20 Januari 2024, berita menyebutkan bahwa Bitcoin (BTC) mengalami penurunan harga secara berkelanjutan di tengah meningkatnya sentimen safe haven, ketidakpastian terkait tarif Greenland, dan tekanan dari whale besar yang mengurangi posisi mereka. Harga Bitcoin sempat turun melewati level support utama dan kembali ke sekitar 92.000 USD. Beberapa analis teknikal dan platform data on-chain mengeluarkan peringatan bahwa Bitcoin mungkin memasuki fase koreksi yang lebih dalam.
Trader berpengalaman Peter Brandt menyatakan bahwa struktur teknikal Bitcoin sedang mengulangi pola yang terjadi sebelum penurunan besar di pasar kripto sebelumnya. Ia memperkirakan bahwa harga BTC bisa turun ke kisaran 58.000 hingga 62.000 USD, yang mendekati harga yang telah direalisasikan dan rata-rata pergerakan 200 minggu, sehingga memiliki makna referensi teknikal yang kuat. Grafik harian yang dibagikan Brandt menunjukkan bahwa pola saat ini sangat mirip dengan fase koreksi tajam sebelumnya.
Analis Ali Martinez juga menunjukkan bahwa ritme harga Bitcoin menunjukkan resonansi yang jelas dengan siklus tahun 2022. Pengalaman historis menunjukkan bahwa ketika pola serupa muncul, pasar cenderung mengalami penurunan cepat untuk menyelesaikan koreksi jangka menengah. Selain itu, beberapa analis mengamati bahwa pola bendera bearish telah muncul pada grafik jangka pendek, dan sekitar 90.000 USD menjadi titik penting dalam pertarungan antara pembeli dan penjual.
Data on-chain juga menunjukkan sinyal yang berhati-hati. Dengan BTC yang gagal kembali bertahan di atas 97.000 USD, tanda-tanda pengurangan posisi dari pemegang jangka pendek dan beberapa alamat besar mulai terlihat. Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa indikator laba-rugi on-chain selama 30 hari pertama kali berbalik menjadi negatif sejak Oktober 2023, menandakan bahwa sebagian pemegang koin mulai keluar dari posisi saat mengalami kerugian.
Onchain Lens mengungkapkan bahwa beberapa whale besar telah menutup posisi long dan membuka posisi short baru, sehingga likuiditas pasar jangka pendek tertekan. Namun, Glassnode menunjukkan bahwa meskipun harga turun ke sekitar 90.000 USD, momentum keseluruhan belum sepenuhnya hilang dan kemungkinan besar pasar akan memasuki fase konsolidasi, bukan penurunan satu arah.
Hingga berita ini diturunkan, harga Bitcoin sekitar 90.800 USD. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada perubahan risiko makroekonomi, perilaku dana on-chain, dan aliran dana ETF. Bagi investor jangka menengah dan pendek, kisaran 60.000 hingga 70.000 USD mulai menjadi area support potensial yang menjadi perhatian pasar.
Artikel Terkait
Kisah Asal Usul Sunny Lu: Dari Penipuan 100 BTC Hingga Membangun VeChain