Pemerintahan Trump telah menyetujui penjualan chip AI canggih dari Nvidia, termasuk seri GB300, ke UE dan Arab Saudi — salah satu keputusan teknologi terbesar AS di Timur Tengah. Kedua negara zona Teluk akan menggunakan perangkat keras ini untuk melatih model AI, menjalankan pusat data, dan mendorong strategi untuk menjadi negara utama dalam kecerdasan buatan.
Amerika menyatakan bahwa transaksi tersebut disertai dengan persyaratan keamanan yang ketat untuk mencegah chip berpindah ke China atau pesaing lainnya. G42 (AE) dan Humain (Arab Saudi) telah berkomitmen untuk mematuhi peraturan dan mengurangi penggunaan teknologi China, termasuk perangkat Huawei.
Keputusan ini juga mencerminkan upaya Washington untuk mempertahankan pengaruh teknologi di Timur Tengah, saat Nvidia dan perusahaan-perusahaan Amerika memperluas kehadirannya. Meskipun demikian, beberapa pejabat masih khawatir tentang risiko transfer teknologi dan keamanan data di zona tersebut.