Europol baru-baru ini membongkar sebuah jaringan phishing mata uang kripto besar yang berkantor pusat di Latvia, yang menyebabkan kerugian setidaknya 5,7 juta USD. Kelompok kriminal ini mengoperasikan 49 juta akun palsu, melakukan ribuan penipuan di Eropa, terutama menargetkan penutur bahasa Rusia. Polisi telah menyita sekitar 330.000 USD dalam mata uang kripto, bersama dengan beberapa mobil mewah dan perangkat teknologi, namun banyak aset masih belum dapat dilacak.
Para hacker menggunakan berbagai taktik seperti menyamar sebagai kerabat, polisi, atau penipuan investasi, bahkan pemerasan dengan konten sensitif. Europol menyatakan ini adalah bagian dari upaya untuk memperkuat penegakan hukum terhadap kejahatan siber yang terkait dengan cryptocurrency. Meskipun kampanye ini dianggap sebagai langkah maju yang signifikan, para ahli memperingatkan bahwa perang melawan penipuan cryptocurrency akan terus berlanjut dan menjadi semakin kompleks.