Pergerakan ekonomi makro tahun 2025 membuat “aset safe haven” kembali menjadi topik utama pasar. Dari kinerja akhir tahun, jawabannya cukup jelas: emas kembali mendominasi. Harga emas tradisional naik hampir 65% sepanjang tahun, mencapai rekor tertinggi $4.500, memperkuat atribut safe haven-nya dalam siklus ketidakpastian. Sebaliknya, Bitcoin mengalami penurunan sekitar 6,3% di akhir tahun yang sama, dan narasi “emas digital”-nya mengalami tantangan yang jelas.
Ekonomi AS pada tahun 2025 mengalami berbagai guncangan, termasuk tekanan inflasi, ketidakpastian fiskal, dan risiko shutdown pemerintah. Dalam konteks ini, modal lebih cenderung ke aset aman daripada aset risiko yang sangat volatil, yang menjadi alasan utama mengapa emas dan emas tokenisasi XAUT tampil menonjol. Meskipun tanda-tanda perbaikan muncul di lingkungan makro menjelang akhir 2025, seperti inflasi November yang turun ke 2,7%, dan indikator CPI inti serta PCE bahkan melampaui target Federal Reserve sebesar 2%, tanda-tanda aliran kembali dana ke Bitcoin tetap terbatas.
Dari kinerja kuartal keempat, perbedaan pasar menjadi sangat mencolok. XAUT naik sekitar 13% di kuartal keempat, sementara Bitcoin turun sekitar 24% dalam periode yang sama. Perbedaan ini memicu pertanyaan di pasar: apakah investor sudah tidak lagi khawatir tentang volatilitas saja, tetapi mulai secara aktif mencari “pengembalian yang lebih aman”? Jika tren ini berlanjut, pertumbuhan posisi XAUT mungkin menandakan bahwa sebelum 2026, pasar kripto akan tetap menunjukkan perbedaan struktural antara aset risiko dan safe haven.
Perubahan aliran modal juga tercermin dari perilaku spesifik. Pada tahun 2025, pengaruh China di pasar komoditas semakin nyata. Sebelumnya, perak melonjak tajam sebesar 147% akibat pembatasan ekspor, dan kini perhatian pasar beralih ke emas. Produsen emas terbesar China, Zijin Mining, mempercepat akuisisi luar negeri, mencerminkan kepercayaan terhadap permintaan emas jangka panjang. Dalam konteks makro ini, kinerja kuat XAUT bukanlah kebetulan.
Data on-chain juga memberikan bukti. Lookonchain menunjukkan bahwa seorang whale mengalami kerugian sekitar 18,8 juta dolar dalam transaksi ETH, lalu dengan cepat mengalihkan dana ke aset terkait emas. Selain itu, beberapa dompet secara kolektif menghabiskan sekitar 13,7 juta dolar untuk membeli 3.102 keping XAUT. Perilaku ini lebih mirip sebagai langkah awal penempatan posisi, menunjukkan bahwa sebagian dana sedang melakukan perlindungan terhadap ketidakpastian makro yang potensial.
Secara keseluruhan, jika dana terus lebih memilih emas tokenisasi dan aset safe haven lainnya, Bitcoin mungkin akan menghadapi fase divergensi sementara yang serupa dengan tahun 2025 di tahun 2026. Pergerakan XAUT dan BTC yang saling berlawanan ini bisa menjadi indikator penting untuk pengamatan pasar kripto di tahap berikutnya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Modal kembali mengalihkan perhatian ke "emas digital"? XAUT menguat secara kuat, akankah Bitcoin pada tahun 2026 mengulangi tren tahun 2025
Pergerakan ekonomi makro tahun 2025 membuat “aset safe haven” kembali menjadi topik utama pasar. Dari kinerja akhir tahun, jawabannya cukup jelas: emas kembali mendominasi. Harga emas tradisional naik hampir 65% sepanjang tahun, mencapai rekor tertinggi $4.500, memperkuat atribut safe haven-nya dalam siklus ketidakpastian. Sebaliknya, Bitcoin mengalami penurunan sekitar 6,3% di akhir tahun yang sama, dan narasi “emas digital”-nya mengalami tantangan yang jelas.
Ekonomi AS pada tahun 2025 mengalami berbagai guncangan, termasuk tekanan inflasi, ketidakpastian fiskal, dan risiko shutdown pemerintah. Dalam konteks ini, modal lebih cenderung ke aset aman daripada aset risiko yang sangat volatil, yang menjadi alasan utama mengapa emas dan emas tokenisasi XAUT tampil menonjol. Meskipun tanda-tanda perbaikan muncul di lingkungan makro menjelang akhir 2025, seperti inflasi November yang turun ke 2,7%, dan indikator CPI inti serta PCE bahkan melampaui target Federal Reserve sebesar 2%, tanda-tanda aliran kembali dana ke Bitcoin tetap terbatas.
Dari kinerja kuartal keempat, perbedaan pasar menjadi sangat mencolok. XAUT naik sekitar 13% di kuartal keempat, sementara Bitcoin turun sekitar 24% dalam periode yang sama. Perbedaan ini memicu pertanyaan di pasar: apakah investor sudah tidak lagi khawatir tentang volatilitas saja, tetapi mulai secara aktif mencari “pengembalian yang lebih aman”? Jika tren ini berlanjut, pertumbuhan posisi XAUT mungkin menandakan bahwa sebelum 2026, pasar kripto akan tetap menunjukkan perbedaan struktural antara aset risiko dan safe haven.
Perubahan aliran modal juga tercermin dari perilaku spesifik. Pada tahun 2025, pengaruh China di pasar komoditas semakin nyata. Sebelumnya, perak melonjak tajam sebesar 147% akibat pembatasan ekspor, dan kini perhatian pasar beralih ke emas. Produsen emas terbesar China, Zijin Mining, mempercepat akuisisi luar negeri, mencerminkan kepercayaan terhadap permintaan emas jangka panjang. Dalam konteks makro ini, kinerja kuat XAUT bukanlah kebetulan.
Data on-chain juga memberikan bukti. Lookonchain menunjukkan bahwa seorang whale mengalami kerugian sekitar 18,8 juta dolar dalam transaksi ETH, lalu dengan cepat mengalihkan dana ke aset terkait emas. Selain itu, beberapa dompet secara kolektif menghabiskan sekitar 13,7 juta dolar untuk membeli 3.102 keping XAUT. Perilaku ini lebih mirip sebagai langkah awal penempatan posisi, menunjukkan bahwa sebagian dana sedang melakukan perlindungan terhadap ketidakpastian makro yang potensial.
Secara keseluruhan, jika dana terus lebih memilih emas tokenisasi dan aset safe haven lainnya, Bitcoin mungkin akan menghadapi fase divergensi sementara yang serupa dengan tahun 2025 di tahun 2026. Pergerakan XAUT dan BTC yang saling berlawanan ini bisa menjadi indikator penting untuk pengamatan pasar kripto di tahap berikutnya.