Arthur Hayes, dalam tulisan terbarunya, memperingatkan investor untuk menjaga modal dengan hati-hati karena pasar dapat berfluktuasi hingga pemerintah Amerika mengakhiri status penutupan. Ia menjelaskan bahwa kurangnya likuiditas — karena belum ada enkripsi uang baru sebelum dimulainya “pelonggaran kuantitatif diam-diam” — adalah penyebab utama melemahnya pasar uang enkripsi saat ini.
Hayes menyatakan bahwa periode ketidakstabilan dan penurunan ini dapat membuat banyak trader salah mengira bahwa Bitcoin telah mencapai puncaknya dan terburu-buru untuk menjual. Namun, ia menekankan bahwa siklus 4 tahun sejak puncak sejarah Bitcoin pada tahun 2021 semakin dekat — biasanya merupakan fase persiapan untuk pertumbuhan baru. Menurutnya, ketakutan dan volatilitas jangka pendek hanyalah langkah penyesuaian alami sebelum aliran likuiditas baru kembali ke pasar.