktif dalam sektor aset digital yang volatil. Tinjauan portofolio secara rutin mengoptimalkan profil risiko dan imbal hasil sesuai dinamika pasar.
Grayscale Multi-Asset Fund adalah produk investasi yang dikelola Grayscale Investments, menempatkan Bitcoin dan Ethereum sebagai aset inti. Dana ini dapat menambah aset digital lain untuk memperluas diversifikasi portofolio investor.
Grayscale memperbarui alokasi dana untuk melakukan rebalancing portofolio DeFi dengan menjual aset seperti MakerDAO, mengoptimalkan distribusi, dan menyesuaikan diri dengan kondisi pasar.
Grayscale menurunkan porsi pada aset tradisional dan meningkatkan posisi di Bitcoin serta Ethereum. Alokasi spot naik menjadi 60%, altcoin turun ke 25%, dan stablecoin tetap di 15%. Penyesuaian ini mencerminkan peningkatan permintaan kripto pada Q3 2025.
Penyesuaian alokasi dana Grayscale menunjukkan pergeseran menuju aset kripto yang lebih prospektif. Strategi ini dapat meningkatkan imbal hasil investor melalui manajemen portofolio yang optimal dan kemampuan adaptasi pasar yang lebih baik.
Investor individu dapat membeli saham Grayscale multi-asset fund melalui platform perdagangan kripto. Setelah pembelian, investor memegang saham yang merepresentasikan kepemilikan atas aset kripto dasar beserta imbal hasilnya. Saham umumnya terdaftar di bursa kripto utama.
Manfaatnya meliputi penyimpanan cold wallet profesional, perlindungan terhadap peretasan, dan kenyamanan institusional. Risiko yang dihadapi antara lain biaya manajemen, likuiditas terbatas, dan fleksibilitas perdagangan yang rendah.











