JPMorgan Meluncurkan Token Deposit JPM Coin di Blockchain Base

CryptoNewsLand
TOKEN2,35%
ON11,21%

JPMorgan telah meluncurkan JPM Coin (JPMD) di blockchain Base untuk penyelesaian institusional 24/7.

JPMD berfokus pada kepatuhan regulasi, termasuk KYC, untuk pembayaran on-chain institusional.

JPMorgan berencana memperluas JPMD ke blockchain lain dan mengembangkan versi berdenominasi euro (JPME).

JPMorgan secara resmi meluncurkan token simpanan JPM Coin (JPMD) kepada klien institusional di blockchain Layer 2 Base. Ini menandai perkembangan penting dalam ekspansi layanan berbasis blockchain bank tersebut. Setelah bulan-bulan pengujian dan program percontohan yang berhasil dimulai pada bulan Juni, JPMorgan kini menawarkan JPMD untuk penyelesaian transaksi hampir instan, 24/7.

JPM Coin di Base: Meningkatkan Transaksi Institusional

Token simpanan JPM Coin dirancang untuk klien institusional, memungkinkan mereka mengirim dan menerima dana di blockchain Base. JPMorgan bertujuan meningkatkan kecepatan dan efisiensi pembayaran on-chain dengan token ini. Berbeda dengan banyak stablecoin, JPMD dibangun dengan memperhatikan kepatuhan regulasi, menawarkan know-your-customer (KYC) dan infrastruktur perbankan yang dibutuhkan institusi. Langkah ini menunjukkan komitmen bank dalam memfasilitasi transaksi on-chain dalam kerangka yang diatur.

Fase pengujian JPMorgan telah melibatkan institusi keuangan terkemuka seperti B2C2, Coinbase, dan Mastercard. Para pemain ini telah berhasil menyelesaikan transaksi percobaan menggunakan token simpanan JPM Coin. Penyelesaian program percontohan menandai kesiapan JPMD untuk digunakan secara luas di kalangan klien institusional. Ketersediaan token ini di Base menawarkan metode penyelesaian baru bagi klien tersebut, memastikan proses transaksi yang lebih cepat dan efisien.

Rencana Ekspansi Masa Depan untuk JPM Coin

Upaya JPMorgan dengan JPMD hanyalah awal. Menurut Naveen Mallela, kepala bersama global Kinexys oleh JPMorgan, bank berencana memperluas penawaran token simpanannya ke berbagai blockchain lainnya. Selain itu, JPMorgan telah mengajukan merek dagang JPME, yang menunjukkan bahwa token simpanan berdenominasi euro sedang dalam pengembangan. Langkah ini menandai niat bank untuk memperluas penawaran blockchain ke berbagai mata uang.

Selain peluncuran JPMD, JPMorgan telah bermitra dengan DBS untuk mengembangkan kerangka interoperabilitas bagi simpanan tokenisasi. Kolaborasi ini bertujuan memfasilitasi transfer simpanan tokenisasi di seluruh jaringan blockchain publik dan permissioned. Kerangka ini akan memungkinkan fleksibilitas lebih besar dalam memindahkan aset antar platform blockchain, semakin mendorong adopsi blockchain dalam transaksi keuangan.

Selain JPMorgan, entitas keuangan besar lainnya juga mulai menjajaki simpanan tokenisasi. Menurut laporan, BNY Mellon mempertimbangkan menawarkan layanan serupa kepada pelanggannya untuk melakukan pembayaran melalui blockchain. Bersama menjadi pelopor proyek ini, bank-bank Inggris seperti Barclays, Lloyds, dan HSBC juga telah menguji pasar dengan simpanan pound sterling tokenisasi, yang merupakan tanda bahwa transisi ke perbankan berbasis blockchain diterima secara luas di sektor ini.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar